31 July 2008

Kayalah Lalu Masuk Surga

Oleh Rikza Maulana, M.Ag

Dari Abi ‘Abdillah Tsauban Bin Bujdad bahwa Rasulullah saw. Bersabda, “Dinar yang paling utama yang dibelanjakan seseorang adalah dinar yang ia belanjakan untuk keluarganya, dinar yang ia belanjakan untuk kendaraannya di jalan Allah, dan dinar yang ia infakkan untuk rekan-rekannya (yang tengah berjuang) di jalan Allah.” (Muslim)

Dalam kitab Nuzhatul-Muttaqin (syarah Riyadush-Shalihin karya Imam An-Nawawi) disebutkan, hadits itu menjelaskan peringkat keutamaan pengeluaran harta (infak) bahwa memberi nafkah kepada keluarga merupakan infak yang paling mulia. Dalam hadits lain disebutkan:

Dinar yang engkau infakkan di jalan Allah, dinar yang engkau infakkan untuk (mememerdekakan) hamba sahaya, dinar yang engkau infakkan kepada orang miskin, dan dinar yang engkau infakkan untuk keluarga, yang paling utama di antara semua itu adalah dinar yang engkau infakkan kepada keluargamu.” (Muslim)

Ke manapun alokasinya, yang jelas seseorang tidak mungkin dapat berinfak jika tidak memiliki harta. Lebih-lebih jika kita mencermati ayat-ayat Al-Quran yang memerintahkan kita terlibat dalam jihad. Selalu saja disandingkan antara kewajiban berjihad dengan jiwa dengan kewajiban berjihad dengan harta. Bahkan dari semua ayat yang memerintahkan kita berjihad dengan harta dan jiwa, berjihad dengan harta selalu didahulukan kecuali pada satu ayat saja yakni ayat 111 surah At-Taubah, yang maknanya:

“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang Mukmin jiwa dan harta mereka dengan mendapatkan surga untuk mereka. Mereka berperang di jalan Allah, lalu mereka membunuh atau terbunuh.”

Selebihnya, hartalah yang disebut terdahulu. Perhatikan ayat-ayat berikut:

“Wahai orang-orang yang beriman, inginkah kalian aku tunjukkan pada suatu perniagaan yang menyelamatkan kalian dari adzab yang pedih. Kalian beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kalian berjihad di jalan Allah denganh harta dan jiwa kalian.” (Ash-Shaf: 10-11)

Ini diperkuat dengan adanya kewajiban zakat. Dalam urusan yang satu ini memang ada kesalahan persepsi pada sebagian kaum muslimin. Kewajiban zakat sering dipahami begini: kalau punya harta, zakatlah; kalau tidak punya, tidak usah mengeluarkan zakat. Secara fiqih, pemahaman itu sangat benar. Tapi semangatnya bukanlah semangat kepasrahan pada keadaan. Semangat perintah zakat harusnya dipahami: carilah uang, kumpulkanlah harta agar dapat melaksanakan perintah Allah yang bernama zakat. Seharusnya kita membawa semangat shalat untuk diterapkan pada zakat. Kita selalu berpikir kita harus bisa melaksanakan shalat dengan segala perjuangan yang menjadi konsekuensinya. Dari mulai mencari penutup aurat, mencari tempat shalat, menentukan arah kiblat, mensucikan diri, dan seterusnya.

Itu semua mematahkan anggapan yang masih dianut sebagian orang bahwa kesalihan dan ketakwaan identik dengan kepapaan, kemelaratan, kesengsaraan, dan ketertindasan. Seolah-olah hanya orang miskin, jelata, dan tertindaslah yang layak menghuni surga. Sebaliknya orang kaya dan orang yang punya jabatan tidak punya tempat di surga. Ini diperparah dengan sering disitirnya hadits-hadits dha’if (lemah) atau bahkan maudhu’ (palsu) yang memberikan pesan untuk menjauhi dunia sejauh-juahnya demi mencapai ketakwaan dan kesucian jiwa. Atau mungkin juga menyitir hadits shahih tentang zuhud dengan pemahaman yang salah.

