Alhamdulillah,melalui sedikit perjuangan lobi memanfaatkan link yang kita punya,akhirnya Salman Faris bisa mendapatkan kursi di sebuah sekolah pra-TK di perumahan tempat kami tinggal.Terhitung mulai Tanggal 3 Desember kemaren, Salman sudah memulai mihwar baru dalam hidupnya yang belum genap 3 tahun [ tepatnya 2tahun 7 bulan pada 11 Desember ini ].
Sebetulnya masih terlalu muda bagi Salman untuk masuk pra-TK ini, tapi kami sebagai orang tua mempunyai pertimbangan lain.Kami melihat Salman diberi kelebihan pada kemampuan adaptif dan penalaran yang tinggi terhadap lingkungan, bekal inilah yang kami jadikan alasan awal atas rencana sekolahnya Salman ini.Alasan kedua yaitu, Salman masih menganggap beberapa hal yang kurang baik sebagai bahan lelucon,dan kami memilih sekolah pra-TK ini sebagai pembinaan awal agar walady Salman Faris bisa mengetahui jika melempar batu kearah temannya adalah hal yang buruk.
Kecenderungan yang kami lihat pada diri Salman yang sangat mencolok adalah kemampuannya bergaul dengan anak dengan usia diatasnya, namun cenderung tidak suka jika bermain dengan anak sebaya ataupun berumur dibawahnya.
Pada hari ini, Rabo 5 Desember 2007 adalah hari kedua sekolahnya.Pada pagi hari bermain di kelas,pada jam kedua ada acara berenang.Subhanallah, Hanya 4JJ SWT Yang Tahu betapa bahagianya hati salman, karena dia merasa seperti berada di taman bermain, bukan ditempat sekolah.Salman yang masih belum genap 3 tahun mampu berinteraksi dengan anak-anak yang telah masuk lebih dahulu dan berumur 3tahun lebih.Syukur Alhamdulillah
Siang ini,Salman tampak kecapekan sehabis acara renang di sekolahnya.
Barakallahu fiikum ya walady
05 December 2007
26 August 2007
Masa Depan Aqidah keluarga
Jika kita mau jeli,mari kita perhatikan muatan acara pada televisi lokal kita,mulai dari ba'da shubuh hingga lepas tengah malam.Pada sesi ba'da shubuh,beberapa tv lokal menunjukan bahwa agama mereka adalah islam,dengan menayangkan acara kuliah subuh,walaupun kita semua tahu kuliah shubuh sepi akan pemasang iklan.Acara kuliah subuh ini hanya syarat saja,bukanlah komitmen beragama sebuah stasiun tv.
Beberapa acara setelah kuliah shubuh tampak menunjukkan bahwa tv lokal kita mempunyai agenda besar,agenda untuk mengacak-acak fikroh pemirsa tv yang 80% lebih adalah muslim.Melalui acara ini,mereka mengajarkan pola hidup hedonis,mereka mengajarkan sesuai tujuan dan arah gerakan zionis,'menghancurkan moral dan kepribadian muslim'.
Secara sadar atau tidak,perencanaan acara tv sarat dengan muatan penggesaran moral dan budaya muslim.Kita lihat,70% sinetron yang ada berisi cerita-cerita cinta anak muda,sepertinya generasi muda kita diajari cara bagaimaba membina cinta/pacaran,bukan diberi pengarahan untuk belajar dan memikirkan masa depannya.Memang jika bicara tentang cinta,isinya asyik-asyik saja.Jadi generasi muda kita diarahkan untuk memikirkan yang asyik-asyik tok.Kita bisa memperkirakan,10 tahun lagi akan jadi apa generasi muda kita.
Masa depan yang di-create oleh tv lokal kita,sebenarnya adalah penghancuran masa depan akidah generasi muda dan juga kita.
Masa muda yang seharusnya dijadikan sebagai landasan awal untuk menguatkan akidah islamiyah malah diusahakan untuk rusak melalui media-media kita.
Masa muda yang dipilih oleh Kanjeng Nabi Muhammad SAW sebagai landasan pokok untuk membina para sahabatnya kala itu,mampu menjadikan para sahabat tersebut menjadi pemimpin masa depan,pemimpin negara islam hingga menjadikan Islam menjadi sebuah negara besar.
Melalui tulisan ini saya mengajak saudara-saudara seiman untuk waspada,media lokal kita bukanlah pihak yang membela islam.Media lokal kita masih berorientasi ekonomi liberal,ekonomi yang tidak sesuai dengan kaidah ekonomi syariah yang diajarkan Kanjeng Nabi SAW.Mereka memilih ekonomi liberal sebagai pijakan karena mereka bukanlah pembela islam.
Mari kita selamatkan generasi penerus kita dari kehancuran moral
Mari kita rencakan keberhasilan Masa Depan Akidah Islam Keluarga kita
Hadanallah Wa Iyyakum 'Ajma'in
Beberapa acara setelah kuliah shubuh tampak menunjukkan bahwa tv lokal kita mempunyai agenda besar,agenda untuk mengacak-acak fikroh pemirsa tv yang 80% lebih adalah muslim.Melalui acara ini,mereka mengajarkan pola hidup hedonis,mereka mengajarkan sesuai tujuan dan arah gerakan zionis,'menghancurkan moral dan kepribadian muslim'.
Secara sadar atau tidak,perencanaan acara tv sarat dengan muatan penggesaran moral dan budaya muslim.Kita lihat,70% sinetron yang ada berisi cerita-cerita cinta anak muda,sepertinya generasi muda kita diajari cara bagaimaba membina cinta/pacaran,bukan diberi pengarahan untuk belajar dan memikirkan masa depannya.Memang jika bicara tentang cinta,isinya asyik-asyik saja.Jadi generasi muda kita diarahkan untuk memikirkan yang asyik-asyik tok.Kita bisa memperkirakan,10 tahun lagi akan jadi apa generasi muda kita.
Masa depan yang di-create oleh tv lokal kita,sebenarnya adalah penghancuran masa depan akidah generasi muda dan juga kita.
Masa muda yang seharusnya dijadikan sebagai landasan awal untuk menguatkan akidah islamiyah malah diusahakan untuk rusak melalui media-media kita.
Masa muda yang dipilih oleh Kanjeng Nabi Muhammad SAW sebagai landasan pokok untuk membina para sahabatnya kala itu,mampu menjadikan para sahabat tersebut menjadi pemimpin masa depan,pemimpin negara islam hingga menjadikan Islam menjadi sebuah negara besar.
Melalui tulisan ini saya mengajak saudara-saudara seiman untuk waspada,media lokal kita bukanlah pihak yang membela islam.Media lokal kita masih berorientasi ekonomi liberal,ekonomi yang tidak sesuai dengan kaidah ekonomi syariah yang diajarkan Kanjeng Nabi SAW.Mereka memilih ekonomi liberal sebagai pijakan karena mereka bukanlah pembela islam.
Mari kita selamatkan generasi penerus kita dari kehancuran moral
Mari kita rencakan keberhasilan Masa Depan Akidah Islam Keluarga kita
Hadanallah Wa Iyyakum 'Ajma'in
24 August 2007
Perbedaan ini adalah Bukti Cintamu
Pada awalnya memang berat, memahami perbedaan diantara kami.Setiap kali muncul, 2 hati ini seperti kutub utara dan selatan magnet batang,sepertinya ingin berjauhan saja.Tapi ketika memasuki umur 28 tahun, saya mulai bisa menerima perbedaan apa saja. Bahkan perbedaan yang terjadi diantara kami pada masa lampau bisa saya pahami, pada saat ini.
Sering kali perbedaan itu dipicu oleh keputusannya yang saya anggap tidak pas, bahkan pernah saya menganggap keputusan mama salah.
Tapi seiring waktu, setelah berusaha mempelajari setiap pemahaman seseorang, ternyata perbedaan ini adalah bukti cinta, tepatnya salah satu bukti cinta seorang ibu kepada anaknya, bukti konkret bahwa setiap orang tua menginginkan yang terbaik untuk kehidupan anaknya,terbaik dari sisi kemandirian dalam segala hal.
Kemandirian dalam komitmennya terhadap syari'at islam dan perintah menyampaikan kebenaran.
Kemandirian dalam ekonomi,yang mana sering dijadikan alat ampuh oleh musuh-musuh islam.
Kemandirian dalam perencanaan masa depan aqidah keluarga, dimana hal ini sering tidak diproses oleh saudara-saudara kita seiman.
Tanpa adanya perbedaan ini, rasanya setiap keputusan yang muncul tidak dapat dikontrol.
Melalui ruang perbedaan ini,kita bisa memahami ruang pemikiran orang tua,agar kita juga mampu bersikap kritis dan terarah untuk anak-anak kita kelak, Jundi-jundi kami.
Ya Robbi,Limpahkanlah keberkahan untuk kedua orang tua hamba,berikanlah kekuatan iman dan taqwa agar pada sisa hidupnya Engkau berikan ketenangan,kemapanan hati dan pikiran
Ya Robbi,Lindungilah kedua orang tua kami dari segala kesalahan dan dosa,dan hamba memohonkan ampun untuk keduanya,karena Engkau Maha Pengampun dan Maha Penyayang
Ya Robbi,Engkau Maha Mengetahui segala kebutuhan kedua orang tua hamba, dengan segala kekurangan dan kelemahan hamba memohon agar Engkau memenuhi seluruh kebutuhan orang tua hamba saat ini,di usia setengah abad lebih ini.
Ya Robbi,Jadikanlah seluruh anak dan menantu mampu memberikan ketenangan dan kebahagiaan kepada kedua orang tua kami,tanpa ada yang menyusahkan beliau berdua
Robbana Taqabbal minna,Innaka Anta Sami'ul 'Alim
Wa tub'alaina,Innaka Anta Tawwabur Rohim
Sering kali perbedaan itu dipicu oleh keputusannya yang saya anggap tidak pas, bahkan pernah saya menganggap keputusan mama salah.
Tapi seiring waktu, setelah berusaha mempelajari setiap pemahaman seseorang, ternyata perbedaan ini adalah bukti cinta, tepatnya salah satu bukti cinta seorang ibu kepada anaknya, bukti konkret bahwa setiap orang tua menginginkan yang terbaik untuk kehidupan anaknya,terbaik dari sisi kemandirian dalam segala hal.
Kemandirian dalam komitmennya terhadap syari'at islam dan perintah menyampaikan kebenaran.
Kemandirian dalam ekonomi,yang mana sering dijadikan alat ampuh oleh musuh-musuh islam.
Kemandirian dalam perencanaan masa depan aqidah keluarga, dimana hal ini sering tidak diproses oleh saudara-saudara kita seiman.
Tanpa adanya perbedaan ini, rasanya setiap keputusan yang muncul tidak dapat dikontrol.
Melalui ruang perbedaan ini,kita bisa memahami ruang pemikiran orang tua,agar kita juga mampu bersikap kritis dan terarah untuk anak-anak kita kelak, Jundi-jundi kami.
Ya Robbi,Limpahkanlah keberkahan untuk kedua orang tua hamba,berikanlah kekuatan iman dan taqwa agar pada sisa hidupnya Engkau berikan ketenangan,kemapanan hati dan pikiran
Ya Robbi,Lindungilah kedua orang tua kami dari segala kesalahan dan dosa,dan hamba memohonkan ampun untuk keduanya,karena Engkau Maha Pengampun dan Maha Penyayang
Ya Robbi,Engkau Maha Mengetahui segala kebutuhan kedua orang tua hamba, dengan segala kekurangan dan kelemahan hamba memohon agar Engkau memenuhi seluruh kebutuhan orang tua hamba saat ini,di usia setengah abad lebih ini.
