22 November 2008

Rumah Tangga Yang Paling Dicintai......

"Rumah tangga yang paling dicintai oleh Alloh SWT yaitu rumah tangga
yang di dalamnya ada anak yatim yang dimuliakan." (HR. Ath-Thabarani
dan Asbahani).

Sampe sekarang, ada cita-cita besar yang belum dapat saya 'sentuh'. Cita-cita yang dulu pernah saya sampaikan kepada seorang sahabat pada waktu masih kuliah, dan kami berdua udah berkomitmen untuk menata jalan guna melancarkan cita-cita ini terwujud. Sahabat saya udah lebih dulu mengakses ke pintu cita-cita ini, 2 tahun setelah saya lulus kuliah, sementara saya terlena oleh dunia.

Tiba-tiba saya sedih, beberapa tetes air mata ini membasahi mata, kenapa sampe saya diberi nikmat yang luar biasa seperti ini kok masih lupa. Tapi pada siang hari ini rasa syukur tiba-tiba memuncak, sebuah tulisan teman yang telah memaksa air mata ini mengalir deras, sederas kesedihan ini, karena saya teringat atas cita-cita besar itu. Inilah tulisan yang telah membuat saya mengangkat tangan di siang hari, di sela kesibukan kantor, memohon kepada Robbul Izzati agar segera dikabulkan cita-cita ini.Sebelum kontrak hidup hamba berakhir......
---------------------------------------------------------------------------------------------------

Kapan Bapak Pulang Mak?


By: Agussyafii


Ternyata saya baru tahu kalo anak-anak mendapat tugas dari mbak tien
untuk anak-anak yang ikut acara di Ragunan kemaren membuat surat
kesan-kesan selama ikut kegiatan di ragunan.

Tadi pagi ada dua surat kakak beradek yaitu Daeng Gusti Ariansyah dan
Laha Dade, adeknya. Daeng sekarang kelas 6 SD sedangkan laha dade
adeknya kelas satu. Bapaknya meninggal sejak Laha Dade belum sekolah.
Surat Laha Dade berbunyi begini.

"Nama saya Laha Dade Rizki Pamungkas. saya kelas satu SD Peninggilan
V, ciledug, Tangerang. Umur 6 tahun. Waktu bertamasya saya sangat
bergembira sekali. Disana banyak permainan yang kita kerjakan
bersama-sama teman-teman dan ibunda juga kakak asuh dan doakan ya saya
menjadi anak sholeh kepada orang tua juga berguna bagi nusa dan bangsa."

Sewaktu saya pulang dari "Smile Gathering With Anak yatim" di ragunan
kemaren bersama laha, daeng dan ibunya, terbayang wajah kecil menangis
bertanya "kapan bapak pulang mak?" terdengar jawaban, "Nanti bapak
telpon, Laha yang ngomong ya..." Suara ibunya itu meluncur begitu saja
sementara air mata terus bercucuran menatap anaknya, sampai kapan Laha
terus bertanya. "Kapan bapak pulang mak?"

-----------------------------------------------------------------------------------------------

Sebuah fragmen yang menunjukan betapa seorang anak yatim adalah sosok yang HARUS kita perhatikan, bahkan ada jaminan surga dan ancaman neraka bagi yang menganggu kehidupan mereka.

Mereka sangat menunggu kita.
Mereka menjaga izzah dengan tidak meminta-minta
Mereka punya cita-cita, tapi tidak ada yang berani memberikan harapan.
Mereka juga harus sekolah, agar mereka bisa membantu dakwah islam
Namun mereka hanya punya cita-cita, jika tidak ada jalan yang dibuka untuk mereka

Lakal Hamdu 'Ala Ni'matil Islam Wal Iman
Lakal Hamdu 'Ala Kulli Hal

Dhuhur, 24 DzulQo'idah 1429 H / 22 Nov 2008
On Kantor

No comments: