30 September 2008
Lailatul Ied Al Fitri 1429H
Ada yang bahagia karena besok udah bebas makan kapanpun.
Ada yang merasa merdeka karena tidak harus malu makan dipinggir jalan pada siang hari
Ada yang bahagia karena banyak terima zakat
Ada yang sedih, galau hatinya, apakah amalnya selama 1 bulan kemaren diridhoi Robbul Izzati
Ada yang sedih, memejamkan mata dan menangis di dalam masjid ba'da sholat maghrib.
Sedih karena bulan diskon amal dan diskon dosa telah berlalu.
Sedih karena suasana hati udah lain, tidak seperti saat Ramadhan ada di dalam rumah kita.
Sedih karena belum tentu Ramadhan akan datang kita bisa bersua, sembari Imaanan WahTisaban, agar Ghufiro lahu ma taqoddama min dambik.
Menangis karena takjub akan kebesaran-Nya, malam ini langit negeri dihiasi dengan pekikan takbir semalam suntuk.
4JJI Maha Besar, Tiada Ilah Selain 4JJI, 4JJI Maha Besar, Segala Puji Bagi-Nya
Gresik, Lailatul Ied Al-Fitri
Sambil Berdo'a, semoga dapat bertemu Ramadhan Tahun depan, 1430H
Abu Karimah Smeer
Ingatlah dan Lupakan
Ada 2 hal yang harus kita selalu ingat. Yang pertama adalah kesalahan kita kepada orang lain, dan yang kedua adalah kebaikan orang lain kepada kita.
Kami sekeluarga mengucapkan Taqabbalallahu mina wa minkum soolihul 'amal
Mohon Ma'af Lahir dan Batin
Dalem Nyuwun pangapunten sangking daleming ati
Faris Salim Smeer & Sofiyah Lukman Sungkar
Lailatul Iedul Fitri 1429H
28 September 2008
Cara Pembayaran Zakat
dakwatuna.com - Para Ulama telah bersepakat bahwa dasar palaksanaan zakat adalah bahwa seorang Imam mengumpulkannya dari para muzakki dan membagikannya kepada para mustahiq. Artinya, pengelolaan zakat itu merupakan salah satu tugas negara Islam, dengan dalil-dalil berikut ini:
- Al-Qur’an telah menetapkan dalam ayat zakat tentang bagian amil zakat. Ini mennunjukkan bahwa harus ada pegawai yang ditunjuk oleh negara guna menjalankan tugas ini dan diberikan gaji dari zakat.
- As-Sunnah Al-Qauliyah, “… diambil dari orang-orang kaya mereka lalu dibagikan kepada fakir miskin mereka…” di sini ada yang mengambil dan yang membagi, dan tidak dibiarkan begitu saja kepada para muzakki.
- As-Sunnah Al-Fi’liyyah, Rasulullah saw. mengirimkan para pemungut zakat. Demikian juga para khalifah sesudahnya.
- Logika, yaitu ketika zakat dibiarkan kepada perorangan mengakibatkan terlantarnya hak-hak fakir miskin, yang bisa menyebabkan keresahan dan ketidakadilan terhadap fakir msikin. Pada saat yang sama negara berkewajiban menjaga kehormatan fakir miskin. Belum lagi sebagian distribusi zakat itu disalurkan untuk kepentingan umum yang hanya bisa ditentukan oleh negara.
Harta zakat terbagi dalam dua macam, yang nyata dan yang tersembunyi. Zakat zhahir seperti zakat tanaman dan hewan, sedang yang tersembunyi seperti uang dan perdagangan.
- Para ulama telah bersepakat bahwa ketika seorang imam meminta zakat dari para mustahiq, maka harus diberikan baik dalam bentuk zhahir maupun tersembunyi. Dan ketika imam tidak mengurusi zakat, maka tidak menggugurkan zakat dari para muzakki itu, dan para muzakki wajib mengeluarkannya sendiri dan membagikannya kepada para mustahiq.
- Seorang imam diperbolehkan menyerahkan cara pembayaran zakat harta tersembunyi kepada para muzakki seperti yang dilakukan oleh Utsman r.a. dan ketika itu para muzakki yang membagikannya langsung kepada mustahiq.
- Kenyataan pembagian jenis harta zhahir dan tersembunyi tidak banyak dampaknya pada zaman sekarang ini. Maka yang utama adalah kembali kepada yang asli, yaitu urusan zakat harus tunduk kepada kekuatan hukum syariat Islam, yang akan membantu mewujudkan tujuan kewajiban ini.
Ketika pemilik harta menolak membayar zakat, atau mengaku telah mengeluarkannya, atau menyembunyikan kewajibannya, maka ia wajib:
- Jika ia mengingkari kewajiban zakat, maka hukumnya kafir dan dihukum mati sebagai orang murtad.
- Jika karena pelit, maka diambil zakatnya dengan paksa dan dipenjara.
- Para ulama berbeda pendapat tentang apakah boleh menghukum orang yang menolak zakat dengan diambil separuh hartanya? Madzhab Hanbali memperbolehkannya, tetapi jumhurul ulama menolak. Dan yang rajah (kuat) bahwa hukuman maliyah (material) adalah jenis hukuman ta’zir yang diserahkan kepada kebijakan imam.
Bolehkah membayar zakat kepada penguasa yang zhalim?
- Jika ia iltizam dengan Islam secara global dan zalim dalam beberapa sisi, maka boleh membayar zakat kepadanya, jika ia menyalurkannya ke pos-pos yang diperbolehkan agama. Sedang jika kezalimannya mencakup zakat, maka tiadk boleh membayar kepadanya, kecuali jika ia mengambil paksa. Dan yang utama dalam kondisi ini adalah mengulang mengeluarkannya kepada yang berhak. Ini hukumnya wajib menurut madzhab Maliki, dan wajib menurut madzhab Hanafi dan Syafi’i.
- Sedang jika penguasa itu memerangi Islam dan para dainya dengan terang-terangan mengajak kepada prinsip kafir, maka tidak boleh membayar zakat kepadanya dalam keadaan apapun. Dan jika penguasa itu mengambil, maka muzakki harus mengulang mengeluarkan zakat.
Serba-serbi Pembayaran Zakat
1. Niat
- Karena zakat adalah ibadah, maka pelaksanaannya harus disertai niat, seperti dalam hadits Nabi, ” … Sesungguhnya amal itu tergantung dengan niatnya…”
- Muzakki berniat untuk dirinya, sebagaimana seorang wali berniat untuk orang yang diwalikan, seperti anak kecil, orang gila, orang bodoh ketika mereka hendak mengeluarkan zakat.
- Tempat niat ada di dalam hati, dan waktunya ketika sedang mengeluarkan zakat.
- ketika penguasa mengambil zakat maka harus disertai pula niat muzakki sehingga mendapat pahala dari zakatnya, dan diterima di sisi Allah. Jika tidak disertai niat maka hanya cukup menurut Negara, artinya tidak diminta lagi, tetapi belum cukup menurut Allah
2. Membayar dengan nilai uang
- Ketika seseorang berkewajiban zakat seekor kambing untuk kembingnya, atau seekor onta untuk ontanya, atau sekian kilo untuk tanamannya, maka ia diperbolehkan membayar dengan uang senilainya, seperti dalam hadits Mu’adz bersama dengan penduduk Yaman: “Bayarkan kepadaku dengan kain yang panjanganya lima hasta, atau pakaian senilai zakat, karena yang demikian itu lebih mudah bagi kalian dan lebih bermanfaat bagi kaum muhajirin di Madinah” HR Al Baihaqi dan Al Bukhariy. Saat itu penduduk Yaman terkenal sebagai pembuat pakaian, dan penduduk Madinahlebih membutuhkannya. Demikianlah pendapat madzhab Hanafi, diriwayatkan pula oleh imam Ahmad bin Hanbal untuk selain zakat fitrah. Merupakan madzhab Umar bin Abdul Aziz, Hasan Al Bashri, Sufyan Ats Tsauriy dan Al Bukhariy. Menurut Ibnu Taimiyah membayar zakat dengan nilai uang diperbolehkan karena kebutuhan, kemaslahatan atau keadilan.
- Madzhab Syafi’iy tidak memperbolehkan membayar zakat dengan nilai uang. Karena zakat itu ibadah seperti shalat maka wajib dikerjakan seperti yang ada dalam teks syar’iy. Dan menurut madzhab Maliki ada beberapa pendapat yang berbeda, dan yang terkenal adalah makruh membayar zakat dengan uang
- Sedang jika imam menghendaki pembayaran dengan uang maka mereka sepakat boleh, karena ia dianggap lebih memahami kemaslahatan.
3. Memindahkan zakat ke tempat lain.
- Prinsip zakat adalah dibagikan di negeri tempat zakat itu dikumpulkan, seperti dalam hadits Nabi: “Diambil dari orang kaya mereka dan dibagikan kepada fakir misikin mereka”. Demikianlah sunnah fi’liyyah Rasulullah saw dan khulafaurrasyidin sesudahnya, tanpa ada yang berbeda pendapat dengannya.
- Ketika negeri yang bersangkutan sudah cukup, maka boleh dipindahkan ke Negara lain, atau diserahkan kepada imam untuk dibagikan sesuai dengan kebutuhan. Demikianlah yang Rasulullah dan para khalifah lakuakan tanpa ada yang menolaknya
- Sedangkan jika fakir miskin di negeri yang bersangkutan masih membutuhkan zakatnya orang kaya, maka pemindahan zakat ke Negara lain tidak boleh dilakukan kecuali jika ada kebutuhan yang lebih mendesak. Seperti jika ada suatu Negara muslim yang ditimpa bencana, atau sesuai dengan ijtihad imam menurut pendapat madzhab Hanafi dan Maliki.
- Diperbolehkan memindahkan zakat menurut madzhab Hanafi ke Negara lain jika muzakki memiliki kerabat yang membutuhkan di negeri tersebut. Atau jika di negeri kedua itu terdapat fakir miskin yang lebih membutuhkan dari pada negeri yang pertama. Atau jika pemindahan itu lebih membawa maslahat bagi kaum muslimin, atau jika dipindahkan dari negeri perang ke negeri aman, atau jika dipindahkan kepada orang berilmu atau penuntut ilmu, atau dipindahkan untuk pembiayaan proyek Islami yang bermanfaat bagi kaum muslimin di Negara kedua. Ibnu Abidin menuturkan dalam hasyiyahnya lebih banyak lagi contoh seperti ini
4. Mempercepat dan Menunda Zakat
- Zakat wajib dibayarkan seketika, maka ketika syarat-syarat zakat terpenuhi maka saat itu pula wajib dikeluarkan zakatnya. Ia berdosa jika menundanya tanpa ada sebab. Karena perintah menuntut disegerakan. Demikianlah madzhab jumhurul ulama
- Diperbolehkan mempercepat pembayaran zakat -artinya dikeluarkan sebelum waktunya- jika zakatnya mensyaratkan haul (masa satu tahun). Demikianlahh madzhab jumhurul ulama. Berbeda dengan madzhab Maliki. Sedang zakat yang tidak mensyaratkan satu tahun seperti tanaman dan buah-buahan, maka tidak boleh membayarnya sebelum waktunya.
- Tidak diperbolehkan pula menunda zakat ketika sudah jatuh waktu wajjibnya kecuali jika ada hajat syar’iy seperti menunggu kerabat yang sedang membutuhkan. Dan barang siapa yang menundanya tanpa ada sebab syar’iy ia berdosa menurut kebanyakan ulama. Dan jika kemudian hartanya habis atau kurang sebagiannya sebelum mengeluarkan zakat maka kewajibannya tidak gugur, dan menjadi hutangnya.
- Dan jika zakat telah diambil dari sebagian harta yang dimiliki untuk dibagikan kepada yang berhak kemudian hilang, maka jika karena keteledoran pemeliharaannya, maka ia wajib menggantinya dan mengelurkan zakat lagi. Namun jika tidak karena keteledoran maka ia tidak wajib menggantinya, dan cukup membayarkan dengan yang tersisa.
- Zakat yang sudah menjadi kewajiban seseorang tidak akan pernah gugur sebelum dibayar meskipun telah lewat beberapa tahun. Menurut jumhurul ulama zakatnya diambil secara keseluruhan dari tahun-tahun yang telah berlalu.
- Bahkan zakat tidak gugur karena kematian. Ia tetap harus dibayarkan dari harta peninggalan meskipun tidak diwasiatkan oleh orang yang meningal. Ini pendapat Jumhur yang didasarkan kepada sabda Rasulullah saw. “… hutang kepada Allah lebih berhar untuk dilunasi…” (Syaikhan)
5. Rekayasa Menggugurkan Zakat
Haram hukumnya dan zakat tidak gugur apapun bentuk rekayasnya. Barangkali di dunia bisa bebas karena permintaan pemimpin untuk menggugurkannya, namun di akhirat tidak selamat dari hisab Allah. Ini juga pendapat Jumhur, Malikiyah, Hanabilah, dan lain-lain.
6. Membayar zakat bisa dilakukan kepada orang fakir secara langsung dan tidak mengatakan bahwa itu zakat. Bahkan banyak ulama yang menganggapnya sunnah agar tidak menyakiti hatinya dan merendahkannya.
Zakat Fitrah

dakwatuna.com - Dalam kajian ini, akan dipaparkan apa itu Zakat Fitrah dan hukumnya. Selain itu akan dijelaskan mengenai siapa yang dikenakan kewajiban zakat fitrah, besarannya, waktu pembayarannya, dan kepada siapa zakat fitrah dibagikan.
Ta’rif dan Hukumnya
- Zakat atau sedekah fitrah adalah zakat yang disebabkan datangnya Idul Fitri setelah Ramadhan. Diwajibkan pada tahun kedua hijriyah –bersamaan dengan kewajiban puasa– dan berbeda dengan zakat-zakat yang lainnya karena zakat ini wajib atas setiap orang, bukan atas kekayaan.
- Jumhurul ulama bersepakat bahwa zakat fitrah itu hukumnya wajib, seperti dalam hadits Ibnu Umar bahwa, “Rasulullah saw. mewajibkan zakat fitrah dari bulan Ramadhan satu sha’ kurma dan gandum atas setiap orang merdeka atau budak sahaya, laki-laki dan wanita umat Islam ini.” (Al-Jama’ah). Demikianlah pendapat empat madzhab.
- Rasulullah saw. telah menjelaskan hikmah zakat fitrah, yaitu sebagai pembersih bagi orang yang berpuasa dari perbuatan sia-sia yang sangat sulit dihindari saat sedang berpuasa. Zakat fitrah juga menjadi makanan fakir miskin pada Hari Raya sehingga mereka semua dapat merayakan Idul Fitri dengan senang dan bahagia.
Siapa yang diwajibkan?
- Zakat ini diwajibkan kepada setiap muslim, baik merdeka atau budak, laki-laki atau wanita, besar atau kecil, kaya atau miskin. Seorang laki-laki mengeluarkan zakat untuk dirinya dan orang-orang yang menjadi tanggung jawabnya. Seorang isteri mengeluarkan zakat untuk dirinya atau oleh suaminya. Tidak wajib dibayarkan untuk bayi yang masih dalam kandungan, meskipun disunnahkan menurut Ahmad bin Hanbal.
- Jumhurul ulama mensyaratkan zakat itu kepada seorang muslim yang memiliki kelebihan makanan pada Hari Ied itu sebesar zakat fitrah yang menjadi kewajibannya. Hutang yang belum jatuh tempo tidak boleh menggeser kewajiban zakat, berbeda dengan hutang yang sudah jatuh tempo (yang harus dibayar seketika itu).
Besar Zakat Fitrah
- Tiga ulama (Malik, Syafi’i, dan Ahmad) telah bersepakat bersama jumhurul ulama bahwa zakat fitrah itu sebesar satu sha’ kurma, gandum, atau makanan lain yang menjadi makanan pokok negeri yang bersangkutan. Seperti yang ada dalam hadits di atas juga hadits Abu Said Al-Khudri, “Kami pernah membayar zakat fitrah dan Rasulullah saw. bersama kami, berupa satu sha’ makanan, atau kurma, atau gandum. Seperti itu kami membayar zakat, sampai di zaman Muawiyah datang di Madinah yang mengatakan, ‘Sekarang saya berpendapat bahwa dua mud gandum Syam itu sama dengan satu sha’ kurma.’ Lalu pendapat ini dipakai kaum muslimin saat itu.” (Al-Jama’ah). Madzhab Hanafi berpendapat bahwa zakat fitrah itu sebesar satu sha’ dari semua jenis makanan.
- Satu sha’ adalah empat sendokan dengan dua telapak tangan orang dewasa standar atau empat mud. Karena satu mud itu juga sebesar sendokan dengan dua telapak tangan orang dewasa standar, jika dikonversi sekitar 2.176 gr.
- Zakat fitrah dikeluarkan dari makanan pokok mayoritas penduduk di suatu negeri, atau dari mayoritas makanan pokok muzakki jika lebih baik dari pada makanan pokok negeri mustahik. Demikianlah pendapat jumhurul ulama.
- Diperbolehkan membayar dengan nilai uang satu sha’ jika lebih bermanfaat bagi fakir miskin. Demikianlah pendapat madzhab Hanafi, yang diriwayatkan pula dari Umar bin Abdul Aziz dan Hasan Al Bashri, pendapat yang lebih mudah dikerjakan pada masa sekarang ini.
Waktu Membayarkannya
- Zakat fitrah wajib dibayar oleh orang yang bertemu dengan terbenamnya matahari di hari terakhir bulan Ramadhan. Ini menurut madzhab Syafi’i. Atau yang bertemu dengan terbit fajar Hari Ied, menurut madzhab Hanafi dan Maliki.
- Wajib mengeluarkan zakat fitrah sebelum shalat Ied, seperti dalam hadits Ibnu Abbas. Diperbolehkan membayarnya lebih awal sejak masuk bulan Ramadhan, menurut madzhab Syafi’i. Dan yang utama mengakhirkannya satu atau dua hari menjelang Iedul Fitri. Demikianlah pendapat yang dipegang oleh madzhab Maliki. Diperbolehkan mendahulukannya sampai awal tahun menurut madzhab Hanafi, beralasan bahwa namanya tetap zakat. Dan menurut madzhab Hanbali diperbolehkan mensegerakannya mulai dari separuh kedua bulan Ramadhan.
Kepada Siapa Zakat Ini Dibagikan?
- Para ulama bersepakat bahwa zakat fitrah ini dibagikan kepada fakir miskin kaum muslimin. Abu Hanifah memperbolehkan pembagianya kepada fakir miskin ahli dzimmah (orang kafir yang hidup di dalam perlindungan pemerintahan Islam).
- Prinsipnya bahwa zakat fitrah itu diwajibkan untuk dibagkan kepada fakir miskin, sehingga tidak diberikan kepada delapan ashnaf lainnya. Kecuali jika ada kemaslahatan atau kebutuhan lain. Zakat ini juga hanya dibagikan di negeri zakat itu diambil, kecuali jika di negeri itu tidak ada fakir miskin, diperbolehkan untuk memindahkannya ke negara lain.
- Zakat fitrah tidak boleh dibagikan kepada orang yang tidak boleh menerima zakat mal seperti orang murtad, fasik yang mengganggu kaum muslimin, anak, orang tua, atau isteri.
Ba'da Dhuhur
28 Ramadhan 1429
Fil Bait Abi
Keutamaan 10 Hari Terakhir Ramadhan

dakwatuna.com - Bulan Ramadhan merupakan momentum peningkatan kebaikan bagi orang-orang yang bertaqwa dan ladang amal bagi orang-orang shaleh. Terutama, sepuluh hari terakhir Ramadhan.
Sebagian ulama kita membagi bulan ini dengan tiga fase: fase pertama sepuluh hari awal Ramadhan sebagai fase rahmat, sepuluh di tengahnya sebagai fase maghfirah dan sepuluh akhirnya sebagai fase pembebasan dari api neraka. Sebagaimana diriwayatkan oleh sahabat Salman Al Farisi: “Adalah bulan Ramadhan, awalnya rahmat, pertengahannya maghfirah dan akhirnya pembebasan dari api neraka.”
Dari ummul mukminin, Aisyah ra., menceritakan tentang kondisi Nabi saw. ketika memasuki sepuluh hari terakhir Ramadhan: “Beliau jika memasuki sepuluh hari terkahir Ramadhan, mengencangkan ikat pinggang, menghidupkan malamnya dan membangunkan keluarganya.”
Apa rahasia perhatian lebih beliau terhadap sepuluh hari terakhir Ramadhan? Paling tidak ada dua sebab utama:
Sebab pertama, karena sepuluh terkahir ini merupakan penutupan bulan Ramadhan, sedangkan amal perbuatan itu tergantung pada penutupannnya atau akhirnya. Rasulullah saw. berdo’a:
“اللهم اجعل خير عمري آخره وخير عملي خواتمه وخير أيامي يوم ألقاك”
“Ya Allah, jadikan sebaik-baik umurku adalah penghujungnya. Dan jadikan sebaik-baik amalku adalah pamungkasnya. Dan jadikan sebaik-baik hari-hariku adalah hari di mana saya berjumpa dengan-Mu Kelak.”
Jadi, yang penting adalah hendaknya setiap manusia meangakhiri hidupnya atau perbuatannya dengan kebaikan. Karena boleh jadi ada orang yang jejak hidupnya melakukan sebagian kebaikan, namun ia memilih mengakhiri hidupnya dengan kejelekan.
Sepuluh akhir Ramadhan merupakan pamungkas bulan ini, sehingga hendaknya setiap manusia mengakhiri Ramadhan dengan kebaikan, yaitu dengan mencurahkan daya dan upaya untuk meningkatkan amaliyah ibadah di sepanjang sepuluh hari akhir Ramadhan ini.
Sebab kedua, karena dalam sepuluh hari terakhir Ramadhan di duga turunnya lailatul qadar, karena lailatul qadar bisa juga turun pada bulan Ramadhan secara keseluruhan, sesuai dengan firman Allah swt.
إنا أنزلناه في ليلة القدر
“Sesungguhnya Kami telah turunkan Al Qur’an pada malam kemulyaan.”
Allah swt. juga berfirman:
شهر رمضان الذي أنزل فيه القرآن هدى للناس وبينات من الهدى والفرقان
“Bulan Ramadhan,adalah bulan diturunkan di dalamnya Al Qur’an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan dari petunjuk dan pembeda -antara yang hak dan yang batil-.”
Dalam hadits disebutkan: “Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan di dalamnya ada lailatul qadar, malam lebih baik dari seribu bulan. Barangsiapa diharamkan darinya maka ia diharamkan mendapatkan kebaikan seluruhnya. Dan tidak diharamkan kebaikannya kecuali ia benar-benar terhalang -mahrum-.”
Al qur’an dan hadits sahih menunjukkan bahwa lailatul qadar itu turun di bulan Ramadhan. Dan boleh jadi di sepanjang bulan Ramadhan semua, lebih lagi di sepuluh terakhir Ramadhan. Sebagaimana sabda Nabi saw.:
“التمسوها في العشر الأواخر من رمضان“.
“Carilah lailatul qadar di sepuluh terakhir Ramadhan.”
Pertanyaan berikutnya, apakah lailatul qadar di seluruh sepuluh akhir Ramadhan atau di bilangan ganjilnya saja? Banyak hadits yang menerangkan lailatul qadar berada di sepuluh hari terakhir. Dan juga banyak hadits yang menerangkan lailatul qadar ada di bilangan ganjil akhir Ramadhan. Rasulullah saw. bersabda:
“التمسوها في العشر الأواخر وفي الأوتار”
“Carilah lailatul qadar di sepuluh hari terakhir dan di bilangan ganjil.”
“إن الله وتر يحب الوتر”
“Sesungguhnya Allah ganjil, menyukai bilangan ganjil.”
Oleh karena itu, kita rebut lailatul qadar di sepuluh hari terakhir Ramadhan, baik di bilangan ganjilnya atau di bilangan genapnya. Karena tidak ada konsensus atau ijma’ tentang kapan turunya lailatul qadar.
Di kalangan umat muslim masyhur bahwa lailatul qadar itu turun pada tanggal 27 Ramadhan, sebagaimana pendapat Ibnu Abbas, Ubai bin Ka’ab dan Ibnu Umar radhiyallahu anhum. Akan tetapi sekali lagi tidak ada konsensus pastinya.
Sehingga imam Ibnu Hajar dalam kitab “Fathul Bari” menyebutkan, “Paling tidak ada 39 pendapat berbeda tentang kapan lailatul qadar.”
Ada yang berpendapat ia turun di malam dua puluh satu, ada yang berpendapat malam dua puluh tiga, dua puluh lima, bahkan ada yang berpendapat tidak tertentu. Ada yang berpendapat lailatul qadar pindah-pindah atau ganti-ganti, pendapat lain lailatul qadar ada di sepanjang tahun. Dan pendapat lainnya yang berbeda-beda.
Untuk lebih hati-hati dan antisipasi, hendaknya setiap manusia menghidupkan sepuluh hari akhir Ramadhan.
Apa yang disunnahkan untuk dikerjakan pada sepuluh hari akhir Ramadhan?
Adalah qiyamullail, sebelumnya didahului dengan shalat tarawih dengan khusyu’. Qira’atul qur’an, dzikir kepada Allah, seperti tasbih, tahlil, tahmid dan takbir, istighfar, do’a, shalawat atas nabi dan melaksanakan kebaikan-kebaikan yang lainnya.