Ya Robbi,Jadikanlah seluruh anak dan menantu mampu memberikan ketenangan dan kebahagiaan kepada kedua orang tua kami,tanpa ada yang menyusahkan beliau berdua
Robbana Taqabbal minna,Innaka Anta Sami'ul 'Alim
Wa tub'alaina,Innaka Anta Tawwabur Rohim
20 August 2007
Persaingan Semu,Hubbud Dunia
Secara tidak sengaja, kemaren saya mendengar pembicaraan yang kurang enak didengar.Seseorang yang terlihat 'menguasai' pembicaraan itu adalah seorang gadis yang cukup sukses dalam mengumpulkan kekayaan dunia.Didalam forum tersebut dia bebas untuk menjawab ataupun tidak menjawab pembicaraan orang lain.Sesekali dia menyebut angka-angka harta keduniaan yang cukup fantastis.Sungguh saya miris mendengarkan ketinggian bicaranya.Belum lagi si gadis ini mengajarkan ke adik perempuannya yang kebetulan baru menikah, untuk menilai seseorang dari kekayaan harta dunianya,bukan dari ketulusan akhlaknya. Siapapun jika tidak tampak mempunyai harta cukup,maka kepadanya layak diberi cap kehinaan.Naudzubillah min dzalik, Dan sang adik ternyata sangat tunduk dengan pembinaan kakak yang 'hubbud dunia', sehingga dengan sangat berani menyebut/menghina pekerjaan kakak sepupunya yang kebetulan kurang beruntung dari sisi keduniaan," iya,Si Fulanah itu kerjanya emang bersih-bersih rumah dan nyuci baju dirumah mamaku " begitulah kira-kira ucapan sang adik ini.
Sesungguhnya banyak sekali persaingan didalam kolong dunia ini,dan persaingan yang paling hina dan tidak ada manfaatnya adalah persaingan dalam harta,karena secara langsung menunjukkan kesombongan akan kepemilikan harta.
Mari kita berpikir sejenak tentang harta yang kita punya.
Benarkah harta yang kita punya adalah milik kita?
Benarkah harta yang kita dapat adalah dari usaha kita sendiri?
Apakah anda wahai pemegang harta dunia, tidak mengakui peran keberkahan yang menentukan keberhasilan anda, yang sangat ditentukan oleh kemurahan Rizki Sang Pemilik Rizki ?
Apakah benar bahwa harta anda akan kekal ada ditangan anda?
Apakah anda tidak percaya kehidupan abadi setelah anda mati? Dimana harta anda bisa menjadi pendorong anda ke surga untuk selamanya,atau mampu menjamin keberadaan anda di dalam neraka?
Apakah dengan menghina saudara anda yang kurang beruntung,anda bisa puas ?
Tidak tahukah anda bahwa, hanya karena dosa akibat kesalahan bicara, anda akan dilempar kedalam neraka dengan kepala menghadap kebawah ?
Apakah anda begitu yakin bahwa penghinaan anda kepada saudara anda, akibat kesombongan anda, dibiarkan begitu saja oleh 4JJI SWT?
Sebelum semuanya terlambat,mari kita berdo'a agar 4JJI SWT selalu memberikan kekuatan kepada kita agar kita mampu menjaga hati dan lisan kita dari kesombongan dan penghinaan kepada saudara kita
Hamba berlindung kepadaMu Wahai pembolak-balik hati,dari segala kesombongan dan mulut yang berkata tiada guna dan menyakiti hati saudara hamba.
Hamba berlindung kepadaMu,dari persaingan semu yang digagas oleh syaitan Laknatullah ini.
Hadanallah Wa Iyyakum Ajma'in
Sesungguhnya banyak sekali persaingan didalam kolong dunia ini,dan persaingan yang paling hina dan tidak ada manfaatnya adalah persaingan dalam harta,karena secara langsung menunjukkan kesombongan akan kepemilikan harta.
Mari kita berpikir sejenak tentang harta yang kita punya.
Benarkah harta yang kita punya adalah milik kita?
Benarkah harta yang kita dapat adalah dari usaha kita sendiri?
Apakah anda wahai pemegang harta dunia, tidak mengakui peran keberkahan yang menentukan keberhasilan anda, yang sangat ditentukan oleh kemurahan Rizki Sang Pemilik Rizki ?
Apakah benar bahwa harta anda akan kekal ada ditangan anda?
Apakah anda tidak percaya kehidupan abadi setelah anda mati? Dimana harta anda bisa menjadi pendorong anda ke surga untuk selamanya,atau mampu menjamin keberadaan anda di dalam neraka?
Apakah dengan menghina saudara anda yang kurang beruntung,anda bisa puas ?
Tidak tahukah anda bahwa, hanya karena dosa akibat kesalahan bicara, anda akan dilempar kedalam neraka dengan kepala menghadap kebawah ?
Apakah anda begitu yakin bahwa penghinaan anda kepada saudara anda, akibat kesombongan anda, dibiarkan begitu saja oleh 4JJI SWT?
Sebelum semuanya terlambat,mari kita berdo'a agar 4JJI SWT selalu memberikan kekuatan kepada kita agar kita mampu menjaga hati dan lisan kita dari kesombongan dan penghinaan kepada saudara kita
Hamba berlindung kepadaMu Wahai pembolak-balik hati,dari segala kesombongan dan mulut yang berkata tiada guna dan menyakiti hati saudara hamba.
Hamba berlindung kepadaMu,dari persaingan semu yang digagas oleh syaitan Laknatullah ini.
Hadanallah Wa Iyyakum Ajma'in
16 August 2007
Merenung lagi: Tentang Loyalitas
Gemuruh peringatan HUT Kemerdekaan indonesia semakin menggema.Namun ada yang selalu mengganjal di hati dan pikiran saya setiap kali perayaan ini, walaupun udah lebih dari 60 kali dirayakan, kemerdekaan ini belum mampu memberikan jaminan kelayakan hidup untuk WNI.
Pada perayaan kali ini, ada hal baru yang muncul dipikiran saya.Setiap tahun, saya merasakan peringatan pesta rakyat dikampung-kampung bertambah ramai, bukan bertambah sepi.Namun tidak ada kreatifitas baru, baik dalam hal lomba-lombanya maupun kegiatan lainnya.
Jika diamati lebih dalam, secara sistematis perayaan tanpa esensi yang nyata ini telah dibikin agar bangsa indonesia merasa cukup dengan perayaan kemerdekaan ini, tanpa mampu bangun untuk sadar bahwa grand desain musuh-musuh bangsa, baik itu bangsa asing maupun WNI yang menggadaikan akidah dan nasionalitasnya, telah mengobok-obok sendi-sendi kekuatan sebuah bangsa indonesia.
Disini, loyalitas kembali menentukan bagaimana sebuah bangsa mampu bertahan tanpa takut ancaman dan gertakan musuh-musuh bangsa.
Jika kita mau jujur, loyalitas berbangsa dan bernegara hanya bisa dimulai dengan loyalitas kita kepada Dzat Yang Maha Agung,Maha Perkasa.
Loyalitas kepada Robbul Izzati adalah loyalitas tertinggi seorang muslim, karena sesungguhnya tidak pernah ada ajaran islam yang mengajak untuk menghancurkan dan mendukung kerusakan di muka bumi. Loyalitas kedua adalah loyalitas kepada Kanjeng Nabi Muhammad Saw,dan Akidah adalah kesimpulan dari 2 arah loyalitas diatas.Tanpa adanya akidah islam yang mantap, tidaklah mungkin ada warga negara yang mampu menahan godaan musuh bangsa yang sebenarnya sedang mengajak perang kepada kedaulatan negeri kita.
Siapapun anda, jika belum sadar tentang esensi perang ini, kami akan mengajak anda berpikir tentang masa depan, karena setiap pengkhianat sesungguhnya tidaklah mempunyai masa depan. Perang yang tidak anda sadari sedang terjadi, Indonesia vs Musuh ,dan pengkhianat bangsa adalah kepanjangan tangan dari musuh.Merekalah ini yang selama 62 tahun lebih telah menjalankan agenda grand desain bangsa penjajah untuk mengacak ketenangan Rakyat RI, sehingga ketenangan hidup WNI di Indonesia selalu terusik.
Lagi-lagi saya membawa kasus harga beras dan bahan pokok lainnya yang tidak pernah stabil. Padahal negeri ini adalah negeri yang subur,kok harga beras saja tidak bisa stabil.Tidak stabilnya harga beras dan bahan pokok lainnya,secara langsung akan mengganggu kestabilan ekonomi negara. Disaat ekonomi negara kacau, tawaran dari musuh mulai masuk dengan syarat tunduk atas kemauan penjajah.
Sampai peringatan ke 62 ini, saya belum merasakan kemerdakaan bisa dirasakan oleh rakyat, kalo sekedar merayakan memang setiap tahun,tapi jangan pernah menyebut kita udah merdeka.Penjajah bangsa ini sengaja membiarkan kita terlena agar tidak lagi berpikir nasionalisme, hanya mementingkan perutnya sendiri.
