31 August 2008

7 dari 10

Pernahkah keberadaan kita diremehkan,direndahkan atau mungkin dianggap tdk ada? Jangan risau teman.
Tidak mungkin kita bisa diterima oleh seluruh unsur dalam lingkungan kita, mungkin karena satu dan lain sebab.
Jangan pernah kita menuntut agar semua orang bisa menerima kita [dengan ikhlas], yang harus kita sadari tentunya kita sedang hidup di jaman yang serba duniawi,kalo gak ikut kita dianggap aneh.
Kalo dulu para sahabat menceritakan amaliah unggulannya hanya karena ditanya Rosulullah Saw.
Kalo sekarang banyak orang mengumumkan agar orang lain merubah pandangannya kepada kita.
Kecenderungan inilah yang menyebabkan banyak orang memilih menerima kita,karena mungkin kita ber-titel,mungkin kita tampak kaya,mungkin juga karena orang tua kita kaya.
Jika logika ini dibalik,kecenderungan ini juga yg menyebabkan orang menolak keberadaan kita,merendahkan kita.
Sore ini saya mendapat ibroh dari ibunya salman.
Minimal 30% dari unsur disekitar kita akan menolak keberadaan kita, ini angka wajar kalo kita tidak mempunyai daya tarik.Mungkin angka itu bisa lebih besar jika kita masuk dalam lingkungan matre,gila prestise.
Jika dari kita masih ada yang menerima nasib diremehkan,jangan risau kawan,itu biasa.Masih ada 70% atau mungkin 50% orang mau menerima kita.

30 August 2008

H-1 Ramadhan

Setelah berkutat dengan macet di kawasan lumpur lapindo porong menuju rumah mertua,pagi ini badanku terasa lebih fresh.
Rindu semakin terasa,seiring semakin dekat hari pertemuan dengan bulan yang diberkahi.
Silaturahmi kepada orang tua yg jauh adalah tradisi islami,meminta maaf memohon ridho orang tua sebelum memasuki ramadhan.
Harapan besar semoga kita mampu memaksimalkan ibadah di bulan mulia ini.

30 agustus 2008
Sabtu pagi
Bangil

27 August 2008

Salman dan mamanya

Ini waktu ummu salman periksa ke dokter kandungan,umur kandungan udah 8 bulan.sebenarnya ini belum waktunya ke periksa tapi karena ada kontraksi yg agak berlebihan jadi kita ikhtiar periksa ke dokter.

Pada saat posting ini umur kandungan udah masuk 9 bulan, udah deket ya, bentar lagi salman punya adik

25 August 2008

Seminggu lagi.....Ramadhan Kareem

Insya4JJ satu minggu kedepan kita bersama bertemu dengan bulan yang kita tunggu-tunggu, bulan penuh berkah,penuh ampunan,bulan yang didalamnya kita diberi kesempatan untuk meminta dan dijanjikan untuk dikabulkan

Insya4JJ hari senin tanggal 1 oktober kita mulai berpuasa.
Hari ini,saya dibuat menangis oleh pesan singkat seorang sahabat yang mengingatkan tentang sebuah hadits tentang doa malaikat jibril yang diamini oleh Rosulullah Saw.

Malaikat jibril meminta kepada 4JJJ SWT," Ya 4JJI tolong abaikan puasa ummat muhammad apabila sebelum masuk bulan Ramadhan tidak melakukan hal-hal berikut :
1. Tidak memohon maaf kepada lebih dulu kepada kedua orang tua [ jika masih ada ]
2. Tidak saling memaafkan pada suami istri
3. Tidak bermaafan dengan orang sekitarnya

Mungkin dari kita ada yang belum melakukan hal diatas, mari kita melaksanakannya

Semoga ibadah kita,permohonan ampun kita dan harapan-harapan kita diridhoi 4JJI SWT

Allahumma balighna fi Ramadhan

On Kantor
25 08 08

08 August 2008

Tarbiyah Untuk Para Orang Tua !!!!!!!

Alhamdulillah pada pagi hari tadi saya mendapatkan info yang sangat bagus untuk kita para orang tua. Banyak hal yang perlu kita pelajari, karena kita belum pernah sekolah khusus untuk menjadi orang tua, padahal hampir semua bidang pekerjaan di dunia ini harus diawali dengan bekal ilmu dan wawasan, Termasuk juga aspek legalitas [ijasah] kita dalam kelayakan mengerjakan pekerjaan kita.

Ternyata kita harus mengakui bahwa kita belum pernah mengenyam pendidikan sedikitpun tentang persiapan menjadi orang tua, Namun amanah ini tetap harus ditunaikan karena menyangkut pertanggung jawaban kita nanti di Yaumil Hisab.

Alhamdulillah pagi hari tadi saya menemukan ini www.sekolahorangtua.com
Dengan adanya info web site baru ini kita punya kesempatan belajar sambil magang, walaupun amanah ini udah di depan mata dan skill mendekati nol.

Inilah saatnya kita memperbaiki kualitas pendidikan kita terkait pembinaan kita kepada anak-anak kita, terutama untuk kami berdua yang sebentar lagi dikarunai anak kedua, insya44J.

Hadanallah Wa Iyyakum Ajma'in

Qobla Jum'at
08-08-08
On Kantor

06 August 2008

Dinar Emas, Mata Uang Abadi

Hari ini saya mempunyai cukup banyak waktu, sehingga beberapa ide dapat segera ditumpahkan dalam beberapa posting pada hari ini juga.

Udah lama saya tertarik dengan dinar emas,karena kestabilannya, karena sangat aman dari inflasi, karena tidak bisa hangus dan terutama karena merupakan sunnah nabawiyah.Dinar emas bebas inflasi, terbukti belum pernah kena inflasi ratusan tahun hingga sekarang.

Kita ingat pada saat Sahabat mulia Abu Bakar Ash Shiddiq menemani Kanjeng Nabi Saw hijrah ke madinah, dimana didalam Siroh Nabawiyah diceritakan Nabi mengambil jalan memutar untuk mengelabui musuh, ternyata Sahabat Abu Bakar Ash Shidiq pada saat itu membawa uang saku 1000 dinar emas, dengan kurs sekarang senilai lebih dari Rp.1 Milyar.

Besarnya uang saku yang dibawa Abu Bakar tersebut terkait dengan resiko yang harus dihadapi oleh beliau berdua, karena pada saat itu musuh islam sedang mengepung Nabi dan bersama Abu Bakar berhasil meloloskan diri dari pengepungan.

Resiko yang [ mungkin ] menjadi alasan terbesar tentang banyaknya uang yang dibawa Abu Bakar saat itu adalah harus menghilang dan menetap untuk waktu cukup lama di tempat baru,sehingga harus membeli rumah dan mungkin menyiapkan tijaroh baru untuk dijalankan di tempat baru.

Suatu persiapan yang sangat detail. Kita pun jika harus menjalani kondisi seperti akan merasa aman dan sentosa jika telah membawa uang senilai 1 milyar rupiah, kita bisa beli rumah, kita bisa beli kios/toko untuk usaha, atau kita bisa berdagang keliling, yang jelas kita bisa mandiri.

Disini Rosulullah memberikan uswah yang sangat indah, bahwa selama ada musuh yang ingin kehancuran islam maka selama itu juga kita harus menyiapkan diri sebaik mungkin, menyiapkan kebutuhan keluarga, menyiapkan kendaraan kita dan lain-lain.

Nah kenapa kita sekarang tiba-tiba udah terjebak dalam uang kertas yang artinya kita hutang senilai yang dicetak dalam kertas tersebut ???? Pertanyaan ini tidak perlu dicari jawabannya. Mari kita cari solusinya.

Solusinya udah di depan mata kita kok. Negara ini secara resmi udah menunjuk PT.Aneka Tambang untuk memproduksi dinar emas yang berstandar internasional.1 Dinar resmi internasional adalah emas 22 karat seberat 4,25 gram.

Bukti bahwa dinar emas adalah mata uang abadi adalah; harga kambing pada zaman nabi adalah 1 dinar emas, harga kambing saat ini juga 1 dinar emas,ini harga kambing sedang.Untuk lebih jelasnya banyak info tentang dinar emas di situs ini atau disini

14.27
06 Agustus 2008
On Kantor

Belajar Bisnis ??? WAJIB [ diusahakan ]

Belajar Bisnis bukan suatu hal yang menakutkan. Mempelajari bisnis bukan berarti anda akan menjadi spekulan. Saya baru menyadari bahwa bisnis mempunyai persamaan banyak dengan berjuang di jalan dakwah.

Kemenangan Dakwah islam harus diikuti dengan kemenangan ekonomi islam, kita ingat bahwa ketika Rasulullah hijrah, sesampainya di madinah Rosulullah mengawalinya dengan membangun masjid [ baqi ] dan membangun pasar. Artinya Rasulullah menanamkan 2 dasar penting dalam kemenangan agama ini, kemenangan Dakwah dan kemenangan Ekonomi Islam.Kemenangan islam adalah kemenangan secara politik dan ekonomi

Menjadi da'i adalah pilihan, begitu juga dengan menjadi pebisnis.Namun keduanya juga sama-sama wajib diusahakan, sekali lagi saya tulis agak besar ya,
wajib diusahakan.

Mencintai Dakwah islam adalah wajib, sama juga dengan mencintai bisnis

Dan yang paling penting, karakteristik Dakwah Islam juga sama persis dengan karakteristik islam, yaitu berusaha menyentu hati untuk mendapatkan kesuksesan. Keberhasilan dakwah islam tergantung dari keberhasilan menyentuh hati calon mad'u, keberhasilan bisnis sangat ditentukan oleh keberhasilan meyakinkan hati pembeli.

Jika untuk berdakwah perlu belajar,latihan, contoh soal, sama persis dengan dunia bisnis.
Menjadi bisnisman juga harus belajar, banyak latihan dan mempunyai contoh soal yang mudah dimengerti

Bagi anda yang masih dalam tahap ingin memulai, kalo cuma keinginan insya4JJ tidak ada yang bisa tercapai. Mulailah dengan melangkahkan hati, pikiran kita untuk segera mengambil tindakan agar kereta dakwah dan bisnis anda bisa segera berangkat

Hadanallahu Wa Iyyakum Ajma'in

10.51 , 06 Agustus 2008
On Kantor

Khutbah Rasulullah Menyambut Ramadhan

Untuk memperkuat Rindu, dan untuk menambah bekal dan wawasan kita bersama, berikut saya kutipkan khutbah Rasulullah menyambut Ramadhan.


Yaqulu Rosulullah Saw :

Wahai manusia! Sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia disisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam yang paling utama.

Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tamu Allah dan dimuliakan oleh-NYA. Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah, amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah. Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan shiyam dan membaca Kitab-Nya.

Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini. Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu di hari kiamat. Bersedekahlah kepada kaum fuqara dan masakin. Muliakanlah orang tuamu, sayangilah yang muda, sambungkanlah tali persaudaraanmu, jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarnya. Kasihilah anak-anak yatim, niscaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu. Bertaubatlah kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu shalatmu karena itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah Azza wa Jalla memandang hamba-hamba-Nya dengan penuh kasih; Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya dan mengabulkan doa mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya.

Wahai manusia! Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan istighfar. Punggung-punggungmu berat karena beban (dosa) mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu.

Ketahuilah! Allah ta’ala bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan mengazab orang-orang yang shalat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di hadapan Rabb al-alamin.

Wahai manusia! Barang siapa di antaramu memberi buka kepada orang-orang mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka di sisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan dia diberi ampunan atas dosa-dosa yang lalu. (Sahabat-sahabat lain bertanya: “Ya Rasulullah! Tidaklah kami semua mampu berbuat demikian.”

Rasulullah meneruskan: “Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan sebiji kurma. Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan seteguk air.”

Wahai manusia! Siapa yang membaguskan akhlaknya di bulan ini ia akan berhasil melewati sirathol mustaqim pada hari ketika kai-kaki tergelincir. Siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, Allah akan meringankan pemeriksaan-Nya di hari kiamat. Barangsiapa menahan kejelekannya di bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakanya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa menyambungkan tali persaudaraan (silaturahmi) di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa melakukan shalat sunat di bulan ini, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka. Barangsiapa melakukan shalat fardu baginya ganjaran seperti melakukan 70 shalat fardu di bulan lain. Barangsiapa memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan. Barangsiapa di bulan ini membaca satu ayat Al-Quran, ganjarannya sama seperti mengkhatam Al-Quran pada bulan-bulan yang lain.

Wahai manusia! Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak pernah menutupkannya bagimu. Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabbmu untuk tidak akan pernah dibukakan bagimu. Setan-setan terbelenggu, maka mintalah agar ia tak lagi pernah menguasaimu. Amirul mukminin k.w. berkata: “Aku berdiri dan berkata: “Ya Rasulullah! Apa amal yang paling utama di bulan ini?” Jawab Nabi: “Ya Abal Hasan! Amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah”.

Wahai manusia! sesungguhnya kamu akan dinaungi oleh bulan yang senantiasa besar lagi penuh keberkahan, yaitu bulan yang di dalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan; bulan yang Allah telah menjadikan puasanya suatu fardhu, dan qiyam di malam harinya suatu tathawwu’.”

“Barangsiapa mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu pekerjaan kebajikan di dalamnya, samalah dia dengan orang yang menunaikan suatu fardhu di dalam bulan yang lain.”

“Ramadhan itu adalah bulan sabar, sedangkan sabar itu adalah pahalanya surga. Ramadhan itu adalah bulan memberi pertolongan ( syahrul muwasah ) dan bulan Allah memberikan rizqi kepada mukmin di dalamnya.”

“Barangsiapa memberikan makanan berbuka seseorang yang berpuasa, adalah yang demikian itu merupakan pengampunan bagi dosanya dan kemerdekaan dirinya dari neraka. Orang yang memberikan makanan itu memperoleh pahala seperti orang yang berpuasa tanpa sedikitpun berkurang.”

Para sahabat berkata, “Ya Rasulullah, tidaklah semua kami memiliki makanan berbuka puasa untuk orang lain yang berpuasa. Maka bersabdalah Rasulullah saw, “Allah memberikan pahala kepada orang yang memberi sebutir kurma, atau seteguk air, atau sehirup susu.”

“Dialah bulan yang permulaannya rahmat, pertengahannya ampunan dan akhirnya pembebasan dari neraka. Barangsiapa meringankan beban dari budak sahaya (termasuk di sini para pembantu rumah) niscaya Allah mengampuni dosanya dan memerdekakannya dari neraka.”

“Oleh karena itu banyakkanlah yang empat perkara di bulan Ramadhan; dua perkara untuk mendatangkan keridhaan Tuhanmu, dan dua perkara lagi kamu sangat menghajatinya.”

“Dua perkara yang pertama ialah mengakui dengan sesungguhnya bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan mohon ampun kepada-Nya . Dua perkara yang kamu sangat memerlukannya ialah mohon surga dan perlindungan dari neraka.”

“Barangsiapa memberi minum kepada orang yang berbuka puasa, niscaya Allah memberi minum kepadanya dari air kolam-Ku dengan suatu minuman yang dia tidak merasakan haus lagi sesudahnya, sehingga dia masuk ke dalam surga.” (HR. Ibnu Huzaimah)

Artikel ini diambil dari Hidayatullah.com

Rindu itu makin terasa.......Ya Ramadhan

Kemaren sore saat pulang kerja, angin sore di komplek perumahan tempat tinggalku terasa udah lain.Aroma Ramadhan udah mulai menyengat di hati. Aroma yang diperkuat oleh rindu akan bulan suci semakin kuat tatkala bertemu saudara seperjuangan yang udah intens berbicara Tarhib Ramadhan.

Istri dirumah udah mulai mengingatkan kebiasaan tilawah bersama pada beberapa ramadhan terakhir yang pernah kita lalui. Rindu semakin membara tatkala membaca kembali tulisan para Asatidz tentang segala hal berkaitan dengan bulan ramadhan.