Zuhud tidaklah identik dengan melarat. Zuhud adalah kepuasaan hati dengan apa yang diberikan Allah swt. Zuhud adalah ketiadaan ikatan hati kepada kekayaan. Bahwa sambil merasa puas dengan apa yang Allah berikan dan sambil meniadakan ikatan hati dengan harta seseorang memiliki harta dan jabatan, tidaklah menafikan sifat zuhud.

Utsman Bin ‘Affan adalah konglomerat dan kaya raya. Beliau termasuk sahabat Nabi saw. yang dijamin masuk sorga. Demikian pula halnya dengan ‘Abdurrahman Bin ‘Auf. Beliau sukses dalam bisnis dan menjadi saudagar kaya raya. Toh beliau juga termasuk yang dijamin masuk surga. Umar Bin ‘Abdul-‘Aziz, khalifah yang kaya raya. Tapi justeru dia termasuk orang zuhud.

Posisi harta dalam Islam sama dengan posisi kemiskinan: sebagai ujian bagi manusia. Dengan kekayaan orang bisa masuk surga sebagaimana dengan kekayaan pula orang bisa masuk neraka. Dengan kepapaan orang bisa masuk surga sebagaimana dengan kepapaan pula orang bisa masuk neraka. Semuanya ujian! Allah swt. menegaskan:

Dan Kami coba kalian dengan keburukan dan kebaikan, (semuanya) sebagai ujian.” (Al-Anbiya: 35)

Rasulullah saw. bersabda:

Sesungguhnya dunia itu manis dan menghijau. Dan sesungguhnya Allah mengangkat kalian sebagai khalifah di dalamnya untuk melihat (menguji) bagaimana kalian bekerja. Maka berhati-hatilah dengan dunia dan berhati-hatilah dengan wanita. Karena sesungguhnya fitnah Bani Israil adalah pada wanita.” (Riwayat Muslim)

Jadi, orang yang saleh bukanlah orang memilih meninggalkan harta melainkan yang lulus dalam ujian mengelola harta itu. Seseorang dianggap lulus ujian dalam urusan harta manakala:

  • Hanya menempuh cara halal untuk memperoleh harta.

Pada hari kiamat, setiap orang akan diminta pertanggungjawaban terkait dengan hartanya, dari manakah ia memperolehnya dan dengan cara apa? Ini batu ujian pertama. Rasulullah saw. bersabda:

Dan sesungguhnya Allah memerintahkan orang-orang beriman seperti yang diperintahkan kepada para rasul. Dia berfirman, ‘Wahai para rasul, makanlah dari yang baik dan beramal salehlah karena sessungguhnya Aku mengetahui apa yang kamlian lakukan’. Dia juga berfirman, ‘Wahai orang-orang yang beriman makanlah yang baik dari yang Kami rezekikan kepada kalian’.” Lalu Rasulullah saw. menerangkan tentang orang yang mengadakan perjalanan panjang, kusut masai dan berdebu. Ia mengadakahkan kedua tangannya (berdoa) ke langit (sambil mengatakan): Ya Rabbi, ya Rabbi, sementara makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram dan diberi makan dari yang haram, bagaimana doanya akan dikabulkan.” (Muslim)

  • Harta itu tidak menyebabkan sombong

Orang yang suksus mengelola harta adalah orang yang dengan hartanya justeru semakin rendah hati dan menyadari bahwa segala yang dimilikinya adalah titipan atau amanah dari Allah. Abdurrahman bin ‘Auf yang padahal termasuk orang yang dijamin masuk surga pernah berlinang air mata saat dirinya siap menyantap hidangan lezat yang ada di hadapannya. Ketika ditanya penyebab ia menangis, ia menjawab, “Aku takut hanya yang kunikmati di dunia inilah yang menjadi ganjaranku dari Allah.”

  • Menjadi fasilitas untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Rasulullah saw bersabda, “Sebaik-baik harta yang saleh adalah yang ada pada orang saleh.” Beliau juga memerintahkan kepada kita, “Jauhkanlah dirimu dari neraka walau dengan hanya sebelah kurma.”

  • Menjadi fasilitas untuk silaturahim.

Infaq adalah baik. Dan infaq kepada kerabat adalah lebih baik lagi. Karena selain bernilai taqarrub, perbauatan itu juga merupakan upaya silaturahim. Rasulullah saw. bersabda, “Shadaqah kepada orang misikin adalah satu shadaqah dan shadaqah kepada orang yang punya hubungan rahim (kerabat) adalah dua shadaqah: shadaqah dan shilah (menyambungkan).” (At-Tirmidzi)

  • Menjadi fasilitas untuk perjuangan.

Perjuangan Islam jelas tidak mungkin tanpa dukungan finansial. Kekuatan orang-orang kafir harus dihadapi dengan kekuatan optimal kaum muslimin. Dan ini tentu saja salah kekutan itu adalah kekuatan maliyyah (finansial).

Itulah sebagian ajaran Islam yang terkait dengan kekayaan. Jadi, menjadi orang kaya, siapa takut? Allahu a’lam.


Artikel ini diambil dari Dakwatuna.com

14 July 2008

Do’a Dua Malaikat Setiap Subuh

Oleh Ust Ihsan Tanjung


Islam sangat menganjurkan pemeluknya untuk berinfaq. Anjuran yang bahkan pada bagian awal surah Al-Baqarah telah disebutkan oleh Allah subhaanahu wa ta’aala menggambarkan salah satu karakter utama orang bertaqwa.

الم ذَلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ الَّذِينَ
يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ

“Alif Laam Miim. Kitab (Al-Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa, (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat dan meng-infaq-kan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka.”
(QS Al-Baqarah ayat 1-3)

Dalam ayat di atas Allah ta’aala menyebutkan karakter muttaqin yang biasa berinfaq bersama karakternya yang rajin menegakkan sholat. Di dalam Al-Qur’an hampir selalu karakter menegakkan sholat dan mengeluarkan infaq disebutkan dalam suatu rangkaian berpasangan. Hal ini mudah dimengerti sebab ajaran Islam selalu menekankan keseimbangan dalam segala sesuatu. Islam bukan semata ajaran yang mewujudkan hubungan antara hamba dengan rabbnya atau hablum minAllah, tetapi juga hubungan antara hamba dengan sesama hamba atau hablum minan-naas.

Uniknya lagi, di dalam ajaran Islam bila suatu perintah Allah ta’aala dilaksanakan, maka bukan saja hal itu menunjukkan kepatuhan seorang hamba akan rabbnya, melainkan dijamin bakal mendatangkan manfaat bagi si hamba. Ini yang disebut dengan fadhilah atau keutamaan suatu ’amal-perbuatan. Misalnya sholat malam atau tahajjud. Allah ta’aala menjanjikan bagi pelakunya bakal memperoleh kekuatan daya pengaruh ketika berbicara.

يَا أَيُّهَا الْمُزَّمِّلُ قُمِ اللَّيْلَ إِلَّا قَلِيلًا نِصْفَهُ أَوِ انْقُصْ مِنْهُ قَلِيلًا
أَوْ زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ الْقُرْآَنَ تَرْتِيلًا إِنَّا سَنُلْقِي عَلَيْكَ قَوْلًا ثَقِيلًا

“Hai orang yang berselimut (Muhammad), bangunlah (untuk sembahyang) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya), (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit, atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al-Qur'an itu dengan perlahan-lahan. Sesungguhnya Kami akan menurunkan kepadamu perkataan yang berat.” (QS AlMuzzammil ayat 1-5)

Contoh lainnya bila seseorang meningkatkan ketaqwaan kepada Allah ta’aala maka di antara fadhilah yang akan ia peroleh adalah penambahan ilmu dari Allah ta’aala, jalan keluar kesulitan hidupnya serta rizqi dari arah yang tidak disangka-sangka.