Lebih khusus memperbanyak do’a yang ma’tsur:
وَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ : قُلْت : يَا رَسُولَ اللَّهِ ، أَرَأَيْت إنْ عَلِمْت أَيُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ الْقَدْرِ ، مَا أَقُولُ فِيهَا ؟ قَالَ : قُولِي : اللَّهُمَّ إنَّك عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Seperti yang diriwayatkan oleh Aisyah, bahwa beliau berkata: “Saya berkata: Wahai Rasul, apa pendapatmu jika aku mengetahui bahwa malam ini adalah lailatul qadar, apa yang harus aku kerjakan? Nabi bersabda: “Ucapkanlah: “Allahumma innaka afuwwun tuhibbul afwa fa’fu ‘anni.” (Ya Allah, Engkau Dzat Pengampun, Engkau mencintai orang yang meminta maaf, maka ampunilah saya.” (Ahmad dan disahihkan oleh Al-Albani)
Patut kita renungkan, wahai saudaraku muslim-muslimah: “Laa takuunuu Ramadhaniyyan, walaakin kuunuu Rabbaniyyan. Janganlah kita menjadi hamba Ramadhan, tapi jadilah hamba Tuhan.” Karena ada sebagian manusia yang menyibukkan diri di bulan Ramadhan dengan keta’atan dan qiraatul Qur’an, kemudian ia meninggalkan itu semua bersamaan berlalunya Ramadhan.
Kami katakan kepadanya: “Barangsiapa menyembah Ramadhan, maka Ramadhan telah mati. Namun barangsiapa yang menyembah Allah, maka Allah tetap hidup dan tidak akan pernah mati.”
Allah cinta agar manusia ta’at sepanjang zaman, sebagaimana Allah murka terhadap orang yang bermaksiat di sepanjang waktu.
Dan karena kita ingin mengambil bekalan sebanyak mungkin di satu bulan ini, untuk mengarungi sebelas bulan selainnya.
Semoga Allah swt. menerima amal kebaikan kita. Amin
تقبل الله منا ومنكم صالح الأعمال.
Ba'da Dhuhur
28 Ramadhan 1429
Fil Bait Abi
23 September 2008
Internal Social Network, Isti'ab 2
Isti’ab Dakhili (daya tampung internal) adalah kemempuan dan keahlian untuk menampung objek dakwah yg telah berada ditengah-tengah shaf dakwah. Baik oleh para pemimpin maupun para anggotanya. Tujuannya untuk mendayagunakan potensi mereka dalam melaksanakan tugas-tugas dakwah dan pergerakan.
Tahapan-tahapannya:
I. Isti’ab ’aqidi & Tarbawi
- Dalam Tahap ini para kader harus dibersihkan dari berbagai problem masa lalu, meluruskan aqidah, perilaku, akhlaq, mengarahkan kecenderungan, menentukan, menjelaskan arah sasaran & tujuan mereka.
- Isti’ab Tarbawi tidak boleh didikte oleh suatu fase atau situasi, tetapi mutlak diperlukan baik bagi para pemula ataupun para senior.
- Isti’ab Tarbawi harus memperhatikan berbagai perkembangan kehidupan tahapan-tahapan alami & khusus yg dilalui oleh para individu.
- Isti’ab Tarbawi harus memenuhi semua bidang tarbiyah, baik pemikiran, spiritual & kebutuhan fitrah manusia.
- Isti’ab Tarbawi harus terukur & menggunakan parameter syari’at dengan mengambil semua ’azimah (hukum asal)-nya & berbagai keringanannya bukan produk emosi & keinginan pribadi semata.
Aspek penting & mendasar yang harus dimiliki dalam pembentukan pribadi muslim :
1) Sunnah Rasul dalam pembentukan pribadi muslim.
Rasulullah saw menggunakan metode yg unik sesuai dengan kesempurnaan manhaj Islam & fitrah yg ditetapkan Allah SWT, memandang manusia apa adanyalayaknya manusia dengan memperhatikan kecenderungan & kebutuhan manusia.
2) Beberapa kaidah asasi dalam Sunnah
a. Memenangkan sisi positif atas sisi negatif
b. Memenangkan sikap proporsional atas sikap berlebih-lebihan
Dalam kaitannya dengan komitmen pribadi kepada Islam, sabda Rasulullah saw
”Ingatlah akan hancur orang yg berlebih-lebihan, akan hancur orang yg berlebih-lebihan” (HR Muslim, Abu Dawud & Ahmad)
”Sesungguhnya agama ini sangatlah keras, maka masuklah kedalamnya dengan lembut (HR Ahmad)
Dalam kaitannya dengan dakwah dan menarik orang kpd Islam, terdapat nash-nash Al-Qur’an & sabda Rasulullah:
QS. Ali-’Imran:159
QS. An Nahl:125
”Mudahkanlah & jangan mempersulit, senangkanlah & jangan membuat mereka lari”. (HR Bukhari-Muslim)
c. Sedikit & kontinyu lebih baik daripada banyak tapi terputus.
d. Sunnah Rasul & mendahulukan Prioritas dalam pembentukan
e. Pembentukan melalui keteladanan
f. Pembentukan yg menyeluruh & tidak parsial
g. Keshalihan lingkungan & pengaruhnya dalam pembentukan
h. Dampak Pahala & hukuman dalam pembentukan
II. Isti’ab Haroki
Adalah kemampuan sebuah pergerakan dalam menampung para anggotanya, pendukungnya, simpatisannya dan juga kemampuan gerakan & para anggotanya dalam menampung berbagai persoalan, prinsip & kaidah-kaidah pergerakan.
Permasalahan pokok yg berhubungan dengan isti’ab haroki:
1. Hal yg berkaitan dengan daya tampung gerakan terhadap para anggotanya
Syarat yang harus dipenuhi utk dapat menampung anggota:
a. Proses tarbiyah yang matang,
b. Tersedianya berbagai potensi & kapabilitas serta faktor pendukung lainnya dalam sebuah pergerakan, misalnya manajerial yg handal, perencanaan yg matang, konsep yg jelas dalam pendidikan, pemikiran, politik dsb.
c. Memahami semua anggotanya dengan benar, mengetahui potensi yg dimiliki, kecenderungan mereka,sisi positif & negatifnya dll. Sehingga akan sangat membantu utk menentukan tugas & tanggungjawab masing-masing individu & menempatkan pada posisi yg tepat, sehingga akan membuahkan hasil yg memuaskan.
d. Mengerahkan seluruh anggota & bukan sebagian saja/hanya orang2x yg berprestasi saja krn bgmnpun akan pelipatgandakan hasil & menghindari fitnah yg ditimbulkan oleh para penganggur/orang-orang yg tidak memiliki tugas & peran dakwah.
2. Terkait dengan isti’ab haraki
Beberapa masalah penting yg terkait dengan pergerakan yg harus dikuasai oleh para da’i sbb:
a. Pemahaman yg benar & sempurna ttg sasaran & sarana yg digunakan
b. Memahami tanzhim & tabiatnya dengan benar
c. Pemahaman yang benar & menyeluruh terhadap tabiat teman dan lawan berikut konsekuensinya
d. Pemahaman yg baik tentang berbagai aspek, tabiat & kebutuhan amal
e. Menjauhi fenomena istiknaf (keengganan utk bergabung dalam masyarakat/instansi/berbagai organisasi yg ada.
Social Network, Isti'ab 1
ISTI’AB DALAM DAKWAH DAN DA’I
1. Makna Isti’ab
Isti’ab (daya tampung) adalah kemampuan da’I utk menarik objek dakwah (mad’u) dan merekrut mereka dengan segala perbedaan intelektual, kejiwaan, status sosial dsb.
Da’i yg sukses adalah da’I yg mampu masuk & dapat mempengaruhi setiap manusia, dengan pemikiran dan dakwahnya, sekalipun kecenderungan, karakter, dan tingkatan mereka beragam. Disamping mampu menarik sejumlah besar manusia dan mampu menampung mereka baik dalam tataran pemikiran ataupun pergerakan.
Jadi Isti’ab merupakan kemampuan individu, kelayakan akhlak, sifat keimanan, dan karunia Ilahiyah, yg membantu para da’i dan mjdkan mereka poros bagi masyarakat, shg mereka senantiasa berputar dan berkerumun di sekitarnya.
2. Tingkat Kemampuan dalam Isti’ab
Tingkatan isti’ab seorang da’I berbeda-beda, namun seorang da’I dituntut utk memiliki batas minimal kemampuan isti’ab, agar bisa produktif dan mendatangkan manfaat bagi masyarakat, bukan mendatangkan kemudhoratan dan tdk mendatangkan manfaat sama sekali, bahkan menjadikan orang-orang disekelilingnya lari.
Tingkatan-tingkatan kemampuan dalam isti’ab disyaratkan oleh sebuah hadits:
”perumpamaan petunjuk dan ilmu yg dengannya Allah mengutusku adalah bagaian hujan yg turun ke bumi. Maka ada bagian bumi yg baik, ia menerima air hujan itu dgn baik lalu menumbuhkan tanaman dan rerumputan yg banyak. Ada jg bagian bumi yg menahan air, lalu Allah memberikan manfaat kpd manusia dgn air yg disimpannya, shg mereka bisa minum dan menyirami tanaman dari air tersebut. Bagian lainnya adalah padang tandus, ia sama sekali tidak bisa menyimpan air dan juga tdk menumbuhkan apa pun. Demikian itu adalah perumpamaan orang yg diberi kepahaman dalam agama, lalu ia dapat memanfaatkan apa yg aku bawa itu, hingga ia senantiasa belajar dan mengajarkan apa yg ia pahami. Dan perumpamaan orang yg sama sekali tidak ambil peduli dan tidak mau menerima petunjuk Allah yg aku sampaikan”. (HR Bukhari Muslim)
3. Isti’ab dan Keberhasilan Dakwah
Tidak akan ada keberhasilan dakwah tanpa kemampuan isti’ab krn keberhasilan ditandai dengan kemampuan da’I utk menarik sebanyak-banyaknya masyarakat kpd Islam & pergerakan yg ada, shg mampu merealisasikan sasaran-sasarannya. Jika dai tidak mempunyai isti’ab maka dakwah akan mandul dan pergerakannya akan terbatas, hingga Allah mendatangkan para da’I dan kader yg sangat berpengaruh dan mampu menarik masyarakat. Atau Allah akan menggantikannya dengan ”daklwah” yg lain yg tidak sama dengannya. Inilah sunnatullah yg akan terus berlaku:
”... dan kamu sekali-kali tiada akan mendapati perubahan pada sunnah Allah”. (QS Al-Ahzab : 62)
”... Maka sekali-kali kamu tidak akan mendapat penggantian bagi sunnah Allah, dan sekali-kali tidak (pula) akan menemuui penyimpangan bagi sunnah Allah itu”.. (QS Fathir : 43)
4. Isti’ab Eksternal & Internal
Isti’ab Eksternal adalah penguasaan terhadap orang-orang yg berada di luar dakwah, di luar pergerakan dan diluar organisasi. Atau orang-orang yg belum bergabung.
Isti’ab internal adalah penguasaan terhadap orang-orang yg berada di dalam organisasi, yakni mereka yg telah bergabung ke dalam Jama’ah dan pergerakan. Keberhasilan seorang da’i sangat terkait dengan kemampuan utk menguasai keduanya, krn tdk ada gunanya pengguasaan terhadap masyarakat di luar tanzhim (jamaah) tanpa dibarengi dengan penguasaan terhadap masyarakat yang ada dalam tanzhim.
ISTI’AB EKSTERNAL
Sesuai Al-Qur’an & Sunnah tuntutan yg harus dipenuhi para da’i dalam proses isti’ab dan recruitment diantaranya:
1. Kepahaman tentang agama
”Katakanlah:’adakah sama orang-orang yg mengethaui dengan orang-irang yg tidak mengetahui?’ Sesungguhnya orang yg berakalah yg dapat menerima pelajaran” (Az-Zumar : 9)
”Dan orang-orang yg diberi ilmu (Ahli Kitab) berpendapat bahwa wahyu yg diturunkan kepadamu dari Rabb-mu itulah yg benar dan menunjuki (manusia) kepada jalan Rabb Yang Maha perkasa lagi Maha Terpuji”. (Saba’ : 6)
”Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan agama itu, maka ikutilah syari’at itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orangg yg tidak mengetahhui”. (Al-Jatsiyah : 28)
”Wahai manusia sesungguhnya ilmu hanya didapat dengan belajar, sedang pemahaman hanya akan didapat melalui pendalaman (tafaquh), dan barang siapa yg dikehendaki Allah baik maka akan diberi kepamahan dalam agama, sesungguhnya yg takut kepada Allah dari hamba-hamba-Nya adalah ulama” (HR Bukhori)
”Apabila Allah menghendaki kebaikkan bagi seorang hamba maka Allah memberinya kepahaman tentang agama dan memberinya ilham kelurusan (HR Thabrani)
”Sesungguhnya perumpamaan para ulama di muka bumi adalah bagaikan bintang-bintang yg dijadikan petunjuk dalam kegelapan daratan dan lautan. Jika bintang-bintang itu padam, maka para penunjuk jalan akan tersesat” (HR Ahmad).