Dan ternyata, kerinduan akan kedatangan Tamu Agung ini merupakan indikator keimanan seseorang. Jika tidak ada kerinduan tentang ramadhan, jangan biarkan hati ini berlarut-larut seperti itu. Segera hangatkan jiwa dengan amalan bernilai taqwa untuk mencapai kerinduan ini.

Rindu ini semakin terasa, tatkala ingat insya4JJI putra kami yang kedua akan lahir pada bulan ini,mudah-mudahan keberkahan 4JJI yang melimpah pada Syahrul Mubarok ini melimpah juga untuk kami sekeluarga, terutama untuk putra kami yang kedua.Barakallahu Fiikum

Rindu ini makin terasa......... Ya Ramadhan

Ya 4JJI, Berkahilah kami pada bulan Rajab dan Sya'ban, dan pertemukan kami dengan bulan Ramadhan


09.37
On Kantor 6 Agustus 2008

05 August 2008

Jangan Sia-siakan Ramadhan kali ini...........

Kurang dari 1 bulan lagi kita kedatangan tamu, tamu yang akan bermalam dirumah kita 'hanya' untuk 1bulan.Tamu ini membawa oleh-oleh cukup banyak untuk kita.Layaknya seorang muslim, jika ada tamu maka kita wajib memuliakannya.Khusus untuk tamu ini,selama 1bulan penuh kita dilayani, bukan melayani.

Bulan Ramadhan adalah tamu yang disiapkan 4JJ SWT untuk memberikan waktu yang berarti, lebih berarti dari 11 bulan lainnya.

Sungguh malang jika masih ada umat muslim yang tidak mau memanfaatkan waktu yang sangat berkah pada bulan ramadhan.

Sungguh malang jika ada diantara kita yang tidak merasakan perbedaan di hati dan pikiran saat memasuki bulan suci ini

Sungguh malang jika kita termasuk orang yang merugi, yaitu muslimin yang berpuasa tapi tidak mendapatkan apa-apa selain lapar dan dahaga.

Ramadhan adalah bulan penuh berkah, penuh berkah dari semua sisi kebaikan. Oleh karena itu, umat Islam harus mengambil keberkahan Ramadhan dari semua aktifitas positif dan dapat memajukan Islam dan umat Islam. Termasuk dari sisi ekonomi, sosial, budaya dan pemberdayaan umat. Namun demikian semua aktifitas yang positif itu tidak sampai mengganggu kekhusu’an ibadah ramadhan terutama di 10 terakhir bulan Ramadhan. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam menjadikan bulan puasa sebagai bulan penuh amaliyah dan aktivitas positif. Selain yang telah tergambar seperti tersebut di muka, beliau juga aktif melakukan kegiatan sosial kemasyarakatan. Rasulullah saw. menikahkan putrinya (Fathimah) dengan Ali RA, menikahi Hafsah dan Zainab.

Ada beberapa hal yang bisa dijadikan pegangan agar bulan ramadhan kali ini benar-benar menjadi bulan ramadhan yang terbaik dibandingkan ramadhan kita sebelumnya, karena bisa jadi ramadhan kali ini adalah ramadhan yang terakhir bagi kita.

Persiapan Mental
Persiapan mental untuk puasa dan ibadah terkait lainnya sangat penting. Apalagi pada saat menjelang hari-hari terakhir, karena tarikan keluarga yang ingin belanja mempersiapkan hari raya, pulang kampung dll, sangat mempengaruhi umat Islam dalam menunaikan kekhusu’an ibadah Ramadhan. Dan kesuksesan ibadah Ramadhan seorang muslim dilihat dari akhirnya. Jika akhir Ramadhan diisi dengan i’tikaf dan taqarrub yang lainnya, maka insya Allah dia termasuk yang sukses dalam melaksanakan ibadah Ramadhan.

Persiapan ruhiyah (spiritual)
Persiapan ruhiyah dapat dilakukan dengan memperbanyak ibadah, seperti memperbanyak membaca Al-Qur’an saum sunnah, dzikir, do’a dll. Dalam hal mempersiapkan ruhiyah, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam mencontohkan kepada umatnya dengan memperbanyak puasa di bulan Sya’ban, sebagaimana yang diriwayatkan ‘Aisyah ra. berkata:” Saya tidak melihat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam menyempurnakan puasanya, kecuali di bulan Ramadhan. Dan saya tidak melihat dalam satu bulan yang lebih banyak puasanya kecuali pada bulan Sya’ban” (HR Muslim).

Persiapan fikriyah
Persiapan fikriyah atau akal dilakukan dengan mendalami ilmu, khususnya ilmu yang terkait dengan ibadah Ramadhan. Banyak orang yang berpuasa tidak menghasilan kecuali lapar dan dahaga. Hal ini dilakukan karena puasanya tidak dilandasi dengan ilmu yang cukup. Seorang yang beramal tanpa ilmu, maka tidak menghasilkan kecuali kesia-siaan belaka.

Persiapan Fisik dan Materi
Seorang muslim tidak akan mampu atau berbuat maksimal dalam berpuasa jika fisiknya sakit. Oleh karena itu mereka dituntut untuk menjaga kesehatan fisik, kebersihan rumah, masjid dan lingkungan. Rasulullah mencontohkan kepada umat agar selama berpuasa tetap memperhatikan kesehatan. Hal ini terlihat dari beberapa peristiwa di bawah ini :
• Menyikat gigi dengan siwak (HR. Bukhori dan Abu Daud).
• Berobat seperti dengan berbekam (Al-Hijamah) seperti yang diriwayatkan Bukhori dan Muslim.
• Memperhatikan penampilan, seperti pernah diwasiatkan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam kepada sahabat Abdullah ibnu Mas’ud ra, agar memulai puasa dengan penampilan baik dan tidak dengan wajah yang cemberut. (HR. Al-Haitsami).

Sarana penunjang yang lain yang harus disiapkan adalah materi yang halal untuk bekal ibadah Ramadhan. Idealnya seorang muslim telah menabung selama 11 bulan sebagai bekal ibadah Ramadhan. Sehingga ketika datang Ramadhan, dia dapat beribadah secara khusu’ dan tidak berlebihan atau ngoyo dalam mencari harta atau kegiatan lain yang mengganggu kekhusu’an ibadah Ramadhan.

Merencanakan Peningkatan Prestasi Ibadah (Syahrul Ibadah)
Ibadah Ramadhan dari tahun ke tahun harus meningkat. Tahun depan harus lebih baik dari tahun ini, dan tahun ini harus lebih baik dari tahun lalu. Ibadah Ramadhan yang kita lakukan harus dapat merubah dan memberikan output yang positif. Perubahan pribadi, perubahan keluarga, perubahan masyarakat dan perubahan sebuah bangsa. Allah SWT berfirman : « Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri » (QS AR- Ra’du 11). Diantara bentuk-bentuk peningkatan amal Ibadah seorang muslim di bulan Ramadhan, misalnya; peningkatan, ibadah puasa, peningkatan dalam tilawah Al-Qur’an, hafalan, pemahaman dan pengamalan. Peningkatan dalam aktifitas sosial, seperti: infak, memberi makan kepada tetangga dan fakir-miskin, santunan terhadap anak yatim, beasiswa terhadap siswa yang membutuhkan dan meringankan beban umat Islam. Juga merencanakan untuk mengurangi pola hidup konsumtif dan memantapkan tekad untuk tidak membelanjakan hartanya, kecuali kepada pedagang dan produksi negeri kaum muslimin, kecuali dalam keadaan yang sulit (haraj).

Menjadikan Ramadhan sebagai Syahrut Taubah (Bulan Taubat)
Bulan Ramadhan adalah bulan dimana syetan dibelenggu, hawa nafsu dikendalikan dengan puasa, pintu neraka ditutup dan pintu surga dibuka. Sehingga bulan Ramadhan adalah bulan yang sangat kondusif untuk bertaubat dan memulai hidup baru dengan langkah baru yang lebih Islami. Taubat berarti meninggalkan kemaksiatan, dosa dan kesalahan serta kembali kepada kebenaran. Atau kembalinya hamba kepada Allah SWT, meninggalkan jalan orang yang dimurkai dan jalan orang yang sesat.

Taubat bukan hanya terkait dengan meninggalkan kemaksiatan, tetapi juga terkait dengan pelaksanaan perintah Allah. Orang yang bertaubat masuk kelompok yang beruntung. Allah SWT. berfirman: “Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung” (QS An-Nuur 31).

Oleh karena itu, di bulan bulan Ramadhan orang-orang beriman harus memperbanyak istighfar dan taubah kepada Allah SWT. Mengakui kesalahan dan meminta ma’af kepada sesama manusia yang dizhaliminya serta mengembalikan hak-hak mereka. Taubah dan istighfar menjadi syarat utama untuk mendapat maghfiroh (ampunan), rahmat dan karunia Allah SWT. “Dan (dia berkata): "Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa." (QS Hud 52)

Menjadikan bulan Ramadhan sebagai Syahrut Tarbiyah, Da’wah
Bulan Ramadhan harus dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para da’i dan ulama untuk melakukan da’wah dan tarbiyah. Terus melakukan gerakan reformasi (harakatul ishlah). Membuka pintu-pintu hidayah dan menebar kasih sayang bagi sesama. Meningkatkan kepekaan untuk menolak kezhaliman dan kemaksiatan. Menyebarkan syiar Islam dan meramaikan masjid dengan aktifitas ta’lim, kajian kitab, diskusi, ceramah dll, sampai terwujud perubahan-perubahan yang esensial dan positif dalam berbagai bidang kehidupan. Ramadhan bukan bulan istirahat yang menyebabkan mesin-mesin kebaikan berhenti bekerja, tetapi momentum tahunan terbesar untuk segala jenis kebaikan, sehingga kebaikan itulah yang dominan atas keburukan. Dan dominasi kebaikan bukan hanya dibulan Ramadhan, tetapi juga diluar Ramadhan.

Menjadikan Ramadhan sebagai Syahrul Muhasabah (Bulan Evaluasi)
Dan terakhir, semua ibadah Ramadhan yang telah dilakukan tidak boleh lepas dari muhasabah atau evaluasi. Muhasabah terhadap langkah-langkah yang telah kita perbuat dengan senantiasa menajamkan mata hati (bashirah), sehingga kita tidak menjadi orang/kelompok yang selalu mencari-cari kesalahan orang/kelompok lain tanpa mau bergeser dari perbuatan kita sendiri yang mungkin jelas kesalahannya. Semoga Allah SWT senantiasa menerima shiyam kita dan amal shaleh lainnya dan mudah-mudahan tarhib ini dapat membangkitkan semangat beribadah kita sekalian sehingga membuka peluang bagi terwujudnya Indonesia yang lebih baik, lebih aman, lebih adil dan lebih sejahtera. Dan itu baru akan terwujud jika bangsa ini yang mayoritasnya adalah umat Islam kembali kepada Syariat Allah

Hadanallah Wa Iyyakum Ajma'in

On Kantor 5 Agustus 2008 Pukul 13.52

04 August 2008

Khodijah Mengajarkan Cinta Kepada Kita

Oleh Ulis Tofa, Lc

Diriwayatkan dalam sahih Bukhari dengan sanadnya, dari Ibnu Syihab dari Urwah bin Az Zubair dari Aisyah, ummul mukminin menceritakan hadits tentang pemulaan turunnya wahyu, yaitu ketika Malaikat Jibril turun menemui Muhammad di gua Hira’ dan memintanya membaca ” iqra’ ” tiga kali.

Tiga kali juga Muhammad saw. menjawab“Maa ana biqari’ “, menegaskan bahwa beliau tidak bisa membaca. Kata “maa” merupakan penafian atau pengingkaran bahwa memang beliau tidak sanggup membaca sama sekali. Kemudian Jibril mendekapnya dengan kuat. Peristiwa tiba-tiba itu membuat Muhammad saw. takut dan khawatir terhadap dirinya.

Muhammad saw. segera pulang menemui Khadijah binti Khuwailid ra seraya berkata, “Selimuti aku, selimuti aku.” Dengan sigap Khadijah menyelimutinya, perlahan rasa takut mulai menghilang. Setelah merasa tenang, Muhammad saw. menceritakan kejadian yang dialaminya. “Sungguh saya takut terhadap diriku.” pungkas Muhammad saw.

“فقالت خديجة: كلا والله ما يخزيك الله أبدا إنك لتصل الرحم ، وتحمل الكل، وتُكسب المعدوم، وتُقرى الضيف، وتُعين على نوائب الحق”

Dengan sigap dan mantap Khadijah menjawab, “Tidak, sekali-kali tidak, Demi Allah, Allah tidak akan menghinakan engkau selamanya, karena engkau penyambung silaturahim, membantu yang memerlukan, meringankan orang yang tidak berpunya, memulyakan tamu dan menolong untuk kebenaran.”

****

Yang menarik untuk disebut dari periwayatan ini adalah, bahwa Aisyah istri Rasulullah saw. sangat cemburu dengan Khadijah , namun demikian, Aisyah secara amanah meriwayatkan kisah ini apa adanya, tidak dikurangi sedikit pun. Subhanallah!

****

(فدخل على خديجة بنت خويلد)

“Maka Muhammad segera pulang menemui Khadijah di rumahnya”, mengisyaratkan bahwa Muhammad saw. “betah” berkeluarga dengan Khadijah, bahkan beliau mengkhususkan curhat kepadanya atas kejadian yang dialaminya. Padahal Khadijah ra tidak sendirian di rumahnya, Khadijah bersama anak-anaknya -bukan anak Muhammad dari hasil pernikahan dengan Khadijah-.

Seandainya Muhammad saw. tidak “betah” di rumah Khadijah, pasti beliau tidak akan pulang ke rumah Khadijah di saat dirinya dihantui ketakutan seperti itu.

Muhammad saw. minta diselimuti, ketika rasa takut dalam dirinya lenyap dan rasa khawatir yang menyelimuti jiwanya hilang, Muhammad saw. baru menceritakan apa yang terjadi.

****

Rasa takut yang demikian hebat mampu menghalangi berpikir jernih dan menghambat berinisiatif secara cepat dan tepat.

(فلما ذهب عن إبراهيم الروع وجاءته البشرى يجادلنا في قوم لوط(

“Maka tatkala rasa takut hilang dari Ibrahim dan berita gembira telah datang kepadanya, diapun bersoal jawab dengan (malaikat-malaikat) kami tentang kaum Luth.” Huud:74

(فزملوه حتى ذهب عنه الروع)

Penggunaan huruf ” fa’ ” dalam potongan hadits di atas menunjukkan kesigapan seorang istri, “Maka Khadijah langsung menyelimutinya, sehingga hilanglah rasa takut darinya.”

Muhammad saw. terkenal sebagai seorang yang selalu menjaga kehormatan dan kepribadian dirinya, sehingga tidak mungkin beliau meminta diselimuti, kalau bukan karena kondisi yang menimpa dirinya sedemikian hebat.

Namun, rasa takut dan khawatir yang dialami Muhammad saw. adalah hal yang wajar, sebagaimana nabi-nabi sebelumnya juga demikian,

“Maka tatkala dilihatnya tangan mereka tidak menjamahnya, Ibrahim memandang aneh perbuatan mereka, dan merasa takut kepada mereka. Malaikat itu berkata: “Jangan kamu takut, Sesungguhnya kami adalah (malaikat-malaikat) yang diutus kepada kaum Luth.” Huud:70

“Maka Musa merasa takut dalam hatinya.” Thaaha:67

“(Tetapi mereka tidak mau makan), karena itu Ibrahim merasa takut terhadap mereka. mereka berkata: “Janganlah kamu takut”, dan mereka memberi kabar gembira kepadanya dengan (kelahiran) seorang anak yang alim (Ishak). Adz Dzariat:28

Muhammad menceritakan kejadian yang dialaminya setelah beliau benar-benar merasakan ketenangan. Muhammad memilih Khadijah sebagai tempat curhat beliau. Kenapa? Karena Khadijah orang yang paling tahu tentang dirinya, orang yang paling dekat dengannya, Khadijah tahu, bahwa apa yang diceritakan suaminya adalah benar.

