26 November 2008

Pasar Lelang Komoditi JATIM



Kemaren Saya bersama adik menghadiri Pasar Lelang komoditi Ke 51 yang diprakarsai oleh depperindag jawa timur.

Pasar lelang ini diadakan sebulan sekali, sayang baru kali ini kami bisa ikut karena ketidak tahuan kami. Bulan depan pasar lelang akan diadakan pada hari selasa tanggal 23 desember 2008.Selama ini pasar komoditi diikuti oleh peserta dari berbagai macam komoditas.Namun mulai awal 2009 insya4JJ Pasar lelang ini hanya boleh diikuti oleh komoditas agro saja.

Ini kesempatan besar, karena omzet untuk transaksi setengah hari saja kemaren, praktisnya jam 10.30 hingga jam 13.00 terkumpul transaksi senilai 7,7 Milyar. Waaoouuu. It's real. Ada foto display transaksinya yang akan saya posting jg.


Pengusaha hasil laut dari kendari SulTeng menampilkan display produk mereka, Lobster, Ikan Kerapu dll



Beliau adalah salah satu moderator Pasar Lelang. Ada 3-4 Moderator yang selalu mobile di ruangan untuk mengajak para peserta lelang untuk pro aktif dalam acara ini.




Berikut ini foto-foto produk dari beberapa peserta lelang :


Ini adalah produsen Susu kedelai bubuk

Ini produsen kripik singkong

Ini produsen ledre pisang

Ini produsen serba bisa ( kalo dibilang gak fokus nanti dikira menghina ). Beliau kadang-kadang bawa kerupuk ikan dari gresik, kali ini tas mewah produksinya sendiri. Beliau dari surabaya.

Gambar dibawah ini adalah para produsen camilan, ada juga telur asin disitu






Berikut ini adalah produsen batik dari pekalongan.






Yang dibawah ini produsen mukenah dan sajadah batik jumputan dari bojonegoro.




Kalo ini produsen sandal borci dan sepatu bordir dari kabupaten Pasuruan.




Suasana lelang terbuka bahan pokok berupa beras antara pengusaha beras dari bojonegoro dan pedagang beras dari pasar induk kramat jati jakarta.Setelah deal mereka bersalaman.



Dan akhirnya acara diakhiri. Transaksi total tercatat.......


Bravo untuk depperindag Jawa Timur atas prakarsa acara ini.
Dan bagi temen-temen produsen apa saja, terutama di bidang agro,baik di jawa timur atau propinsi lainnya bisa ikut di acara ini. Info tentang acar ini emang sangat terbatas, kami mendapatkan dari hasil bincang-bincang ringan tanpa sengaja ditawari ikut,itupun ikut delegasi dari kota lain.

Wallahu A'lam

Gresik
28 Dzul Qo'dah 1429 / 26 november 2008
On Kantor

22 November 2008

Rumah Tangga Yang Paling Dicintai......

"Rumah tangga yang paling dicintai oleh Alloh SWT yaitu rumah tangga
yang di dalamnya ada anak yatim yang dimuliakan." (HR. Ath-Thabarani
dan Asbahani).

Sampe sekarang, ada cita-cita besar yang belum dapat saya 'sentuh'. Cita-cita yang dulu pernah saya sampaikan kepada seorang sahabat pada waktu masih kuliah, dan kami berdua udah berkomitmen untuk menata jalan guna melancarkan cita-cita ini terwujud. Sahabat saya udah lebih dulu mengakses ke pintu cita-cita ini, 2 tahun setelah saya lulus kuliah, sementara saya terlena oleh dunia.

Tiba-tiba saya sedih, beberapa tetes air mata ini membasahi mata, kenapa sampe saya diberi nikmat yang luar biasa seperti ini kok masih lupa. Tapi pada siang hari ini rasa syukur tiba-tiba memuncak, sebuah tulisan teman yang telah memaksa air mata ini mengalir deras, sederas kesedihan ini, karena saya teringat atas cita-cita besar itu. Inilah tulisan yang telah membuat saya mengangkat tangan di siang hari, di sela kesibukan kantor, memohon kepada Robbul Izzati agar segera dikabulkan cita-cita ini.Sebelum kontrak hidup hamba berakhir......
---------------------------------------------------------------------------------------------------

Kapan Bapak Pulang Mak?