2. Teladan yg baik
Seorang da’i hrs menjadi teladan yang baik bagi masyarakat, agar ia memiliki pengaruh dalam masyarakat, shg mereka bisa direkrut. Krn pengaruh ucapan tidak seefektif pengaruh yg ditimbulkan oleh perbuatan, perbutan zhahir harus sesuai dgn apa yg ada di dalam hatinya.
”Hai orang-orang yg beriman, mengapa kamu mengatakan apa yg tidak kamu perbuat? Amat besar kebencian disisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yg tiada kamu kerjakan” (Ash-Shaf: 2-3)
”Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaktian, sedang kamu melupakan diri (kewajiban)mu sendiri, pdhal kamu membaca al-Kitab (Taurat)? Maka tidakkah kamu berpikir?” (Al-Baqarah :44)
”perumpamaan orang yg mengajarkan kebaikan kpd org lain & melupakan dirinya, bagaikan lilin yg menerangi manusia dan membakar dirinya sendiri.” (HR Thabrani)
3. Sabar
Kesabaran dibutuhkan krn manusia memiliki kondisi kejiwaan yg bermacam-macam, memiliki kelebihan & kekurangan yg beragam, memiliki tabiat yg berbeda-beda, & memiliki kepentingan yg berlainan.
”Dan mintalah pertolongan kpd Allah dengan sabar & sholat. Dan sesungguhnya yg demikian itu sungguh berat kecuali bagi orang-orang yg khusyu (Al-Baqarah:45)
QS. Thaha:130
QS. Al-Hajj:34-35
QS. Ali-’Imran:200
QS. Al-Baqarah:153, 155
QS. Az-Zumar:10
QS. As-Sajadah:24
”Tidak ada rezeki Allah yg lebih baik & lebih luas bagi seorang hamba selain dari kesabaran.” (HR Hakim)
”Siapa yg berusaha utk bersabar maka Allah akan mengaruniai kesabaran, dan tidak ada karunia yg lebih baik & lebih luas bagi seseorang selain dari kesabaran (HR. Bukhori –Muslim)
4. Lemah lembut
Dibutuhkan krn masyarakat membenci kekerasan & menjauhi pelakunya.
QS. Ali-Imron : 134,159
QS. Fushshilat:34
QS. Al-Furqon:63
Rasulullah saw, bersabda ”sesungguhnya Allah mencintai kelembutan dalam segala hal” (HR Bukhori-Muslim)
”Sesungguhnya Allah Maha Lembut & menyukai kelembutan, memberi kpd orang yg lemah lembut apa yg tidak diberikan kpd orang yg kasar dan juga apa yg tidak diberikan kpd yg lain.” (HR Muslim)
5. Memudahkan tidak mempersulit
Manusia memiliki karakter, kemampuan & daya tahan yg berbeda-beda. Apa yg bisa dilakukan seseorang belum tentu bisa dilakukan oleh orang yg lain, krn itu Rasulullah saw bersabda:
”Mudahkanlah & jangan mempersulit, senangkanlah mereka & jangan membuat mereka lari.” (HR. Bukhori –Muslim)
”Berjalanlah dengan menenggang perjalanan yg paling lemah diantara kalian”
6. Tawadhu’ & merendahkan sayap
Dai yg tawadhu bisa hidup & bergaul dengan siapa saja, bisa menerima siapa saja, bisa berbicara kpd stp orang, menziarahi bahkan mencintai semua manusia. Dialah yg melayani masyarakat bukan masyarakat yg melayaninya.
”Tidak akan masuk surga seseorang yg dalam hatinya terdapat sedikit kesombongan.” (HR Muslim)
”Sesungguhnya orang yg paling aku cintai adalah orang yg paling baik akhlaknya, yg merendahkan sayap, yg mau menghimpun & mau dihimpun..”. (HR Thabrani)
Fenomena kesombongan ini tampak dalam berbagai hal:
- Lebih senang bergaul dengan orang-orang kaya & berpangkat drpd dengan org miskin/orang awam
- Lebih memperhatikan pakaian & penampilam, dan suka meremehkan orang yg terlihat kumal.
- Memilih-milih audien.
- Lebih mementingkan ungkapan yg dibuat-buat
- Merasa takjub dgn ilmu yg dimiliki
7. Murah senyum dan perkataan yg baik
Wajah merupakan cermin yg merefleksikan kejiwaan. Jika wajah seseorang seram maka hal itu merupakan cerminan dari kekasarannya & jika wajah seseorang berseri-seri & murah senyum, maka ini adalah pertanda kebaikannya.
Mengenai ucapan yg baik ini banyak terdapat dlm nash-nash Al-Qur’an:
QS. Al-Isra’: 53
QS. Al-Baqarah:83, 263
QS. Al-Ahzab:70
QS. Al-Hajj:24
QS. An-Nahl:125
QS.Thaha:44
”Janganlah kalian memandang remeh kebaikkan sedikit pun, meski kebaikan itu hanya berupa wajah yg berseri ketika bertemu dengan saudara kalian”. (HR Muslim)
8. Dermawan & berinfaq kpd orang lain
Kedermawanan dengan materi menunjukkan kelapangan jiwa, sebaliknya orang yg kikir menunjukkan kekerdilan jiwanya.
Seorang dai harus menggunakan hartanya sbg sarana agar masyarat yg didakwahi mendapat hidayah, misalnya dengan:
- Islam mewajibkan memuliakan tamu
- Memberi hadiah kpd orang lain termasuk akhlaq Islam yg dianjurkan Nabi saw.
- Berbagai perbuatan mulia yg diperintahkan Allah spt, berinfak kpd fakir miskin, menanggung anak yatim, memeperhatikan hak tetangga dsb yg bertentangan dengan kebakhilan.
Dalam Al-Qur’an & hadits byk nash yg mengecam kebakhilan:
QS. Ali-’Imran:180,17
QS. Al-Hasyr:9
QS. Al-Isra:29,100
QS. Adz-Dzariyat:19
QS. An-Nisa:113
”Tidak ada sesuatu yg dapat menghapus keislaman seperti halnya kekikiran” (HR. Thabrani)
9. Melayani orang lain & membantu keperluan mereka
Seorang dai wajib menerjemahkan pemikiran & konsepnya dalam bentuk tindakan konkret, yaitu dengan turut merasakan problematika umat, & berusaha semaksimal mungkin utk ikut menyelesaikannya.
”Barang siapa yang tidur tanpa peduli terhadap masalah kaum muslimin maka ia tidak termasuk golongan mereka”.
”Amalan yg paling utama adalah menyenangkan seorang mukmin, dengan cara memberi pakaian, makanan, minuman & memenuhi kebutuhannya (HR Thabrani)
Perangai Bayi Menggambarkan Perilakunya esok
Penelitian menyimpulkan bahwa interaksi orang tua dengan bayi mereka pada tahun pertama kehidupannya dapat dipakai untuk memperkirakan masalah perilakunya di kemudian hari
Hidayatullah.com--Sebuah studi yang diikuti hampir 1.900 anak dari masa balita hingga usia 13 tahun, menemukan bahwa anak yang ibunya memberikan cukup banyak dorongan intelektual selama tahun pertama kehidupannya –membacakan sesuatu untuk mereka, mengajak mereka bicara, dan membawa mereka keluar rumah sepertinya tidak terlalu mempunyai masalah serius dalam perilakunya.
Pada saat yang sama, masalah perilaku–menyusahkan juga berkaitan dengan ukuran tertentu dari perangai anak selama masa pertumbuhannya –seperti betapa rewelnya mereka, atau apakah mereka secara umum bahagia atau memiliki mood yang berubah-ubah.
Penemuan-penemuan tersebut menyimpulkan bahwa pola asuh dan perangai anak adalah pertanda yang kuat dari perilakunya dikemudian hari, para peneliti menyimpulkan dalam the Journal of Abnormal Child Psychology.
Menurut para peneliti yang dipimpin Dr. Benjamin B. Lahey dari the University of Chicago, penemuan juga menunjukkan keuntungan potensial dari pembelajaran ketrampilan yang diperlukan oleh ‘orang tua baru’.
“Penemuan yang sedang dipelajari sejalan dengan hipotesis menyatakan bahwa campur tangan pengasuhan selama tahun pertama kehidupan anak akan menguntungkan untuk mencegah anak membuat masalah dikemudian hari,” tulis para peneliti.
Studi ini melibatkan 1.863 anak dan ibunya di Amerika. Ketika anak-anak masih bayi, para peneliti mengunjungi rumah mereka dan mengamati interaksi diantara mereka. Para ibu juga diwawancara perihal karakter perilaku bayi.
Secara keseluruhan, tim Lahey menemukan, bayi-bayi yang sering rewel atau memiliki pola perilaku yang tidak bisa diperkirakan – misalnya, menjadi lapar atau capek pada waktu berbeda di setiap harinya – nampaknya akan mempunyai masalah perilaku pada masa kanak-kanaknya di kemudian hari.
Masalah ini mencakup hal-hal seperti suka keluar kelas atau ngobrol di sekolah, tidur-tiduran, mengganggu temannya, atau tidak mematuhi orang tuanya.
Sebaliknya, anak-anak yang tidak terlalu rewel dan bisa ditebak suasana hatinya sebagai bayi-bayi yang ‘beresiko rendah’ membuat masalah dikemudian hari, lapor para peneliti.
‘Resiko rendah’ yang kurang lebih sama terlihat pada anak-anak yang ibunya memberi cukup dorongan intelektual di masa bayi – misalnya dengan membacakan sesuatu untuk mereka atau mengajaknya keluar rumah secara teratur.
Pola asuh semacam itu, menurut para peneliti, mungkin merupakan cerminan yang baik bagaimana perhatian dan kasih sayang orang tuanya secara umum. Namun merangsang aktivitas selama masa balita mungkin dapat memudahkan pengembangan bahasa bagi anak-anak untuk berkomunikasi dan bersosialisasi.
Seperti perangai diawal kehidupannya dan perilaku di masa kanak-kanak, diketahui bahwa pada tingkat tertentu ditentukan oleh faktor keturunan, tulis Lahey dan rekan-rekannya.
Namun demikian, para peneliti menyimpulkan, “banyak hal tetap harus dipelajari tentang mekanisme melalui perangai bayi, pola asuh selama masa pertumbuhan, dan permasalahan yang dibuat dikemudian hari adalah hal yang berkaitan.”Mengenalkan 4JJI Kepada Anak Kita
Rasulullah saw. pernah mengingatkan, untuk mengawali bayi-bayi kita dengan kalimat laa ilaaha illaLlah." Kalimat suci inilah yang kelak akan membekas pada otak dan hati mereka
Oleh: Mohammad Fauzil Adhim
Kalau anak-anak itu kelak tak menjadikan Tuhannya sebagai tempat meminta dan memohon pertolongan, barangkali kitalah penyebab utamanya. Kitalah yang menjadikan hati anak-anak itu tak dekat dengan Tuhannya. Bukan karena kita tak pernah mengenalkan –meskipun barangkali ada yang demikian—tetapi karena keliru dalam memperkenalkan Tuhan kepada anak. Kerapkali, anak-anak lebih sering mendengar asma Allah dalam suasana menakutkan.
Mereka mengenal Allah dengan sifat-sifat jalaliyah-Nya, sementara sifat jamaliyah-Nya hampir-hampir tak mereka ketahui kecuali namanya saja. Mereka mendengar asma Allah ketika orangtua hendak menghukumnya. Sedangkan saat gembira, yang mereka ketahui adalah boneka barbie. Maka tak salah kalau kemudian mereka menyebut nama Allah hanya di saat terjadi musibah yang mengguncang atau saat kematian datang menghampiri orang-orang tersayang.
Astaghfirullahal ‘adziim…
Anak-anak kita sering mendengar nama Allah ketika mereka sedang melakukan kesalahan, atau saat kita membelalakkan mata untuk mengeluarkan ancaman. Ketika mereka berbuat "keliru" –meski terkadang kekeliruan itu sebenarnya ada pada kita—asma Allah terdengar keras di telinga mereka oleh teriakan kita, "Ayo…. Nggak boleh! Dosa!!! Allah nggak suka sama orang yang sering berbuat dosa."
Atau, saat mereka tak sanggup menghabiskan nasi yang memang terlalu banyak untuk ukuran mereka, kita berteriak, "E… nggak boleh begitu. Harus dihabiskan. Kalau nggak dihabiskan, namanya muba…? Muba…? Mubazir!!! Mubazir itu temannya setan. Nanti Allah murka, lho."
Setiap saat nama Allah yang mereka dengar lebih banyak dalam suasana negatif; suasana yang membuat manusia justru cenderung ingin lari. Padahal kita diperintahkan untuk mendakwahkan agama ini, termasuk kepada anak kita, dengan cara "mudahkanlah dan jangan dipersulit, gembirakanlah dan jangan membuat mereka lari". Anak tidak merasa dekat dengan Tuhannya jika kesan yang ia rasakan tidak menggembirakan. Sama seperti penggunaan kendaraan bermotor yang cenderung menghindari polisi, bahkan di saat membutuhkan pertolongan. Mereka "menjauh" karena telanjur memiliki kesan negatif yang tidak menyenangkan. Jika ada pemicu yang cukup, kesan negatif itu dapat menjadi benih-benih penentangan kepada agama; Allah dan rasul-Nya. Na’udzubillahi min dzalik.
Rasanya, telah cukup pelajaran yang terbentang di hadapan mata kita. Anak-anak yang dulu paling keras mengumandangkan adzan, sekarang sudah ada yang menjadi penentang perintah Tuhan. Anak-anak yang dulu segera berlari menuju tempat wudhu begitu mendengar suara batuk bapaknya di saat maghrib, sekarang di antara mereka ada yang berlari meninggalkan agama. Mereka mengganti keyakinannya pada agama dengan kepercayaan yang kuat pada pemikiran manusia, karena mereka tak sanggup merasakan kehadiran Tuhan dalam kehidupan. Sebab, semenjak kecil mereka tak biasa menangkap dan merasakan kasih-sayang Allah.
Agaknya, ada yang salah pada cara kita memperkenalkan Allah kepada anak. Setiap memulai pekerjaan, apa pun bentuknya, kita ajari mereka mengucap basmalah. Kita ajari mereka menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Tetapi kedua sifat yang harus selalu disebut saat mengawali pekerjaan itu, hampir-hampir tak pernah kita kenalkan kepada mereka (atau jangan-jangan kita sendiri tak mengenalnya?). Sehingga bertentangan apa yang mereka rasakan dengan apa yang mereka ucapkan tentang Tuhannya.
Bercermin pada perintah Nabi saw. dan urutan turunnya ayat-ayat suci yang awal, ada beberapa hal yang patut kita catat dengan cermat. Seraya memohon hidayah kepada Allah atas diri kita dan anak-anak kita, mari kita periksa catatan berikut ini:
Awali Bayimu dengan Laa Ilaaha IllaLlah
Rasulullah saw. pernah mengingatkan, "Awalilah bayi-bayimu dengan kalimat laa ilaaha illaLlah."
Kalimat suci inilah yang perlu kita kenalkan di awal kehidupan bayi-bayi kita, sehingga membekas pada otaknya dan menghidupkan cahaya hatinya. Apa yang didengar bayi di saat-saat awal kehidupannya akan berpengaruh pada perkembangan berikutnya, khususnya terhadap pesan-pesan yang disampaikan dengan cara yang mengesankan. Suara ibu yang terdengar berbeda dari suara-suara lain, jelas pengucapannya, terasa seperti mengajarkan (teaching style) atau mengajak berbincang akrab (conversational quality), memberi pengaruh yang lebih besar bagi perkembangan bayi. Selain menguatkan pesan pada diri anak, cara ibu berbicara seperti itu juga secara nyata meningkatkan IQ balita, khususnya usia 0-2 tahun. Begitu pelajaran yang bisa saya petik dari hasil penelitian Bradley & Caldwell berjudul 174 Children: A Study of the Relationship between Home Environment and Cognitive Development during the First 5 Years.
Apabila anak sudah mulai besar dan dapat menirukan apa yang kita ucapkan, Rasulullah saw. memberikan contoh bagaimana mengajarkan untaian kalimat yang sangat berharga untuk keimanan anak di masa mendatang. Kepada Ibnu ‘Abbas yang ketika itu masih kecil, Rasulullah saw. berpesan:
"Wahai anakku, sesungguhnya aku akan mengajarkanmu beberapa kata ini sebagai nasehat buatmu. Jagalah hak-hak Allah, niscaya Allah pasti akan menjagamu. Jagalah dirimu dari berbuat dosa terhadap Allah, niscaya Allah akan berada di hadapanmu. Apabila engkau menginginkan sesuatu, mintalah kepada Allah. Dan apabila engkau menginginkan pertolongan, mintalah pertolongan pada Allah. Ketahuilah bahwa apabila seluruh ummat manusia berkumpul untuk memberi manfaat padamu, mereka tidak akan mampu melakukannya kecuali apa yang telah dituliskan oleh Allah di dalam takdirmu itu.Juga sebaliknya, apabila mereka berkumpul untuk mencelakai dirimu, niscaya mereka tidak akan mampu mencelakaimu sedikit pun kecuali atas kehendak Allah. Pena telah diangkat dan lembaran takdir telah kering." (HR. At-Tirmidzi).
Dalam riwayat lain disebutkan, "Jagalah hak-hak Allah, niscaya engkau akan mendapatkan Dia ada di hadapanmu. Kenalilah Allah ketika engkau berada dalam kelapangan, niscaya Allah pun akan mengingatmu ketika engkau berada dalam kesempitan. Ketahuilah bahwa segala sesuatu yang salah dalam dirimu tidak mesti engkau langsung mendapatkan hukuman-Nya. Dan juga apa-apa yang menimpa dirimu dalam bentuk musibah atau hukuman tidak berarti disebabkan oleh kesalahanmu. Ketahuilah bahwa pertolongan itu akan datang ketika engkau berada dalam kesabaran, dan bersama kesempitan akan ada kelapangan. Juga bersama kesulitan akan ada kemudahan."
Apa yang bisa kita petik dari hadis ini? Tak ada penolong kecuali Allah Yang Maha Kuasa; Allah yang senantiasa membalas setiap kebaikan. Tak ada tempat meminta kecuali Allah. Tak ada tempat bergantung kecuali Allah. Dan itu semua menunjukkan kepada anak bahwa tidak ada tuhan kecuali Allah.
Wallahu a’lam bishawab.
Iqra’ Bismirabbikal ladzii Khalaq
Sifat Allah yang pertama kali dikenalkan oleh-Nya kepada kita adalah al-Khaliq dan al-Karim, sebagaimana firman-Nya, "Bacalah dengan nama Tuhanmu Yang Menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Yang mengajar dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya." (QS. Al-‘Alaq: 1-5).
Setidaknya ada tiga hal yang perlu kita berikan kepada anak saat mereka mulai bisa kita ajak berbicara. Pertama, memperkenalkan Allah kepada anak melalui sifat-Nya yang pertama kali dikenalkan, yakni al-Khaliq (Maha Pencipta). Kita tunjukkan kepada anak-anak kita bahwa kemana pun kita menghadap wajah kita, di situ kita menemukan ciptaan Allah. Kita tumbuhkan kesadaran dan kepekaan pada mereka, bahwa segala sesuatu yang ada di sekelilingnya adalah ciptaan Allah. Semoga dengan demikian, akan muncul kekaguman anak kepada Allah. Ia merasa kagum, sehingga tergerak untuk tunduk kepada-Nya.
Kedua, kita ajak anak untuk mengenali dirinya dan mensyukuri nikmat yang melekat pada anggota badannya. Dari sini kita ajak mereka menyadari bahwa Allah Yang Menciptakan semua itu. Pelahan-lahan kita rangsang mereka untuk menemukan amanah di balik kesempurnaan penciptaan anggota badannya. Katakan, misalnya, pada anak yang menjelang usia dua tahun, "Mana matanya? Wow, matanya dua, ya? Berbinar-binar. Alhamdulillah, Allah ciptakan mata yang bagus untuk Owi. Matanya buat apa, Nak?"
Secara bertahap, kita ajarkan kepada anak proses penciptaan manusia. Tugas mengajarkan ini, kelak ketika anak sudah memasuki bangku sekolah, dapat dijalankan oleh orangtua bersama guru di sekolah. Selain merangsang kecerdasan mereka, tujuan paling pokok adalah menumbuhkan kesadaran –bukan hanya pengetahuan—bahwa ia ciptaan Allah dan karena itu harus menggunakan hidupnya untuk Allah.
Ketiga, memberi sentuhan kepada anak tentang sifat kedua yang pertama kali diperkenalkan oleh Allah kepada kita, yakni al-Karim. Di dalam sifat ini berhimpun dua keagungan, yakni kemuliaan dan kepemurahan. Kita asah kepekaan anak untuk menangkap tanda-tanda kemuliaan dan sifat pemurah Allah dalam kehidupan mereka sehari-hari, sehingga tumbuh kecintaan dan pengharapan kepada Allah. Sesungguhnya manusia cenderung mencintai mereka yang mencintai dirinya, cenderung menyukai yang berbuat baik kepada dirinya dan memuliakan mereka yang mulia.
Wallahu a’lam bishawab.
Dikutip dari Hidayatullah.com
22 September 2008
Bunda, Mari Mengamati Buah Hati Kita
Siapakah anak kita? Bayi mungil yang ditimang ibu dan ayah saat pertama kali?
Sembilan bulan sepuluh hari seorang ibu membawa bayinya dalam kandungan, secara naluri seorang ibu ia sudah mengenalinya. Betapapun ia belum pernah melihatnya, namun perasaan saling mengenal sudah tertanam di antara ibu dan anak.
Sejak dalam kandungan, sang ibu sudah dapat membedakan apakah anak yang ini terbilang gesit karena banyak geraknya di dalam kandungan, atau tergolong tenang. Sepanjang kehamilan, sebagian ibu menyempatkan diri berdialog dengan jabang bayinya lewat usapan lembut di kulit perutnya, dan kadang ada “jawabannya” dari dalam berupa tendangan halus atau terasa sang jabang bayi bergerak.
Inilah yang menyebabkan orang tidak boleh meremehkan naluri seorang ibu terhadap anaknya, sebab hubungan batin sudah terjalin lewat komunikasi aktif bahkan sejak masih dalam kandungan. Ini juga yang menyebabkan anak yang tidak dikehendaki (unwanted child) seringkali berkembang menjadi pribadi bermasalah, karena sejak masih dalam kandungan iapun sudah merasa tidak diterima, lewat cara bagaimana sang ibu memperlakukan kandungannya sendiri.
Selanjutnya, perkenalan pertama itupun terjadilah. Pandangan pertama ini segera menguatkan rasa cinta yang mendalam dan sang ibu mulai mengamati wajah buah hatinya. Seperti siapakah dia? Demikian pertanyaan yang paling pertama muncul. Laki-laki atau perempuan? Cantikkah? Gantengkah?
Seorang sholihah yang pandai bersyukur tak akan berlama-lama mempersoalkan penampilan fisik, rupa maupun jenis kelamin. Ibu sholihat segera mengisi hatinya dengan rasa syukur dan segera menerima buah hatinya dengan hati lapang. Sebaliknya, seorang ibu yang kurang pandai bersyukur mungkin menyesali bahwa bayinya lahir dengan jenis kelamin yang tidak diharapkannya. Atau merasa kecewa karena anaknya tidak mirip dirinya, atau kecewa dengan cacat-cacat fisik lain, dan lain sebagainya.
Ibu sholihat kelak akan lebih mudah melakukan pengamatan dan pengenalan yang benar terhadap anaknya. Sedang ibu yang kurang bersyukur justru akan mengalami hambatan dalam mengenali anaknya. Kekecewaan dirinya akan menjadi sekat pengamatan. Ia memandang anaknya tidak dengan obyektif karena sudah dilandasi rasa kecewa tadi. Semakin besar kekecewaannya, semakin sulit ia menemukan kebaikan atau kelebihan anaknya. Dapat dibayangkan, anak seperti ini sejak lahir sudah mempunyai beban yang berat dalam perjalanan hidup selanjutnya.
Tahun-tahun pertama bersama, jika si anak beruntung, ia akan mendapatkan kasih sayang yang cukup. Ini akan membuatnya tumbuh kembang dengan sehat dan optimal. Semakin pandai sang ibu mengasuhnya, semakin optimal bakatnya berkembang dan akan semakin cemerlanglah dia. Tidak ada bakat yang jelek yang akan membawa seseorang kepada takdir keburukan. Allah Maha Adil.
Sejumlah sifat bawaan hanya membawa kemungkinan yang masih perlu diformat lagi oleh faktor pengalaman hidup anak tersebut. Jika sang anak kurang beruntung, ia akan tumbuh kembang dalam lingkungan yang merugikan dirinya. Semakin buruk perlakuan yang diterimanya, akan berinteraksi dengan bakat bawaannya menjadi sifat-sifat buruk dan lemah.
Lima tahun pertama hidupnya merupakan masa-masa penting. Umumnya di usia ini anak masih tergantung pada ibu. Oleh karena itu, ibu-lah yang paling dominan dalam membentuk karakter dasar seseorang. Tidaklah heran jika para ibu menjadi target perusakan oleh musuh.
Tragedi Bosnia salah satu contoh ekstrimnya. Pemerkosaan massal atas kaum wanita suatu bangsa sama juga dengan menghancurkan karakter seluruh bangsa selama beberapa generasi.
Ibu sholihat akan memanfaatkan golden age ini sebaik-baiknya. Sahabat Ali Ra menganjurkan agar dalam tujuh tahun pertama anak dibesarkan dengan penuh permainan, karena selain cara itulah yang paling cocok dengan perkembangan otaknya, juga agar anak mengawali tahun-tahun pertamanya dengan kegembiraan, bukan kesedihan atau beban kewajiban. Pribadi yang gembira lebih berpotensi menjadi pribadi yang kuat.