Sekaligus Muhammad saw. juga paham bahwa istrinya mampu memberi jalan keluar dari peristiwa yang hadapinya.

Khadijah seorang yang cerdas, mengetahu solusi jitu atas apa yang dialami suaminya, termasuk perihal yang belum pernah terjadi sekalipun.

****

Permulaan turunnya wahyu merupakan tahapan baru bagi kehidupan Muhammad saw. turunnya wahyu dengan tiba-tiba menjadikan diri beliau berubah statusnya. Turunya permulaan wahyu ini sebagai deklarasi tersambungnya kembali antara langit (risalah Ilahiyah) dengan bumi (tugas penyampaian dan sikap optimisme hidup).

Tersambungnya kembali jalinan langit dan bumi, setelah sebelumnya terputus beberapa abad. Inilah proses penguatan jiwa Muhammad saw. sebagai seorang manusia untuk menerima risalah Ilahiyah.

****

Karena itu, Muhammad saw. berkata, “Saya takut terhadap diriku sendiri” rasa takut terhadap apa yang ia lihat dan di dengar itu bagian dari tipu daya jin atau dukun, sebagaimana yang dipaparkan dalam buku-buku sirah tentang ketakutan Muhammad saw. terhadap dirinya.

Khadijah menjawab dengan mantap, karena dilatar belakangi pengenalan panjangnya terhadap pribadi Muhammad saw. sejak menjadi pedagang.

Pengenalan panjang Khadijah sebelum menikah dengan Muhammad, yaitu informasi di dapat dari pembantunya yang bernama Maisaroh -seorang laki-laki- yang menemani Muhammad saw. berdagang ke Syam, di mana Maisaroh melihat awan dengan mata kepala sendiri berjalan menaungi Muhammad saw. di suasana terik matahari. Dalam riwayat lain dua malaikat menaungi Muhammad saw. kemana saja ia berjalan dari terik matahari.

Atau berteduhnya Muhammad saw. di bawah sebuah pohon. Seorang Rahib yang melihat kejadian itu berkomentar, “Tidak ada orang yang berteduh di pohon ini kecuali ia adalah seorang nabi, sebagaimana diterangkan dalam kitab asli kami.” Dan ketika diceritakan ciri-ciri Muhammad, maka itu persis tertulis dalam kitab mereka.

Kisah ini ditulis di banyak buku sirah, seperti sirah Ibnu Ishaq, sirah Ibnu Hisyam, sirah As Suyuthi, sirah As Suhaili dan lain-lain.

****

Makanya, ketika Khadijah menjawab dengan mantap, “Tidak, sekali-kali tidak” adalah berdasarkan data-data panjang yang ia ketahui sebelumnya. Jawaban yang juga tidak diduga Muhammad saw. sendiri. Jawaban tegas, memancar dari aliran cintanya kepada suaminya. Kenapa tidak? Karena Khadijah yakin bahwa beliau adalah utusan Allah swt. untuk umat ini.

Khadijah segera mencarikan informasi kepada tokoh agama, Waraqah bin Naufal, atau kepada pendeta Buhaira tentang kejadian yang dialami Muhammad saw. Keduanya berkomentar, bahwa Muhammad seorang nabi akhir zaman untuk umat ini.

****

Proses nikahnya Khadijah dengan Muhammad pun unik, dimana Khadijah meminta salah seorang wanita Quraisy untuk mempengaruhi Muhammad dengan menceritakan keistimewaan dan kelebihan Khadijah. Di akhir lobi, wanita itu menawarkan kepada Muhammad, bahwa Khadijah layak menjadi Istrinya, dan Muhammad cocok menjadi suaminya.

Dengan ditemani pamannya, Abu Thalib dan paman-paman yang lain, Muhammad saw. melamar Khadijah. Sejarah sirah mencatat, bahwa Khadijah ketika itu sebagai seorang pebisnis ulung yang sangat kaya raya.

****

Kisah lain yang menguatkan bahwa Muhammad saw. seorang Rasul adalah sebagaimana diriwayatkan Imam Baihaqi dari Ibnu Ishaq, bahwa Khadijah bersanding dengan Muhamamd saw. di dalam rumahnya. Khadijah berkata, “Apakah engkau melihat Malaikat Jibril? Muhammad menjawab, “Ya”. Maka Khadijah masuk kebilik kamarnya dan bersanding dengan Muhammad seraya membuka tutup kepala dan cadar yang dipakainya. Khadijah kembali bertanya, “Apakah engkau masih melihatnya? Tidak, jawab Muhamamd saw. Khadijah berkomentar, Ia bukanlah setan, ia adalah malaikat wahai putra pamanku. Khadijah yakin dan bersaksi bahwa apa yang dibawa Muhammad saw. adalah kebenaran.

Demikian, kita melihat sikap bijak ummul mukminin, Khadijah ra. Dirinya menjadi dewasa dan matang bersamaan dengan kejadian-kejadian yang dialaminya. Khadijah menjadi mudah menyelesaikan persoalan bersamaan dengan permasalahan-permasalahan yang dihadapinya. Khadijah tidak sekedar menggembirakan dan membela Muhammad saw. berdasarkan dugaan atau kamuflase belaka. Akan tetapi Khadijah mempersembahkan pembelaan dan menyenangkan hati suaminya karena berdasarkan data-data panjang yang ia hadapi selama ini.

Dengan sigap dan penuh cinta, Khadijah mendampingi suaminya menghadapi persoalan hidup. Allahu a’lam

Artikel ini diambil dari Dakwatuna.com

Berdo'alah Jangan Sampai Mempunyai Tetangga Jahat

Oleh Muhammad Bugi

Tetangga adalah masalah penting dalam hidup kita. Karena itu, disikapi secara serius. Sebab, tetangga memiliki pengaruh yang tidak kecil terhadap keluarga kita. Apalagi jika kita tinggal di lingkungan yang rumahnya saling berdekatan, tidak peduli berbentuk flat, kondominium, apartemen, perumahan RSSS, atau gubuk pinggir kali lengkap dengan gang senggolnya.

Rasulullah saw. mengabarkan bahwa ada empat hal termasuk kebahagiaan dan salah satunya adalah mendapat tetangga yang baik. Nabi juga menyebutkan empat hal termasuk kesengsaraan dan salah satunya adalah mendapat tetangga yang jahat. Karena itu Rasulullah saw. berdoa, “Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari tetangga yang jahat di rumah tempat tinggal, karena tetangga nomaden (hidup berpindah-pindah) akan pindah.”

Rasulullah saw. pun memerintahkan umat Islam untuk berlindung dari hal yang sama, “Berlindunglah kalian kepada Allah dari tetangga yang jahat di rumah tempat tinggal, karena tetangga yang nomaden akan berpindah daripadamu.”

Jika perinci pengaruh tetangga jahat terhadap keluarga kita, suami atau isteri, dan anak-anak serta berbagai gangguan yang menyakitkan yang ditimbulkannya, tentu banyak sekali. Intinya hidup kita jadi serba susah bersebelahan dengan tetangga yang jahat. Karena itu, seorang muslim harus mengamalkan kaidah ini: pilih tetangga sebelum memilih rumah.

Jika Anda punya kontrakan berpintu-pintu, jangan sampai menghadirkan tetangga yang jahat. Lebih baik disewa tetangga yang baik meski sedikit rugi dari sisi materi. Sebab, tetangga yang baik tak bisa dihargai dengan materi. Berapapun besarnya.

Memuliakan Tetangga

Berbuat baik kepada tetangga juga menjadi perhatian serius ajaran Islam. Perhatikan firman Allah Taala,

وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَى وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ

“Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri.” (An-Nisa: 36)

Nabi Muhammad saw. pun mengingatkan kita agar selalu berbuat baik kepada tetangga. Ibnu Umar dan Aisyah r.a. berkata, Nabi saw. bersabda, “Jibril selalu menasihatiku untuk berlaku dermawan terhadap para tetangga, hingga rasanya aku ingin memasukkan tetangga-tetangga tersebut ke dalam kelompok ahli waris seorang muslim.” (Bukhari dan Muslim)

Abu Dzarr r.a. berkata, bersabda Rasulullah saw., “Hai Abu Dzarr, jika engkau memasak sayur, perbanyaklah kuahnya dan perhatikan (bagilah tetanggamu).” (Muslim)

Abu Hurairah berkata, bersabda Nabi saw., “Demi Allah, tidak beriman, demi Allah, tidak beriman, demi Allah, tidak beriman.” Ditanya, “Siapa, ya Rasulullah?” Jawab Nabi, “Orang yang tidak aman tetangganya dari gangguannya.” (Bukhari dan Muslim)

Abu Hurairah berkata, bersabda Nabi saw. “Siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir hendaklah memuliakan tetangganya.” (Bukhari dan Muslim)

Nabi juga bersabda, “Orang yang tidur dalam keadaan kenyang sedangkan tetangganya lapar, bukanlah umatku.”

Namun yang harus kita perhatikan, hak-hak tetangga itu tidak ditujukan bagi tetangga kita yang muslim saja. Tentu tetangga muslim kita punya hak tambahan dari tetangga non-muslim, yaitu hak sebagai saudara (ukhuwah Islamiyah). Tapi dalam hubungan bertetangga, hak-haknya sejajar dengan tetangga kita dari kalangan non-muslim.

Berbuat baik dan memuliakan tetangga adalah pilar terciptanya kehidupan sosial yang harmonis. Apabila seluruh kaum muslimin mengamalkan perintah Allah swt. dan Nabi saw. ini, tentu tidak akan terjadi kerusuhan, tawuran, ataupun konflik di kampung tempat mereka tinggal.

Kiat Praktis Memuliakan Tetangga

1. Sering-seringlah bertegur sapa. Tanyai keadaan kesehatan mereka.

2. Berikanlah kepada mereka sebagian makanan yang kita makan.

3. Bawakan sekadar buah tangan buat mereka apabila kita kembali dari bepergian jauh.

4. Bantulah mereka apabila sedang mengalami musibah ataupun menyelenggarakan hajatan.

5. Berilah kepada anak-anak mereka sesuatu yang menyenangkan baik berupa makanan ataupun mainan.

6. Sesekali undanglah mereka makan bersama di rumah.

7. Berikanlah hadiah kaset, buku bacaan yang mendorong mereka untuk lebih memahami Islam.

8. Ajaklah mereka sesekali ke acara pengajian atau majelis taklim, atau pergilah bersama mereka memenuhi suatu undangan walimah apabila mereka juga diundang.

Jika Anda amalkan, insya Allah, Anda akan menjadi tetangga yang baik buat keluarga yang tinggal di sebelah rumah Anda.


Artikel ini diambil dari Dakwatuna.com