وَاتَّقُوا اللَّهَ وَيُعَلِّمُكُمُ اللَّهُ

”Dan bertakwalah kepada Allah; Allah (akan) mengajarmu.” (QS AlBaqarah ayat 282)

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

”Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” (QS Ath-Thalaq ayat 2-3)

Demikian pula dengan berinfaq. Allah ta’aala menjanjikan fadhilah di balik kedermawanan seseorang yang rajin berinfaq.

قُلْ إِنَّ رَبِّي يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَيَقْدِرُ لَهُ وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ

“Katakanlah, "Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya)." Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya.” (QS Saba’ ayat 39)

Bahkan dalam sebuah hadits Nabi shollallahu ’alaih wa sallam menggambarkan keuntungan yang bakal diraih seseorang yang rajin berinfaq di pagi hari sekaligus kerugian yang bakal dideritanya bilamana ia tidak peduli berinfaq di pagi hari.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ الْعِبَادُ فِيهِ إِلَّا مَلَكَانِ يَنْزِلَانِ فَيَقُولُ أَحَدُهُمَا اللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا
وَيَقُولُ الْآخَرُ اللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا (البخاري)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu sesungguhnya Nabi Muhammad shollallahu ‘alahi wa sallam bersabda: “Tidak ada satu subuh-pun yang dialami hamba-hamba Allah kecuali turun kepada mereka dua malaikat. Salah satu di antara keduanya berdoa: “Ya Allah, berilah ganti bagi orang yang berinfaq”, sedangkan yang satu lagi berdo’a “Ya Allah, berilah kerusakan bagi orang yang menahan (hartanya)” (HR Bukhary 5/270)

Pembaca yang budiman, marilah kita galakkan berinfaq di pagi hari agar malaikat mendoakan kelapangan rizqi yang memang sangat kita perlukan untuk memperlancar ibadah, amal sholeh, da’wah dan jihad kita di dunia. Dan jangan biarkan ada satu pagipun yang berlalu tanpa berinfaq sebab itu sama saja kita mengundang kerusakan dalam hidup sebagaimana doa malaikat yang satunya di setiap pagi hari.

Ketahuilah, bukan banyaknya jumlah infaq yang penting melainkan kontinuitas-nya. Lebih baik berinfaq sedikit namun konstan terus-menerus daripada berinfaq dalam jumlah besar namun hanya sekali setahun atau seumur hidup. Orang yang konstan berinfaq tidak bakal dipengaruhi oleh musim. Dalam masa paceklik tetap berinfaq, dalam masa panen tentu lebih pasti.

وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَوَاتُ وَالْأَرْضُ
أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit.”
(QS Ali Imran ayat 133-134)


Artikel ini diambil dari Eramuslim.com

11 July 2008

Bersyukur [tanpa alasan] kepada 4JJI

Dalam suatu kajian pekanan, adalah pemateri membawakan judul syukur.
Bersyukur kepada 4JJI SWT.

Dengan diawali oleh pertanyaan, benarkah kita udah bersyukur setiap saat ?? sang pemateri memberikan peringatan kepada seluruh peserta kajian.Bukankah kita tidak pernah meminta diberi kemudahan dalam menggunakan teknologi mata, dimana teknologi ini telah dibajak oleh manusia untuk kemudahan aktifitas manusia pada kondisi-kondisi sulit.
Pernahkah kita meminta diberi kemampuan berpikir, yang mana teknologi otak kita telah dijiplak oleh perusahaan spare part komputer untuk membuat pc. Walaupun kita pernah meminta beberapa hal diatas,apakah kita setiap saat memintanya ? rasanya tidak mungkin.Suatu waktu mungkin kita meminta kesehatan untuk kita,tapi kita lebih banyak lupa untuk meminta kesehatan untuk diri kita. Lalu walaupun kita lupa meminta, apakah 4JJI lantas mendelay nikmat kesehatan untuk kita ? TIDAK.