Coba amati anak kita, apakah ia sudah tampak sebagai anak yang ceria? Jika tampak belum cukup ceria, atau bahkan tampak agak menarik diri, segeralah amati dengan teliti. Semoga bukan karena ada kelainan perkembangan atau cacat fisik yang belum diketahui. Jika penyebabnya sudah diketahui, maka coba pelajari bagaimana mengatasinya, jika perlu, carilah bantuan profesional.
Sebagian besar kelainan anak diketahui pertama kali oleh pengamatan jeli sang ibu. Semakin jeli seorang ibu mengamati anak, semakin cepat cacat atau kelemahan anak diketahui dan Insya Allah akan semakin mudah pula ditangani sejak dini.
Tahun-tahun berlalu kemudian buah hati kita mulai mengenal otoritas lain, yaitu guru. Kini sebagian waktunya ia lewatkan bersama orang lain. Ibu yang bijaksana akan membangun hubungan baik dengan guru anaknya, sehingga pendidikan rumah dan sekolah tetap bersambung. Jika tidak, anak akan mengalami kebingunan karena adanya perbedaan-perbedaan pendapat antara orangtua dan guru berbeda.
Ibu bijaksana juga akan aktif bertanya dan memberi masukan kepada guru tetang perkembangan anaknya. Ia tak akan kehilangan kesempatan mengamati anaknya meskipun ia tidak lagi selalu bersama anaknya.
Tahapan pengamatan dan pengenalan terakhir yang akan dilalui bersama antara ibu dan anak adalah memasuki usia dewasa. Diawali dengan masa transisi yang disebut remaja.
Di masa ini, ibu dan anak seringkali kehilangan pola komunikasi yang selama ini sudah terbentuk dengan baik. Ini karena sifat dari tahapan itu sendiri. Tahapan remaja adalah tahapan gejolak, di mana banyak perubahan besar terjadi.
Perubahan terbesar adalah perubahan status antara kanak-kanak menjadi dewasa. Masa ini diakui sebagai masa sulit bagi ibu dan dan anak yang bahkan sebelumnya cukup harmonis. Bagi yang sebelumnya sudah tidak harmonis. Sedangkan bagi hubungan yang sebelumnya sudah terputus, maka masa ini menjadi masa yang mengokohkan keterpisahan antara orangtua dengan anaknya.
Artikel ini Diambil dari Eramuslim.com
21 September 2008
21 Ramadhan 1429
Terasa sedih hati ini, Ramadhan akan segera pergi.
Tadi malam,di masjid, suasana sedih berkumpul.
Melaksanakan sunnah Qiyamullail+i'tikaf, mengiringi kepergian Ramadhan.
Karena mungkin,bisa jadi,ini Ramadhan terakhir kita.
4JJIhumma Innaka Afuwun Tuhibbul Afwa Fa'fu Anni
Ahad sore
21 Ramadhan 1429
Di rumah
19 September 2008
social network, Mobilisasi fikroh
Mobilisasi fikroh butuh jamaah
Mobilisasi fikroh butuh cinta yang mengawalinya hingga tongkat estafet berpindah tangan
Mobilisasi fikroh tidak butuh da'i yang cepat merasa puas
Mobilisasi fikroh tidak butuh da'i yang merasa pandai
Mobilisasi fikroh mengajak anda untuk mau berbuat baik, tanpa pamrih
Tarbiyah --> Social Network --> Mobilisasi Fikroh --> Perubahan Mindset --> Kemenangan Islam
Social network adalah suatu keniscayaan. Diawali dengan proses tarbiyah yang cukup, ketika kita mulai dihadapkan dengan amanah di masyarakat tentunya kita tidak boleh dan tidak bisa menghindar dari kewajiban menjalankan social network.
Perencanaan sebelum perebutan kota makkah oleh Rosulullah Saw cukup waktu dan sangat matang. Sebelum datangnya pasukan islam, mindset penduduk makkah udah bergeser sedikit demi sedikit.Perubahan mindset ini tidak terjadi kebetulan. Pasukan intelijen Rosulullah telah berbaur dengan penduduk makkah dan menebar opini, memobilisasi fikroh tentang kekuatan besar pasukan Islam yang didasari dengan kemenangan demi kemenangan pada setiap perang sebelumnya.Ketika tiba saatnya pasukan islam akan datang, mental penduduk makkah telah drop.Mereka merasa tidak punya kekuatan lagi untuk melawan, tidak ada gunanya lagi melawan.
Mobilisasi fikroh telah berhasil. Opini telah terbentuk. Kemenangan udah didepan mata.Suatu kemenangan yang diharapkan Rosulullah, Kemenangan tanpa meneteskan darah kedua belah pihak. Kemenangan yang tidak menyisakan dendam dan sakit hati. Namun ketika kemenangan itu telah diraih, Rosulullah masih merasa perlu sedikit menata social network untuk menyempurnakannya. Ketika pasukan datang, Rosulullah menunjuk,salah satunya, rumah abu sofyan bagi siapa saja yang ingin selamat.
Disini Beliau memberikan penghormatan, salah satu tujuannya adalah agar pengikut abu sofyan merasa save baik dirinya, keluarganya maupun mata pencahariannya. Agar tidak ada gejolak sosial, agar semuanya mau secara damai tunduk kepada islam.
Di era perang pemikiran saat ini, siapapun yang mampu mempengaruhi opini masyarakat dia akan memenangkan kemenangan. Siapapun yang mempunyai kekuatan untuk memobilisasi fiqroh dia akan mampu mencapai cita-citanya. Kesuksesan social network berjamaah akan mempengaruhi kesuksesan mobilisasi fikroh.
Mobilisasi fikroh dilakukan berjamaah namun berpencar, setiap kader berada di simpul social network untuk selanjutnya bersama-sama kader lainnya memobilisasi fikroh. Contoh kecil simpul ini adalah media cetak. Media cetak merupakan lokasi tepat untuk mobilisasi fikroh yang paling murah, dibandingkan dengan media elektronik.
Jangan pernah bertanya tentang kekuatan besar dibelakang mobilisasi fikroh.
Jika anda masih ingin bertanya, mungkin lebih baiknya kita menyadarkan diri tentang mobilisasi ini yang telah dilakukan musuh islam selama ini. Mungkin dengan kesadaran tersebut kita bisa tahu seberapa besar kekuatan yang telah bekerja untuk memobilisasi fikroh untuk menyudutkan islam selama ini.
Hadanallah Wa Iyyakum Ajma'in
19 Ramadhan 1429
19 Semptember 2008
Sebelum berangkat Sholat Jum'at
On Kantor
social network, membuka jalan dakwah
Berbuat baik secara ikhlas kepada orang lain, termasuk juga menghormati orang lain tidak karena statusnya merupakan perbuatan yang sangat mulia. Disebut mulia karena siapapun yang merasa dihormati akan berbahagia, begitu juga sebaliknya jika ada orang dihina, diremehkan karena statusnya, pangkatnya, karena marhalahnya dalam suatu organisasi tentunya sangat sakit hatinya.
Social network bukan blow up amaliyah seseorang. Social network adalah pemberian penghormatan kepada seseorang tanpa dipengaruhi kelebihan beliau. Suatu penghormatan kepada seseorang, siapapun dia, terlebih dia adalah target dakwah, tanpa melihat kelebihan yang dipunyai, penghormatan ditekankan pada usaha menyentuh hati untuk akhirnya diikat dalam suasana islami.
komitmen untuk menata social network berangkat dari setiap individu. Komitmen invidu insya4JJI akan menghasilkan komitmen berjamaah untuk berazzam menata social network.
Walaupun setiap hari dihina dan dicaci maki oleh perempuan tua yahudi yang buta, Rosulullah Saw tetap berazzam untuk menyuapi dia dengan beberapa buah kurma setiap hari. Rosulullah tidak merasa hina dengan menghormati wanita yahudi ini. Rosulullah mempunyai proyeksi dakwah, bukan sekedar semangat. Walaupun proyeksi dakwah ini hasilnya baru muncul ketika Rosulullah wafat.
Rosulullah pun menegur para sahabat yang tidak mengabarkan berita kematian seorang perempuan tua yang tiap hari bertugas membersihkan masjid. Para sahabat saat itu beralasan mungkin Rosulullah tidak akan memberi perhatian kepada seorang wanita tua. Itulah sebagian uswah Rosulullah yang berhubungan dengan social network.Tentunya kita semua yakin dengan proyeksi Rosulullah dalam dakwah yang dibuktikan dengan kesuksesan pembentukan Syakhsiyah Da'iyah pada para sahabat hingga menyebabkan islamisasi setengah lebih luas dunia pada saat itu
Ancaman besar yang akan muncul jika tidak ada azzam untuk ber-social network adalah munculnya barisan sakit hati, barisan orang yang pernah disakiti karena pernah diremehkan.
Suatu masalah yang sering dianggap sepele namun sangat berbahaya.
Sebuah konsep yang perlu kita masukkan dalam materi-materi motivasi, mungkin judul materinya ' Social network, a broken link'
19 Ramadhan 1429
19 September 2008
On Kantor
17 September 2008
Kantung Empedu dan Batu Ginjal
Sayyid Qutb pernah berkata "Orang yang hanya memikirkan diri sendiri, akan hidup sebagai orang kerdil dan mati sebagai orang kerdil. Tetapi orang yang mau memikirkan orang lain, ia akan
menjadi orang besar dan mati sebagai orang besar".
Dari sebuah milist saya inginkan mengutipkan tulisan teman, semoga bermanfaat bagi kita semua.
---------------------------------------------------------------------------
KANTUNG EMPEDU - BATU GINJAL
Indikasi awal kanker & tumor biasanya diawali dengan penuhnya kantung
empedu dengan batu. Semua orang cenderung empedunya berisi batu, tetapi
pada kondisi tertentu akan jadi penyakit, Artikel paling bawah ini telah memberi saya jalan keluar, dimana 4 dokter memastikan saya harus dioperasi.
Karena beberapa minggu lalu, saya terkena hepatitis A dan hasil USG ternyata empedu saya penuh dengan batu.
Penuhnya Empedu dengan batu tdk akan kita ketahui dlm keadaan normal, saya baru tahu setelah dokter melakukan USG Hati dan empedu. Menurut Dokter:
Operasi kantung empedu dgn mengangkat kantung empedu dengan operasi besar ataupun laparaskopi. Biaya yang akan kita keluarkan untuk operasi tsb berkisar antara 40-60 juta. (Untuk operasi saja)
Silahkan baca original artikel paling bawah dari Dr Lai Chiu-Nan, bagaimana mengeluarkan batu empedu tanpa operasi dan biaya sangat murah dan tidak merusak tubuh kita. Subhanallah saya telah mengikuti saran beliau dan alhamdulillah batu empedu ku keluar semua tanpa operasi. (Ini bukan detoxinasi, tapi seperti pembersihan perut). Hasil USG saya empedu telah penuh dengan batu, setelah melakukan treatment ini saya meminta USG kembali sebagai bukti. Ternyata benar...kantung empedu saya kosong... Entah bagaimana saya menyampaikan ucapan terimakasih ke Dr Lai Chiu-Nan, tapi saya cuma ingin sharing pengalaman sesuai niat Dr Lai Chiu-Nan membagi pengalaman kepada saudara2 kita dengan gratis.
Saran:
Bagi yang sehat...cobalah, karena saat kita sakit akut ataupun kronis gak enak rasanya. Ini adalah salah satu cara menghindari kanker dan tumor
Fungsi hati dan empedu:
Menetralisir racun di tubuh, Empedu menetralisir lemak yang kita asup ke dalam tubuh. Keduanya saling berkaitan... kalau kedua2nya bersih ...berarti kita telah menyehatkan tubuh kita agar normal fungsi keduanya.
Wasalam,
Sehat adalah milik kita semua..
Baik sekali apabila kita sekali-kali membersihkan kandung empedu kita.
============ ========= ========= ========= ===
MENGHILANGKAN BATU EMPEDU SECARA ALAMIAH
oleh Dr Lai Chiu-Nan
Ini telah berhasil bagi banyak orang. Apabila kejadian anda demikian juga, ayolah beritahu pada orang lain. Dr Chiu-Nan sendiri tak memungut biaya untuk informasinya ini, karena itu sebaiknya kita buat ini gratis juga.
Ganjarannya adalah bila ada orang yang karena informasi yang anda berikan menjadi sehat.
Batu empedu tak banyak dirisaukan orang, tapi sebenarnya semua perlu tahu karena kita hampir pasti mengindapnya. Apalagi karena batu empedu bisa berakhir dengan penyakit kanker. "Kanker sendiri tidak pernah muncul sebagai penyakit pertama" kata Dr Chiu-Nan.
"Umumnya ada penyakit lain yang mendahuluinya. Dalam penelitian di Tiongkok saya menemukan bacaan bahwa orang-orang yang terkena kanker biasanya ada banyak batu dalam tubuhnya.
Dalam kantung empedu hampir semua dari kita mengandung batu empedu.