By: Agussyafii


Ternyata saya baru tahu kalo anak-anak mendapat tugas dari mbak tien
untuk anak-anak yang ikut acara di Ragunan kemaren membuat surat
kesan-kesan selama ikut kegiatan di ragunan.

Tadi pagi ada dua surat kakak beradek yaitu Daeng Gusti Ariansyah dan
Laha Dade, adeknya. Daeng sekarang kelas 6 SD sedangkan laha dade
adeknya kelas satu. Bapaknya meninggal sejak Laha Dade belum sekolah.
Surat Laha Dade berbunyi begini.

"Nama saya Laha Dade Rizki Pamungkas. saya kelas satu SD Peninggilan
V, ciledug, Tangerang. Umur 6 tahun. Waktu bertamasya saya sangat
bergembira sekali. Disana banyak permainan yang kita kerjakan
bersama-sama teman-teman dan ibunda juga kakak asuh dan doakan ya saya
menjadi anak sholeh kepada orang tua juga berguna bagi nusa dan bangsa."

Sewaktu saya pulang dari "Smile Gathering With Anak yatim" di ragunan
kemaren bersama laha, daeng dan ibunya, terbayang wajah kecil menangis
bertanya "kapan bapak pulang mak?" terdengar jawaban, "Nanti bapak
telpon, Laha yang ngomong ya..." Suara ibunya itu meluncur begitu saja
sementara air mata terus bercucuran menatap anaknya, sampai kapan Laha
terus bertanya. "Kapan bapak pulang mak?"

-----------------------------------------------------------------------------------------------

Sebuah fragmen yang menunjukan betapa seorang anak yatim adalah sosok yang HARUS kita perhatikan, bahkan ada jaminan surga dan ancaman neraka bagi yang menganggu kehidupan mereka.

Mereka sangat menunggu kita.
Mereka menjaga izzah dengan tidak meminta-minta
Mereka punya cita-cita, tapi tidak ada yang berani memberikan harapan.
Mereka juga harus sekolah, agar mereka bisa membantu dakwah islam
Namun mereka hanya punya cita-cita, jika tidak ada jalan yang dibuka untuk mereka

Lakal Hamdu 'Ala Ni'matil Islam Wal Iman
Lakal Hamdu 'Ala Kulli Hal

Dhuhur, 24 DzulQo'idah 1429 H / 22 Nov 2008
On Kantor

18 November 2008

4 Istri dalam Kehidupanku

Seorang lelaki tua renta, sedang terbaring sakit di salah satu ruangan sebuah rumah sakit mewah. Ia dikelilingi oleh 4 orang istrinya. hari itu, si laki-laki ini hendak mengutarakan sebuah wasiat, sebelum pergi meninggalkan dunia.

Mungkin bermaksud untuk berbeda dengan orang lain, pak tua ini punya keinginan untuk ditemani oleh salah satu istrinya ke alam baka. Ia menanyakan kesediaan para istrinya, untuk menemaninya menghadap Tuhan.

Ia memulai keinginannya, dengan bertanya kepada istri keempat. "Wahai istriku yang cantik. Aku sudah tua. Sebentar lagi malaikat maut akan menjemputku. Aku ingin sekali ditemani ketika menghadap Tuhanku. Maukah kau ikut bersamaku?"

Dengan nada berang, si istri keempat, yang paling muda, paling cantik, paling banyak menghabiskan waktu dan energi pak tua di luar dan di dalam rumah, sekaligus juga paling banyak menghabiskan uang, mengatakan :

”Kalau bapak ingin pergi ke luar negeri, saya pasti ikut. Kalau bapak ingin ke pesta, saya pasti ikut. Tapi maaf saja. Kalau ke alam kematian, nanti dulu ah. Mati kok ngajak-ngajak! Pergi aja sendiri!”

Dengan hati bagai diiris sembilu, pak tua kemudian bertanya lagi pada istri yang ketiga. Ia bertanya dengan pertanyaan yang sama.

”Istriku yang ketiga. Sebentar lagi, malaikat maut akan menjemputku. Bersediakah kau untuk ikut bersamaku?”

Dengan suara yang lebih lembut, istri ketiga pak tua menjawab :

”Maafkan saya, pak. Saya hanya akan menemani bapak di sini saja. Begitu ajal menjemput bapak, sampai di situ lah tugas saya menemani bapak.”

Dengan hati yang semakin hancur, pak tua menoleh ke arah istri kedua.