4JJI telah memberikan paket nikmat kepada kita, paket nikmat yang jika dihitung dengan ilmu ekonomi maka tidaklah seseorang dengan kekayaan sebesar gunung emas-pun akan mampu membayarnya.

Bagi kita yang merasakan nikmat ini, mari kita segera memperbanyak bersyukur, Segala Puji Bagi 4JJI SWT.
Bagi yang tidak merasakan, mungkin harus membawa kalkulator dan segera berangkat ke RSUD untuk menanyakan biaya kamar inap, biaya oksigen tabung kecil dan besar,biasa visite dokter, harga obat-obatan umum, dan terakhir mari kita total semuanya.Buatlah perbandingan jika kita sakit 1minggu harus rawat inap di RSUD, jika 1 bulan tinggal dikalikan 4. Mungkin dengan ini kita baru bisa merasakan berapa harga kesehatan yang melekat di tubuh kita. Subhanallah.

Jika kita udah pernah menghitung hal diatas tadi, apakah kita masih harus mencari alasan untuk bersyukur ? Saya kira tidak sepantasnya kita mencari alasan, karena ini saya bersyukur kepada 4JJI, karena itu saya bersyukur.

Mari kita bersyukur kepada 4JJI, Memuji kebesaran-NYA, tanpa alasan apapun.

Subhanallah, Walhamdulillah, Walailaha illallah, 4JJI Akbar

Jum'at malam 11 Juli 2008

05 July 2008

Rihlah Salman

Ternyata Takdir 4JJI untuk liburan tahun pertama salman cukup indah.Diawali dengan berangkat naik kereta api ke jember,pulang setelah 3 malam di jember.Dilanjutkan dengan liburan ke malang.yang kedua ini sangat mendadak,karena tanpa direncanakan,hanya spontanitas karena kakek nenek salman ada acara ke malang, jadi salman nunut [ gak cuma salman,abi wa ummu salman juga ikut nunut ].Kita ke malang hari sabtu sore 5 Juli 2008,direncanakan pulang hari ahad malem keesokan harinya.Rencananya,insya4JJ hari jum'at depan salman akan berkunjung ke rumah jidah esa,tapi ini masih rencana.Tidak semua rencana kita di ACC oleh Robbul Izzati, karena rencana Robbul Izzati jauh lebih indah dan bermanfaat daripada rencana makhluknya.Insya4JJ akan diposting foto liburan salman yang lengkap mulai dari jember.


Sabtu Pagi
5 Juli 2008
@kantor

03 July 2008

Kemerdekaan Energi

Saya tertarik untuk ikut menyebarkan info kerakyatan.
Berawal dari buku baru yang saya beli di gramedia jember hari sabtu kemaren, buku yang berjudul rahasia bahan bakar air ini sangat menarik perhatian saya,karena sebelumnya saya sempat terpengaruh black marketing dari pihak yang tidak suka ummat ini mandiri di bidang energi. Bahan bakar air yang telah dimusnahkan infonya oleh tangan-tangan kapitalis kini ada di depan kita.
Ada juga yang lain, Seorang Joko Sutrisno dari yogyakarta telah mempublikasikan untuk masyarakat indonesia. Teknologi bernama brown gas ini sebenarnya juga telah di blow up kecil-kecilan oleh situs water4gas.com, Nah ini Pak joko mencoba menjelaskan versi indo-nya.Silahkan baca infonya :
http://egmca.org:8080/artikel/art10/lihatKomentar

Mihwar Tujar [ era bisnis ]

Apakah anda masih mau menjadi kuli ????