Perbedaannya hanya dalam ukuran dan jumlah saja.. Gejala adanya batu empedu biasanya adalah perasaan penuh di perut ( ' nek, busung) sehabis makan. Rasanya kurang tuntas mencernakan makanan. Dalam kondisi parah ada tambahan rasa nyeri pada ginjal."
Bila anda menduga ada batu pada empedu anda, cobalah cara yang dianjurkan oleh Dr Chiu Nan untuk menghilangkannya secara alamiah. Pengobatan ini juga dapat dipakai bila ada keluhan gangguan hati, karena hati dan kandung empedu saling berkaitan.
Tata-cara pengobatannya adalah sebagai berikut:
1. Selama lima hari berturut-turut minumlah empat (4) gelas sari buah apel segar setiap hari, atau makanlah empat atau lima buah apel segar,
tergantung selera anda. Apel berkhasiat melembutkan batu empedu. Selama
masa ini anda boleh makan seperti biasa.
2. Pada hari ke-enam jangan makan malam. Jam 6 petang, telanlah satu sendok teh "Epsom salt" (magnesium sulfat, garam Inggris??) dengan segelas air hangat. Jam 8 malam lakukan hal yang sama. Magnesium sulfat berkhasiat membuka pembuluh-pembuluh kandung empedu. Jam 10 malam campurkan setengah cangkir minyak zaitun (atau minyak wijen) dengan setengah cangkir sari jeruk segar. Aduklah secukupnya sebelum diminum. Minyaknya melumasi batu2 untuk melancarkan keluarnyabatu empedu.
Keesokan hari Anda akan menemukan batu-batu berwarna kehijauan dalam limbah air besar anda. "Batu-batu ini biasanya mengambang," menurut Dr Chiu-Nan.
"Cobalah hitung jumlahnya. Ada yang jumlahnya 40, 50 sampai 100 batu.
Banyak sekali. Tanpa gejala apapun Anda mungkin memiliki ratusan batu yang berhasil dikeluarkan melalui metoda ini, walaupun mungkin tidak semuanya keluar.
Baik sekali apabila kita sekali-kali membersihkan kandung empedu kita.
1. Jenis Apel sebenarnya sama, cuma saya seneng yang manis...Kemaren aku makan Apel RRC yang sering diskon kalau di supermarket harga diskon per 100 gram 800-1000 (biasaya 1600)
2. Minum/makan apel selama 1 hari 4 (rata2) lima juga boleh.
3. Sebelumnya aku minum Jus asli apel. Cuma butuh waktu untuk mebuatnya.
Akhirnya selama 5 hari aku makan apel seger dari kulkas, kulitnya aku buang. Karena apel sekarang banyak yang dikasih lapisan lilin dan terkontaminasi sama pestisida... jadi aku buang kulitya, lalu aku potong kecil..dan dimasukkan ke kulkas...jadi saat kita mau makan, apelnya masih seger dan dingin.
4. Garam Inggris beli di apotik harga Rp2.500 (Tempat obat)
5. Minyak Zaitun kalau kita ke Supermarket namanya Olive Oil, harga 25-30 ribu satu botol. Di Apotek juga ada, aku beli di sana karena dekat rumah.
Guna Jeruk agar kita tidak muntah saat minum Minyak Zaitun, Jadi aduk yang rata...karena sebelumnya adukanku tidak rata...sehingga eneg, ..lalu aduk lagi biar tercampur dengan rata..karena minyak dan jeruk tidak bersatu atau Berat Jenisnya beda...
Pokoknya Subhanallah. .. 3 Dokter suruh aku Operasi... dengan treatment ini, keluar batunya.
Gaji Papa Berapa ?
----------------------------------------------------------------------------
Gaji Papa Berapa?
Seperti biasa Andrew, Kepala Cabang di sebuah perusahaan swasta
terkemuka di Jakarta, tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak seperti
biasanya, Sarah, putra pertamanya yang baru duduk di kelas tiga SD
membukakan pintu untuknya.
Nampaknya ia sudah menunggu cukup lama.
"Kok, belum tidur ?" sapa Andrew sambil mencium anaknya.
Biasanya Sarah memang sudah lelap ketika ia pulang dan baru terjaga
ketika ia akan berangkat ke kantor pagi hari.
Sambil membuntuti sang Papa menuju ruang keluarga, Sarah menjawab, "Aku
nunggu Papa pulang. Sebab aku mau tanya berapa sih gaji Papa ?"
"Lho tumben, kok nanya gaji Papa ? Mau minta uang lagi, ya ?"
"Ah, enggak. Pengen tahu aja" ucap Sarah singkat.
"Oke. Kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Papa bekerja sekitar 10 jam
dan dibayar Rp. 400.000,-. Setiap bulan rata-rata dihitung 22 hari
kerja.
Sabtu dan Minggu libur, kadang Sabtu Papa masih lembur. Jadi, gaji Papa
dalam satu bulan berapa, hayo ?"
Sarah berlari mengambil kertas dan pensilnya dari meja belajar sementara
Papanya melepas sepatu dan menyalakan televisi. Ketika Andrew beranjak
menuju kamar untuk berganti pakaian, Sarah berlari mengikutinya. "Kalo
satu hari Papa dibayar Rp. 400.000,-untuk 10 jam, berarti satu jam Papa
digaji Rp. 40.000,- dong" katanya.
"Wah, pinter kamu. Sudah, sekarang cuci kaki, tidur" perintah Andrew.
Tetapi Sarah tidak beranjak.
Sambil menyaksikan Papanya berganti pakaian,Sarah kembali bertanya,
"Papa, aku boleh pinjam uang Rp. 5.000,- enggak ?"
"Sudah, nggak usah macam-macam lagi. Buat apa minta uang malam-malam
begini ?Papa capek. Dan mau mandi dulu. Tidurlah".
"Tapi Papa..."
Kesabaran Andrew pun habis. "Papa bilang tidur !" hardiknya mengejutkan
Sarah.
Anak kecil itu pun berbalik menuju kamarnya.
Usai mandi, Andrew nampak menyesali hardiknya. Ia pun menengok Sarah di
kamar tidurnya. Anak kesayangannya itu belum tidur. Sarah didapati
sedang terisak-isak pelan sambil memegang uang Rp. 15.000,- di
tangannya.
Sambil berbaring dan mengelus kepala bocah kecil itu, Andrew berkata,
"Maafkan Papa, Nak, Papa sayang sama Sarah. Tapi buat apa sih minta uang
malam-malam begini ? Kalau mau beli mainan, besok kan bisa.
Jangankan Rp.5.000,- lebih dari itu pun Papa kasih" jawab Andrew
"Papa, aku enggak minta uang. Aku hanya pinjam. Nanti aku kembalikan
kalau sudah menabung lagi dari uang jajan selama minggu ini".
"lya, iya, tapi buat apa ?" tanya Andrew lembut.
"Aku menunggu Papa dari jam 8. Aku mau ajak Papa main ular tangga. Tiga
puluh menit aja. Mama sering bilang kalo waktu Papa itu sangat berharga.
Jadi, aku mau ganti waktu Papa. Aku buka tabunganku, hanya ada
Rp.15.000,- tapi karena Papa bilang satu jam Papa dibayar Rp. 40.000,-
maka setengah jam aku harus ganti Rp. 20.000,-. Tapi duit tabunganku
kurang Rp.5.000, makanya aku mau pinjam dari Papa" kata Sarah polos.
Andrew pun terdiam. ia kehilangan kata-kata. Dipeluknya bocah kecil itu
erat-erat dengan perasaan haru. Dia baru menyadari, ternyata limpahan
harta yang dia berikan selama ini, tidak cukup untuk "membeli"
kebahagiaan anaknya.
----------------------------------------------------------------------------
Anak-anak kita seperti pohon
Kita usahakan beri pupuk organik
Anak-anak kita adalah cita-cita kita
Seyogyanya butuh perencanaan kita
Seyogyanya kita ikuti perkembangannya
Agar sesuai dengan cita-cita
Meninggikan Kalimah Tauhid
Dimanapun dia berada
Siang terik pukul 13.33
17 Ramadhan 1429
17 semptember 2008
On Kantor
social network = kebaikan tanpa pamrih (1)

Seorang teman bertanya via YM tentang esensi ' Bisnis adalah Kepercayaan'.Karena menurut teman satu ini, kepercayaan yang bagaimana yang harus di-create agar bisnis bisa jalan.
Wah, untuk pertanyaan satu ini jawabannya harus melihat status si penanya.Untuk orang yang baru memulai bisnis pribadi [ bukan warisan ] seperti teman ini tentunya kepercayaan yang dimaksud adalah kepercayaan orang lain bahwa kita adalah orang baik dalam berhubungan.Namun itu saja masih kurang jika ingin menciptakan hubungan bisnis yang mantap.Selain menjadi baik, kita juga harus sesering mungkin untuk memulai suatu kebaikan walaupun kepada orang yang belum pernah berbuat baik kepada kita,walaupun kadang-kadang kebaikan kita dibalas dengan cibiran,hinaan.
Yang harus kita tanamkan pertama,kebaikan adalah aset kita,aset yang positif yang akan berbuah positif untuk kita.Untuk itu kita harus memulainya, memulai membina hubungan baik kepada siapapun,tanpa pamrih,tanpa mengharapkan apa-apa,cukuplah 4JJI SWT yang kita harapkan Ridho-Nya
Nilai positif yang kita punyai sebagai saku kita dalam berhubungan dengan orang lain,dalam membuka hubungan bisnis baru.Secara pribadi saya udah membuktikan bahwa tanpa diminta pun orang lain akan memberikan ilmu bisnisnya secara detail jika dia merasa kita udah 'baik', jika dia merasa kita udah memberi hal-hal yang dia butuhkan tanpa dia memintanya.
Bagi siapapun yang akan memulai suatu hubungan bisnis, jangan simpan rasa gak PD karena itu akan menghentikan secara permanen ide-ide kita.
Bisnis adalah kehidupan, semakin sedikit orang mau berbisnis seperti tampak oleh kita di indonesia ini, akan semakin banyak masalah yang muaranya adalah pengangguran yang merajalela,sehingga kehidupan akan semakin sulit karena terlalu banyak pegawai dan pengangguran yang menunggu pekerjaan,bukan menciptakan pekerjaan.
Berbisnis adalah suatu keniscayaan, karena tidak harus bermodal besar
Berbisnis adalah sunnah nabi, yang diikuti oleh hampir semua sahabatnya
Berbisnis mampu menaikkan nilai negara,karena tidak adanya pengangguran
Hadanallah wa iyyakum Ajma'in
ba'da Dhuhur
17 Ramadhan 1429
17 september 2008
On Kantor
16 September 2008
Gaza saja bisa, kenapa kita gak bisa

Berikut saya kutipkan informasi dari infopalestina.com tentang Azzam Pemerintah Kota Gaza untuk menciptakan para hafidz-hafidzoh setiap tahunnya.
Gaza, kota yang terisolaasi bukan saja oleh israel, hampir semua negara-negara arab ikut memblokade Gaza. Israel, negara musuh abadi islam malah disupport terus oleh arab saudi, mesir dan yordania. Mereka masih mengirim minyak untuk israel, disaat Gaza di blokade.
infoPalestina.com. Perdana Menteri Palestina, Ismael Haneya memberikan penghargaan kepada para penghafal al-Quran di jalur Gaza sebasar seperempat juta dollar Amerika. setiap hafizh atau hafizhah mendapat 100 dollar.
Haneya menegaskan tentang sikap pemerintah yang mendukung kamp-kamp penghafal Al-Qur’an hingga jumlah mereka terus bertambah dalam rangka mencapai kemenangan. Acara ini diadakan oleh Lembaga Darul Qur’an dan Sunnah bekerja sama dengan Jaringan Informasi Al-Aqsha, Kamis malam ba’da Isya (4/9).
Dalam pidatonya Haneya berjanji akan mengkhususkan anggaran pemerintahnya untuk mendukung kamp-kamp Al-Qur’anul Karim yang telah berhasil menelorkan para hafihz dan hafihzah, walau dalam kondisi yang sangat mengkawatirkan. Haneya memuji rakyat yang tetap tegar menghadapi berbagai konspirasi dan tipu daya musuh-musuhnya yang berupaya menjauhkan rakyat Gaza dari aqidah Islam dan ajaran agama mereka. Ia menegaskan, konspirasi mereka tidak akan pernah sukses.
Pemerintah Palestina merasa bangga telah mengeluarkan 2500 para penghafal Al Qur’an ditambah 1000 hafihz yang masih berada di bangku-bangku sekolah. Dengan demikian para hafihz dan hafihzah yang dipunyai Palestina saat ini mencapai 3500 huffahz. Jumlah ini sangat membanggakan bagi pemerintah Palestina dan gerakan Hamas.
Di pihak lain, Direktur Darul Qur’an DR. Abdurrahman Jamal mengumumkan terbentuknya Asosiasi Para Penghafal Al-Qur’an yang akan membantu para penghafal lainya dalam memelihara al-Qur’an di samping terus meningkatkan kemampuan mereka. Ia meminta para dermawan untuk menyisihkan bantuannya terhadap program ini dalam program peningkatan para pemuda muslim dan masayarakat.