”Bagaimana istriku yang kedua. Maukah kau menemaniku ke alam baka?”

Inilah kata-kata yang keluar dari mulut istri keduanya :

”Maafkan saya, suamiku tercinta. Aku akan menemanimu di sini, sampai ajal menjemput. Dan jika kau sudah meninggal, menjadi tugasku pula untuk mengantar jenazahmu ke tempat pemakaman. Setelah itu, selesai tugasku sebagai istri, dan aku akan melanjutkan kehidupanku sendiri.”

Tidak ada pilihan lain. Pak tua pun memalingkan wajahnya ke arah istri pertama. Tampak lah wajah yang sangat tua, penuh keriput dan sudah pudar kecantikannya. Inilah istri yang paling lama merasakan kesusahan bersamanya. Paling sedikit dapat nafkah lahir dan bathin. Paling sedikit dapat jatah uang tetapi paling sering jadi sasaran kemarahan.

”Bagaimana istri pertamaku? Ketiga istriku yang lain tidak bersedia menemaniku menghadap Tuhan. Alangkah hancurnya hatiku, jika kau pun tidak bersedia menemaniku. Rasanya, tidak berguna segala yang sudah kulakukan selama ini.”

Berbeda dengan tiga istri sebelumnya, istri pertama menjawab dengan santun dan lemah lembut.

”Kakanda. Apapun perlakuanmu padaku di hari-hari yang telah lalu, aku akan ikut bersamamu, kemana pun kau pergi.”

Melihat kenyataan ini, pak tua kemudian berkata, "Kalau saja kutahu sejak dulu bahwa engkau lah yang akan setia menemaniku ke mana pun aku pergi, engkau lah yang paling aku perhatikan. Engkau lah yang paling kuutamakan perawatannya, melebihi ketiga istriku yang lain. Kalau saja Tuhan mengizinkanku kembali ke masa muda, takkan kubiarkan engkau jadi tampak tua dan keriput seperti ini!"

Pembaca. Cerita di atas, bukanlah cerita sebenarnya. Cerita itu hanyalah cerita rekaan, yang saya tidak tahu asal-usulnya. Berbeda dengan hadits yang perlu ditelusuri sanadnya, saya merasa tidak perlu menelusuri siapa penulis pertamanya. Yang perlu saya lakukan adalah berdo’a untuk kebaikannya, karena saya memperoleh begitu banyak hikmah dari cerita ini. Cerita ini memiliki hikmah yang sangat dalam, terutama bagi saya dan mudah-mudahan juga bagi anda, yang ingin meraih kebahagiaan dunia dan akhirat. Setiap kita, punya 4 istri kehidupan.

Apa yang dalam cerita di atas disebut sebagai istri keempat, dalam kehidupan sehari-hari disebut sebagai harta dan tahta. Banyak manusia menghabiskan hampir seluruh waktu, tenaga dan pikirannya sepanjang hidup, untuk mendapatkan apa yang kita sebut sebagai harta dan tahta. Bahkan sebagian dari mereka, rela mengorbankan harga diri, kehormatan dan bahkan akidah, untuk mendapatkan harta yang banyak dan atau pangkat yang tinggi. Korupsi, menipu diri atau orang lain dan fenomena 'jilat atasan injak bawahan' adalah sedikit dari perilaku manusia pencari harta dan tahta. Sayangnya, di akhir kematian, harta dan tahta tidak akan dibawa mati. ketika anda hidup, anda boleh punya harta dan perhiasan berlimpah, rumah indah atau mobil mewah. Tapi di dalam kehidupan, belum pernah terjadi, ada mobil BMW ikut dikubur bersama pemiliknya. Belum pernah terjadi juga, sebuah apartemen dibongkar dan kemudian reruntuhannya ditanam bersama jasad pemiliknya. Bahkan pangkat dan jabatan seringkali sudah pergi ketika seseorang belum meninggal. Banyak pejabat yang kehilangan jabatan karena sakit yang terlalu lama.