Pada Peringatan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia ke 62 ini, saya ingin menyampaikan beberapa patah kata : "Saudaraku tercinta, Perjuangan masih panjang, tanpa adanya komitmen untuk menjunjung tinggi akidah islam, tidaklah mungkin loyalitas terhadap bangsa dan negara Indonesia bisa tertanam di hati dan pikiran warga negara.Kepada anda yang hingga saat ini masih menukar jutaan rupiah dengan informasi bangsa anda sendiri, ketahuilah bahwa 4JJI SWT Maha Pengampun.Segeralah memohon ampun kepada 4JJI SWT,dan tunjukkan bahwa anda bukan lagi antek-antek Asing [ ZIONIS ] dengan memberikan koontribusi positif kepada Islam, kepada bangsa dan negara tercinta,Republik INDONESIA. Atau anda akan menyesal, karena 4JJI SWT tidak mungkin membiarkan anda bertemu dengan kondisi bahagia,kamipun tidak akan tinggal diam atas apa yang anda lakukan,kami tidak mungkin membiarkan siapapun menjual negara kami, kami akan memberikan pelajaran hingga kalian akan menyesal seumur hidup anda.Anda tidak lain adalah musuh kami,musuh islam,musuh bangsa indonesia dan kami bukanlah pengkhianat bangsa".
Hadanallah Wa iyyakum Ajma'in
Pada perayaan kali ini, ada hal baru yang muncul dipikiran saya.Setiap tahun, saya merasakan peringatan pesta rakyat dikampung-kampung bertambah ramai, bukan bertambah sepi.Namun tidak ada kreatifitas baru, baik dalam hal lomba-lombanya maupun kegiatan lainnya.
Jika diamati lebih dalam, secara sistematis perayaan tanpa esensi yang nyata ini telah dibikin agar bangsa indonesia merasa cukup dengan perayaan kemerdekaan ini, tanpa mampu bangun untuk sadar bahwa grand desain musuh-musuh bangsa, baik itu bangsa asing maupun WNI yang menggadaikan akidah dan nasionalitasnya, telah mengobok-obok sendi-sendi kekuatan sebuah bangsa indonesia.
Disini, loyalitas kembali menentukan bagaimana sebuah bangsa mampu bertahan tanpa takut ancaman dan gertakan musuh-musuh bangsa.
Jika kita mau jujur, loyalitas berbangsa dan bernegara hanya bisa dimulai dengan loyalitas kita kepada Dzat Yang Maha Agung,Maha Perkasa.
Loyalitas kepada Robbul Izzati adalah loyalitas tertinggi seorang muslim, karena sesungguhnya tidak pernah ada ajaran islam yang mengajak untuk menghancurkan dan mendukung kerusakan di muka bumi. Loyalitas kedua adalah loyalitas kepada Kanjeng Nabi Muhammad Saw,dan Akidah adalah kesimpulan dari 2 arah loyalitas diatas.Tanpa adanya akidah islam yang mantap, tidaklah mungkin ada warga negara yang mampu menahan godaan musuh bangsa yang sebenarnya sedang mengajak perang kepada kedaulatan negeri kita.
Siapapun anda, jika belum sadar tentang esensi perang ini, kami akan mengajak anda berpikir tentang masa depan, karena setiap pengkhianat sesungguhnya tidaklah mempunyai masa depan. Perang yang tidak anda sadari sedang terjadi, Indonesia vs Musuh ,dan pengkhianat bangsa adalah kepanjangan tangan dari musuh.Merekalah ini yang selama 62 tahun lebih telah menjalankan agenda grand desain bangsa penjajah untuk mengacak ketenangan Rakyat RI, sehingga ketenangan hidup WNI di Indonesia selalu terusik.
Lagi-lagi saya membawa kasus harga beras dan bahan pokok lainnya yang tidak pernah stabil. Padahal negeri ini adalah negeri yang subur,kok harga beras saja tidak bisa stabil.Tidak stabilnya harga beras dan bahan pokok lainnya,secara langsung akan mengganggu kestabilan ekonomi negara. Disaat ekonomi negara kacau, tawaran dari musuh mulai masuk dengan syarat tunduk atas kemauan penjajah.