Di tempat lain, Syaikh Ali Badihdah dari Saudi Arabia, melalui video komferens dari Madinah Munawarah memuji keberhasilan Jalur Gaza dalam menelorkan para hafihz dan hafihzah walau dalam kondisi konspirasi dan blokade internasional. Ia meminta para penghafal Al-Qur’an tersebut agar memahami keagungan nikmat Allah pada mereka berupa hafal al-Qur’an. Ia menyerukan langkah ini terus dilanjutkan dan mendorong rakyat Gaza mendukung semua langkah yang telah ditempuh lembaga Darul Qur’anTidak seperti jatuhnya air hujan

Ketika membaca beberapa biografi pejuang islam, Pejuang yang benar-benar berjuang untuk kejayaan islam, ada beberapa yang secara mencolok mempunyai ghiroh tinggi terhadap pembelaan islam. Jika kita meneliti lebih dalam, ternyata mereka rata-rata udah hafal alqur'an mumtaz 30 juz sejak kecil sebelum umur baligh. Sepintas hal ini mungkin kita anggap biasa, atau mungkin kita menganggap itu suatu kebetulan.
Pada saat membaca biografi tokoh pendidikan mesir Sayyid Qutb, ada hal menarik yang menjadi salah satu sebab seorang sayyid qutb mampu menghafal 30 juz sebelum umur 12 tahun. Seorang ibu yang berazzam untuk mengantarkan sayyid qutb menggapai Al-Hafidz. Peran besar seorang ibu, atau orang tua sangat dibutuhkan karena pada umur yang masih hijau seperti itu belum ada kesadaran dari dalam tentang pentingnya menghafal Alqur'an.
Masih ada beberapa orang [ mungkin banyak] yang merasa tidaklah penting seorang anak bisa hafal Alqur'an. Sangat banyak kesadaran akan hafal alqur'an justru muncul pada umur baligh, ketika beban hidup dan pikiran udah penuh.Mungkin termasuk dari kita sendiri yang mempunyai kesadaran seperti itu.
Insya4JJ tidak cuma seorang sayyid qutb, Ulama selevel imam syafi'i yang hafal Alqur'an pada umur 6 tahun juga tidak lepas dari peran orang tua yang memberikan fasilitas,waktu dan segenap kemampuannya agar anaknya mampu menghafal pada usia sedini itu.
Jika kita mempunyai keinginan untuk mempunyai pohon yang rindang, akarnya kuat dan buahnya tidak berhenti sepanjang tahun bahkan mungkin seumur hidup kita, ini mungkin salah satu pilihan. Apalagi dengan melihat kondisi lingkungan, media cetak dan elektronik yang sangat merusak fikroh anak-anak kita, mungkin mengantarkan anak kita menuju al-hafidz adalah pilihan terbaik.
Terbaik karena selain bisa hafal 30 juz Al-qur'an sebelum lewat umur 12, anak-anak kita juga mendapatkan lingkungan islami, gaya hidup islam dan fikroh islami.
Saya teringat kondisi di suatu Ma'had Tahfidz Al-Qur'an di jawa tengah yang cukup bagus dalam mencetak SDM islami. Setiap Pagi buta pukul 03.30 seluruh murid dan ustadz udah bangun dan langsung sibuk dengan kegiatan masing-masing.Setiap murid akan mandi lalu sholat malam dan dilanjutkan dengan muroja'ah hafalannya,hingga waktu shubuh. Ba'da Shubuh adalah waktu untuk setoran hafalan. Setiap murid akan menyetorkan hafalannya sesuai levelnya.Perlu diketahui, di ma'had ini dalam sehari ada 3 kali setoran hafalan.
Subhanallah, waktu hidup anak-anak ini dihabiskan dengan aktifitas yang sangat berkualitas, aktifitas yang mampu membantu mereka saat kondisi lingkungan tempat hidup mereka kelak jauh dari islam. Kita ingat seorang sayyid qutb yang kuliah di 3 tempat di amerika, negeri pusat pornografi,negeri pusat kapitalisme dan liberalisme, negeri tempat pusat kontrol zionisme internasional. Sayyid qutb mempunyai kemampuan surviving with islam di negeri yang mendewakan Samiri tersebut. Bahkan ketika pulang ke mesir, kondisi keimanan beliau terbukti masih kuat.
Berita Syahidnya Imam Hasan Al-Banna di tangan militer inggris membuatnya berpikir lebih keras tentang siapa kawan siapa lawan. Berita Syahidnya Al-Banna dirayakan dengan pesta besar-besaran oleh inggris dan amerika pada saat itu. Begitu juga media cetak mesir pro inggris, mereka merayakan keberhasilan membunuh Al-Banna sebagai sebuah prestasi besar.
Sayyid qutb melihat ini sebagai tanda, momentum untuk bergerak, karena mungkin sebelumnya beliau belum banyak tahu tentang Jammaah Ikhwan. Momentum ini dijadikan tonggak oleh beliau yang telah dibekali oleh orang tuanya dengan Al-Qur'an 30 juz.Tampak jelas sudah siapa musuh islam pada saat itu, yaitu mereka yang berpesta saat pemimpin jammaah dakwah ditembak mati oleh militer inggris.
Sayyid qutb memilih bergabung dengan jammaah ini, karena keyakinan bahwa berjuang berjammaah lebih baik daripada berjuang sendirian. Sayyid qutb yang sebelumnya sudah sangat kagum dengan konsep ikhwan yang dibawa Al-Banna semakin yakin tentang kewajiban berdakwah untuk setiap individu muslim/muslimah.
Tidak seperti jatuhnya air hujan, hidayah harus diusahakan.
Tidak seperti jatuhnya air hujan, orang tua harus mengarahkan anak-nya
Tidak seperti jatuhnya air hujan, imanpun tidak dapat diwariskan
Hadanallah Wa Iyyakum Ajma'in
14.16
16 Ramadhan 1429
16 September 2008
On Kantor
15 September 2008
Karimah with Salman
Saat ini roda kehidupan udah berangsung normal.hari ahad kemaren karimah wa ummuha udah pulang kerumah.Sebelum mereka pulang, rumah kami udah dikondisikan dengan mumtaz oleh umi beserta tim.
Capek,karena saya harus tiap malam tidur rmh sakit selama 3hari.
Bahagia,karena istri dan putri sehat.
Pagi tadi karimah udah diganti tali pusar,dibantu tetangga yang baik.Sebenarnya kami udah janjian dengan bidan anak,tapi mungkin beliau berhalangan.
15 Ramadhan 1429
15 september 2008
Ashar
On kantor
Fasting – the ultimate diet
Puasa dan sepak bola
European Journal of Applied Physiology, volume 102 (6), 2008 dengan judul “The effect of the Ramadan fast on physical performance and dietary habits in adolescent soccer players” (Pengaruh puasa Ramadan terhadap kemampuan raga dan kebiasaan makan pada pesepak bola dewasa)Dampak puasa Ramadan pada atlit sepak bola baru-baru ini diteliti oleh Yoav Meckel dan rekannya dari Jurusan Pendidikan Jasmani dan Ilmu Olah Raga, Wingate Institute, Netanya, Israel dan Sekolah Kedokteran, Tel-Aviv University, Israel. Temuannya dimuat European Journal of Applied Physiology, volume 102 (6), 2008 dengan judul “The effect of the Ramadan fast on physical performance and dietary habits in adolescent soccer players” (Pengaruh puasa Ramadan terhadap kemampuan raga dan kebiasaan makan pada pesepak bola dewasa).
Hasil penelitian itu menyebutkan, terdapat sedikit penurunan berarti pada kemampuan tubuh atlit dalam mengolah oksigen, daya tahan kecepatan lari, serta kemampuan melompat. Namun puasa Ramadan tidak begitu berpengaruh pada kemampuan berlari cepat dan kelincahan.
Latihan jasmani intensif setiap hari juga mengalami penurunan selama Ramadan. Tidak terdapat perbedaan nyata dalam hal asupan makanan berkalori ataupun jumlah jam tidur secara keseluruhan antara bulan Ramadan dan bulan biasa.
Secara umum hasil penelitian ini menunjukkan bahwa puasa Ramadan dapat memicu penurunan berarti pada kemampuan berprestasi atlit. Namun di sisi lain, penurunan prestasi ini tidak harus selalu berkaitan dengan perubahan pada asupan kalori maupun jumlah jam tidur selama puasa.
Puasa dan pola hidup
Puasa Ramadan menarik perhatian pula bagi peneliti asal Inggris. Mereka adalah Jim Waterhouse dkk dari Lembaga Penelitian untuk Ilmu Olah Raga dan Latihan, Liverpool John Moores University, Liverpool, Inggris.
Dengan melibatkan 31 orang berusia 18-70 tahun, 14 pria dan 17 wanita, penelitian ini dilakukan 2 minggu pra-Ramadan, 4 minggu dalam bulan Ramadan, dan 2 minggu pasca-Ramadan. Mereka yang diteliti ini diminta menjawab sejumlah daftar pertanyaan lima kali sehari, yakni ketika matahari terbit (sekitar pukul 07:00), pukul 10:00, 14:00, dan di saat matahari terbenam (sekitar pukul 18:30), serta saat beristirahat.
Biological Rhythm Research, November 2007.Hasil kajian itu terbit dengan judul “Diurnal changes in sleep, food and fluid intakes, and activity during Ramadan, 2006, in the UK: some preliminary observations” (Perubahan dalam hal tidur, makan dan minum, serta kegiatan di siang hari selama Ramadan 2006 di Inggris: sejumlah pengamatan awal). Mereka menerbitkannya di jurnal ilmiah Biological Rhythm Research, November 2007.
Selama berpuasa Ramadan tidak ada sama sekali asupan makanan dan cairan di siang hari antara terbit dan tenggelamnya matahari. Namun dari penelitian itu diketahui bahwa hal ini tergantikan di jam-jam menjelang matahari terbit (sahur) dan, khususnya, setelah matahari tenggelam (buka puasa). Mereka yang diteliti ini memberikan alasan karena menaati aturan agama tentang puasa dan bukan karena alasan ketiadaan lapar atau haus.
Pola tidur juga berubah selama Ramadan, di mana tidur di siang hari meningkat. Mereka lebih banyak tidur di waktu pagi, antara matahari terbit hingga pukul 10 pagi. Alasan mereka adalah untuk mengganti waktu tidur yang hilang.
Di siang hari, jumlah kegiatan yang melibatkan jiwa, raga dan kemasyarakatan berkurang. Tetapi kegiatan ini meningkat setelah matahari terbenam. Jumlah kegiatan-kegiatan tersebut mereka rasakan hampir menyamai dengan apa yang sebelumnya mereka lakukan.
Puasa dan ibu hamil
Berpengaruh burukkah puasa Ramadan pada ibu hamil dan janinnya? Untuk mengetahui jawabannya, 36 orang ibu hamil sehat berpuasa dan 29 orang ibu hamil sehat tidak berpuasa diteliti di rumah sakit universitas Gaziantep, Turki selama satu bulan Ramadan penuh.
Hasil penelitian Dikensoy dkk ini dipaparkan jurnal ilmiah terbitan Jerman, Archives of Gynecology and Obstetrics, Mei 2008, dengan judul “The effect of Ramadan fasting on maternal serum lipids, cortisol levels and fetal development” (Pengaruh puasa Ramadan terhadap kadar lemak dan hormon kortisol serum ibu, serta perkembangan janin).
Pada ibu hamil yang berpuasa, yang tidak memiliki masalah kehamilan selama 20 minggu atau lebih, ditemukan mengalami peningkatan kadar hormon kortisol di dalam darah, sedangkan rasio LDL/HDL menurun.
Ibu hamil yang berpuasa dan yang tidak berpuasa ditemukan tidak mengalami perbedaan dalam hal pertambahan berat badan ibu, pertambahan bobot bayi teramati, kesehatan bayi, jumlah air ketuban, dan keadaan pembuluh darah tali pusar. Dengan kata lain puasa Ramadan tidak berpengaruh buruk pada perkembangan bayi.
Puasa, ibadah manusiawi
Hasil kajian ilmiah tentang pengaruh puasa Ramadan pada jiwa, raga, kesehatan dan pola hidup telah banyak diteliti ilmuwan. Yang tersebut di atas hanyalah sedikit contoh saja. Namun begitu, penelitian tersebut setidaknya telah mengungkap sejumlah sisi menarik. Yakni bahwa puasa Ramadan tersebut bukanlah dalam rangka memberikan kesusahan atau dampak buruk pada manusia, karena Allah, yang mewajibkan kita berpuasa, adalah Dzat yang Maha Pengasih dan Penyayang, dan Mahatahu atas kondisi hamba-Nya:
(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa di bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur. (QS. Al Baqarah, 2:185)
Artikel ini dikutip dari Hidayatullah.com