Istri ketiga dalam cerita di atas adalah badan atau jasad kita. Badan kasar ini, juga banyak makan biaya. Harta hasil jerih payah, banyak digunakan untuk kepentingan badan kasar kita. Entah itu untuk konsumsi, membeli pakaian, kosmetik atau bahkan operasi plastik. Dan ketika seseorang meninggal, maka tugas jasad kasar yang dibiayai dengan harta yang banyak itu pun selesai. Tubuh yang diberi konsumsi makanan yang enak-enak, diberi pakaian indah, dilumuri kosmetik atau bahkan diubah bentuk supaya lebih menarik, sepertinya tidak ada gunanya karena cepat atau lambat harus jadi santapan cacing dan menyatu dengan tanah.

Istri kedua adalah orang-orang terdekat kita. Bisa suami, istri, anak, orang tua maupun sanak saudara. Manusia pun menghabiskan begitu banyak waktu, tenaga dan pikiran untuk orang-orang terdekat mereka. Sayangnya, ketika seseorang harus meninggal, orrang-orang terdekat itu hanya mengantarnya sampai ke liang kubur. Seringkali terjadi, seseorang yang kaya-raya masih sakit keras dan belum meninggal, para ahli warisnya sudah ribut memperebutkan harta warisan. Teman-teman yang ketika ia masih hidup begitu akrab dan sayang, bisa jadi adalah orang-orang yang paling keras menginjak-injak tanah kuburannya. Usai dari pemakaman, mereka pun kembali mengurus kehidupan masing-masing.

Istri pertama, sekaligus istri paling setia (baik dalam cerita tadi maupun secara umum di dunia nyata), adalah jiwa kita. Jujur saja, kita menghabiskan waktu paling sedikit untuk mengurus jiwa kita. Dalam kehidupan, sadar atau tidak, kita lebih sering menghabiskan waktu, tenaga, pikiran dan energi kita untuk mencari tahta dan harta, menghabiskan harta untuk mengurus jasad kasar maupun memberikan kesenangan bagi orang-orang terdekat kita. Padahal, jiwalah yang selalu bersedia menemani kita dalam suka dan duka.

Pantaslah ketika pak tua sampai pada akhir usianya, ia menemukan sang jiwa dalam keadaan kurus, tampak tua dan penuh keriput. Boleh jadi, karena sepanjang hidupnya, ia hanya menyisakan sedikit perhatian untuk memberi makanan bagi sang jiwa. Badan ia berikan makanan berupa empat sehat lima sempurna. Badan dirawat dengan mandi spa dan operasi plastik.

JIwa kita, pada dasarnya juga membutuhkan makanan. Berbeda dengan jasad kasar, jiwa membutuhkan makanan yang menyehatkan dalam bentuk amal-amal kebajikan. Orang-orang yang hidup dengan amal kebajikan, adalah orang-orang yang selalu ditemani istri pertama yang sehat, muda, cantik dan bebas keriput.

Pembaca. Ada dua tipe istri pertama dalam kehidupan setiap orang. Istri pertama yang sehat, muda, cantik dan bebas keriput dan istri pertama yang tampak tua, kurus dan penuh keriput. Istri kehidupan macam apa yang anda inginkan?

Dikutip dari warnaislam.com

dari Penulis : Zainal Abidin PHD

11 November 2008

Karimah Smeer,Hari ini Umur 2 Bulan



Semoga Menjadi anak yang solihah....Amin.

07 November 2008

Manhaj Islam Dalam Mengantisipasi Resesi

Agama (Islam) ini bukan hanya mengatur dengan hukum (syariat)-nya; tetapi juga memberi jalan atau metode (manhaj) dalam segala urusan. Termasuk dalam ekonomi

Oleh: Muhaimin Iqbal *

Kemarin (14/11/08) di Brussels European Commission memberikan peringatan bahwa secara teknis 15 negara yang menggunakan mata uang Euro telah jatuh kedalam resesi.

Menurut para ekonom definisi resesi ini adalah pertumbuhan yang minus selama dua kwartal atau lebih secara berturut-turut.

Dengan definisi tersebut, Indonesia secara teknis belum (dan mudah-mudahan tidak) mengalami resesi ini. Data BPS terakhir yang saya lihat melalui situsnya menunjukkan PDB kita tumbuh 2.4 % pada triwulan ke 2 (Quarter to Quarter) tahun ini; meningkat dari 2.1 % pada triwulan sebelumnya. Saya belum peroleh data PDB untuk triwulan ke 3, mudah-mudahan juga baik kalau keluar nanti.

Ini mungkin yang menjadi alasan otoritas negeri ini nampak tenang-tenang saja menghadapi krisis finansial global yang mulai membawa resesi ke negara-negara ekonomi kuat seperti Uni Eropa tersebut diatas.

Mudah-mudahan mereka tahu apa yang kita tidak tahu, dan mudah-mudahan pula apa yang mereka ketahui (yang kita tidak tahu tersebut) adalah hal yang menyenangkan dan membawa kebaikan pada negeri ini.

Orang awam seperti saya (mungkin karena ketidak tahuan saya) hanya bertanya-tanya; apa iya sih negara-negara ekonomi kuat seperti Uni Eropa saja pada berjatuhan ke lembah resesi – sedangkan kita yang lebih banyak berhutang & lebih banyak membutuhkan investor dari luar – aman-aman saja ?.

Padahal kita juga tahu sebagian pemberi hutang dan investor kita juga datang dari negara-negara yang mengalami resesi tersebut !.

Ok, resesi atau tidak – tidak perlu kita permasalahkan. Yang perlu kita lakukan adalah bagaimana mempersiapkan diri agar kita siap mengahadapi situasi ekonomi yang buruk kedepan – kalau ini harus terjadi.

Alhamdulillah kita punya tuntunan yang sempurna, yang kesempurnaannya dinyatakan sendiri oleh Pencipta kita dalam firmanNya “…… Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu….” [QS 5:3].

Sebagai tuntunan yang sempurna, agama ini bukan hanya mengatur dengan hukum (syariat)-nya; tetapi juga memberi jalan atau metode (manhaj) dalam segala urusan.

Dalam menghadapi paceklik modern – krisis finansial global misalnya, kita bisa mengikuti manhaj nabi Yusuf yang diceritakan dengan sangat Indah dalam Al-Quran; petikannya :

“Yusuf berkata: "Supaya kamu bertanam tujuh tahun (lamanya) sebagaimana biasa; maka apa yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan dibulirnya kecuali sedikit untuk kamu makan. Kemudian sesudah itu akan datang tujuh tahun yang amat sulit, yang menghabiskan apa yang kamu simpan untuk menghadapinya (tahun sulit), kecuali sedikit dari (bibit gandum) yang kamu simpan. Kemudian setelah itu akan datang tahun yang padanya manusia diberi hujan (dengan cukup) dan dimasa itu mereka memeras anggur.” [QS Yusuf : 47-49]

Kunci mengantisipasi paceklik menurut ayat tersebut adalah gandum yang disimpan dan dibiarkan dibulirnya. Mengapa demikian ?; karena gandum yang dibiarkan dalam bulirnya akan awet tersimpan, tidak busuk dan ketika ditanam lagi sebagai bibit – dia tidak kehilangan daya tumbuhnya.

Panenan umat jaman ini bukan gandum, tetapi bagi yang bekerja bisa saja berupa gaji, bonus, tantiem dlsb. Bagi negara panenan ini bisa berupa minyak bumi, hasil hutan, hasil tambang, hasil laut dlsb.

Bagi individu mengatisipasi krisis dapat dilakukan dengan mengkonsumsi sebagian yang kita hasilkan, menggunakan uang kertas untuk konsumsi jangka pendek, dan menyimpan sebagiannya di ‘bulirnya’ – yaitu aset lain yang tidak mengalami penurunan nilai. Dinar emas adalah salah satunya.

Bagi negara, mengantisipasi krisis dapat dilakukan dengan mengerem konsumsi sumber daya alam – meningkatkan kemampuan mengolah hasil bumi, hasil laut , hasil hutan, hasil pertanian dlsb. Sampai kebutuhan sandang, pangan dan papan semaksimal mungkin tercukupi dalam negeri.

Bagi negara juga jangan menukar aset riil yang sebenarnya tidak mengalami penurunan nilai (minyak , gas dan hasil tambang lainnya misalnya), dengan aset yang mudah busuk nilainya seperti US$ dan berbagai mata uang asing lainnya.

Mudah kah ini diimplementasikan di jaman sekarang ?. Mungkin tidak mudah memang kalau kita berpikir secara sekuler; tetapi kalau kita sudah berniat sungguh-sungguh untuk mengambil jalan yang sesuai kehendakNya dan dicontohkanNya – maka insyaallah semua akan dimudahkanNya. Wallahu A’lam.

Penulis adalah Direktur Gerai Dinar. Tulisan ini adalah hasil kerjasama www.geraidinar.com dan www.hidayatullah.com