Sampai peringatan ke 62 ini, saya belum merasakan kemerdakaan bisa dirasakan oleh rakyat, kalo sekedar merayakan memang setiap tahun,tapi jangan pernah menyebut kita udah merdeka.Penjajah bangsa ini sengaja membiarkan kita terlena agar tidak lagi berpikir nasionalisme, hanya mementingkan perutnya sendiri.
Pada Peringatan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia ke 62 ini, saya ingin menyampaikan beberapa patah kata : "Saudaraku tercinta, Perjuangan masih panjang, tanpa adanya komitmen untuk menjunjung tinggi akidah islam, tidaklah mungkin loyalitas terhadap bangsa dan negara Indonesia bisa tertanam di hati dan pikiran warga negara.Kepada anda yang hingga saat ini masih menukar jutaan rupiah dengan informasi bangsa anda sendiri, ketahuilah bahwa 4JJI SWT Maha Pengampun.Segeralah memohon ampun kepada 4JJI SWT,dan tunjukkan bahwa anda bukan lagi antek-antek Asing [ ZIONIS ] dengan memberikan koontribusi positif kepada Islam, kepada bangsa dan negara tercinta,Republik INDONESIA. Atau anda akan menyesal, karena 4JJI SWT tidak mungkin membiarkan anda bertemu dengan kondisi bahagia,kamipun tidak akan tinggal diam atas apa yang anda lakukan,kami tidak mungkin membiarkan siapapun menjual negara kami, kami akan memberikan pelajaran hingga kalian akan menyesal seumur hidup anda.Anda tidak lain adalah musuh kami,musuh islam,musuh bangsa indonesia dan kami bukanlah pengkhianat bangsa".
Hadanallah Wa iyyakum Ajma'in
15 August 2007
Renungan Kemerdekaan RI 2007
Untuk kesekian kalinya,tepatnya 62 kali indonesia merayakan kemerdekaannya.Namun kemerdekaan apa yang dimaksud, sampai sekarang saya masih mencari-cari.
Mari kita membuka buku sejarah, tepat pada 17 Agustus 1945 telah terjadi proklamasi kemerdekaan,bahasa sederhananya adalah pernyataan kemerdekaan dari pemimpin bangsa ini saat itu.Memang benar, sekedar mengeluarkan pernyataan saja sudah cukup memerlukan keberanian, tapi pernyataan saja tanpa follow up yang konkrit hanya akan menyebabkan pernyataan tersebut menjadi semu.
Sampai saat ini,Agustus tahun 2007, negara kita masih dijajah,bahkan lebih parah.Pada saat jaman penjajahan,hanya ada 3 negara yang menjajah kita,Portugis,Belanda dan Jepang.Pada saat itu zionis masih belum mempunyai wilayah negara tetap,namun para penjajah negeri kita telah berhasil disusupi oleh intelijen zionis.Sebagai bukti riil,organisasi budi oetomo yang sangat terkenal hingga saat ini,para petingginya adalah penganut agama yahudi,penganut ajaran kabbalah.
Namun,saat ini kita secara jelas telah dijajah oleh konsorsium penjajah ekonomi dunia, yang menghancurkan sendi-sendi ekonomi,yang memaksa negara kita melaksanakan sistem keuangan ribawi dengan uang kertas sebagai ikon utamanya.Secara sadar atau tidak, uang kertas dunia telah dikendalikan secara bebas oleh jaringan zionis dunia.Mereka memainkan inflasi negara-negara yang menjadi musuh mereka.Inflasi ini juga dijadikan ancaman untuk negara yang berani menantang mereka.
Yang paling aneh, mereka sendiri [zionis] tidak 100% percaya dengan uang kertas,karena mereka sampai sekarang bekerja keras untuk menimbun emas dari seluruh dunia,karena mereka tahu jika permainan inflasi yang mereka bikin mencapai klimaks,hanya dengan emas mereka bisa bertransaksi dengan nyaman dimanapun didunia ini,saat itu dunia kembali ke jaman sebelum kenabian Rosulullah Saw dimana semua transaksi didunia menggunakan uang emas.