Pada suatu kesempatan chat via ym,ada temen kuliah dulu di poltek unibraw yang sekarang kerja di batam bertanya tentang bagaimana belajar untuk memulai bisnis.Pertanyaan klise yang mungkin hanya bisa dijawab dengan implementasi.Banyak orang ingin menjadi wiraswasta pada kondisi ekonomi seperti ini, karena ternyata biaya hidup terus merangkak naik, karena rupiah kita terus melemah nilainya jika dibandingkan dengan dinar emas [ bukan dolar lho...]

Padahal dulu saat ekonomi kita masih cukup nyaman, sekolah masih murah, harga beras belum menyentuh Rp.1000,- dan kebutuhan hidup belum mencekik seperti sekarang, mayoritas memilih ingin bekerja di perusahaan atau menjadi PNS.

Seharusnya, menjadi pengusaha adalah sunnah nabi yang harus kita [ usahakan ] lestarikan, karena ternyata pihak-pihak yang ingin kehancuran islam menggunakan kekuatan ekonomi sebagai starting point untuk melemahkan posisi kekuatan islam.Kita harus ingat, awal penjajahan belanda adalah masuknya kafilah dagang VOC yang merupakan kumpulan yahudi belanda ke nusantara. Ketika VOC melihat bangsa ini sangat lemah " penjagaannya", mereka memulai penguasaan ekonomi di semua lini. Sampai akhirnya pada titik dimana bangsa ini udah tidak punya al-qowi dalam hal ekonomi,maka hanya satu pilihan yang bisa dipilih oleh bangsa kita saat itu, menjadi kuli.

Maka kita tahu secara politis mana yang lebih kuat, kuli atau pimpinan ??
Dari kekalahan ekonomi dan ditambah kelemahan politik, ummat islam yang mayoritas mengisi bangsa ini saat itu telah siap kalah jika diserang secara militer.Ya, secara militer.
Jadi militer akan masuk ketika kondisi geopolitik dan ekonomi udah terkuasai lebih dulu.

Akhi, jika diantara kita tidak banyak yang ingin menjadi pengusaha,tentunya pilihannya adalah menjadi kuli. Kalo lebih banyak yang menjadi kuli, bisa dibayangkan bagaimana perpetaan ekonomi kita,secara otomatis kekurangan pengusaha dari bangsa ini akan diisi oleh pengusaha kapitalis yang datang ke indonesia hanya untuk mengeruk ekonomi indonesia [ dan akan dilanjutkan dengan invasi militer jika memungkinkan]

Melanjutkan temen tadi, untuk menjawab pertanyaan tadi saya mengajak untuk memulai sesuatu, memulai untuk melangkahkan pikiran dan memulai untuk merencanakan sesuatu.
Memulai adalah langkah terberat pada setiap hal jika hanya dibayangkan,karena itu jangan pernah membayangkan sesuatu hal sebelum melakukan pekerjaan.
Kepada temen tadi, saya minta untuk memulai sesuatu,sesuatu yang paling mudah dan paling disenangi [ hobi ].Ternyata ada hal yang disukai temen yang satu ini, bisnis laptop 2nd.
Akhirnya kita sepakat untuk memberi kesempatan beliau untuk memulai melangkah.
Barakallahu fiikum...akan kutagih update info dari njenengan

Mihwar Tarbawi [2] Untuk Salman

Alhamdulillah,
Pada bulan juni 2008 Salman kembali melanjutkan sekolahnya.Salman masih di level Playgroup karena umurnya baru masuk 3tahun pada mei 2008.
Alhamdulillah pada liburan kali ini salman akan mendapatkan kesempatan liburan 3 kali dalam 2 pekan.
Liburan pertama ke kota jember mulai tanggal 26 hingga 29 juni 2008
Lburan kedua insya4JJI pekan ini ke rumah jidah tipa,insya4JJ bisa 2 malam
Liburan ketiga insya4JJI ke rumah jidah esa,insya4JJ pekan depan,insya4JJ juga 2 malam.
Selanjutnya, pada tanggal 14 Juli 2008 insya4JJ salman mulai memasuki marhalah playgroup.
Barakallah fiikum