Jika kita mampu menyadari ini,apakah kita harus menunggu uang kertas kita tidak laku sehingga dengan sangat terpaksa kita harus menggunakan emas untuk transaksi,sementara saat itu harga emas telah menjadi berlipat-lipat dari nilai sekarang,sehingga kita semua telah berubah status menjadi fakir miskin, karena tidak mampu beli apa-apa
Penjajahan ini telah membuat kita sengsara, ekonomi kita dikuasai oleh segelintir orang,tidak adanya kepastian untuk bekerja,dan yang paling berat untuk sebagian besar rakyat RI,harga bahan pokok makanan melonjak terus karena inflasi yang secara sengaja dibuat oleh zionis dan antek-anteknya.
Dari sini saya mengajak teman-teman sekalian untuk berpikir,apakah betul kita telah bebas dari penjajahan bangsa asing ????
Dahulu ketika saya masih duduk sekolah dasar,harga beras setahu saya hanya ada 2 macam.Rp.350/kg dan Rp.500/kg. Saat ini harga beras paling murah Rp.3000/kg.Bisakah kita menghitung nilai inflasi/tahun untuk menentukan harga beras pada tahun 2020 ???
Ayo,kita harus merdeka bung.Jangan mau dikendalikan oleh zionis dan antek-anteknya.
Hadanallahu Wa iyyakum Ajma'in
Mari kita membuka buku sejarah, tepat pada 17 Agustus 1945 telah terjadi proklamasi kemerdekaan,bahasa sederhananya adalah pernyataan kemerdekaan dari pemimpin bangsa ini saat itu.Memang benar, sekedar mengeluarkan pernyataan saja sudah cukup memerlukan keberanian, tapi pernyataan saja tanpa follow up yang konkrit hanya akan menyebabkan pernyataan tersebut menjadi semu.
Sampai saat ini,Agustus tahun 2007, negara kita masih dijajah,bahkan lebih parah.Pada saat jaman penjajahan,hanya ada 3 negara yang menjajah kita,Portugis,Belanda dan Jepang.Pada saat itu zionis masih belum mempunyai wilayah negara tetap,namun para penjajah negeri kita telah berhasil disusupi oleh intelijen zionis.Sebagai bukti riil,organisasi budi oetomo yang sangat terkenal hingga saat ini,para petingginya adalah penganut agama yahudi,penganut ajaran kabbalah.
Namun,saat ini kita secara jelas telah dijajah oleh konsorsium penjajah ekonomi dunia, yang menghancurkan sendi-sendi ekonomi,yang memaksa negara kita melaksanakan sistem keuangan ribawi dengan uang kertas sebagai ikon utamanya.Secara sadar atau tidak, uang kertas dunia telah dikendalikan secara bebas oleh jaringan zionis dunia.Mereka memainkan inflasi negara-negara yang menjadi musuh mereka.Inflasi ini juga dijadikan ancaman untuk negara yang berani menantang mereka.
Yang paling aneh, mereka sendiri [zionis] tidak 100% percaya dengan uang kertas,karena mereka sampai sekarang bekerja keras untuk menimbun emas dari seluruh dunia,karena mereka tahu jika permainan inflasi yang mereka bikin mencapai klimaks,hanya dengan emas mereka bisa bertransaksi dengan nyaman dimanapun didunia ini,saat itu dunia kembali ke jaman sebelum kenabian Rosulullah Saw dimana semua transaksi didunia menggunakan uang emas.
Jika kita mampu menyadari ini,apakah kita harus menunggu uang kertas kita tidak laku sehingga dengan sangat terpaksa kita harus menggunakan emas untuk transaksi,sementara saat itu harga emas telah menjadi berlipat-lipat dari nilai sekarang,sehingga kita semua telah berubah status menjadi fakir miskin, karena tidak mampu beli apa-apa
Penjajahan ini telah membuat kita sengsara, ekonomi kita dikuasai oleh segelintir orang,tidak adanya kepastian untuk bekerja,dan yang paling berat untuk sebagian besar rakyat RI,harga bahan pokok makanan melonjak terus karena inflasi yang secara sengaja dibuat oleh zionis dan antek-anteknya.
Dari sini saya mengajak teman-teman sekalian untuk berpikir,apakah betul kita telah bebas dari penjajahan bangsa asing ????
Dahulu ketika saya masih duduk sekolah dasar,harga beras setahu saya hanya ada 2 macam.Rp.350/kg dan Rp.500/kg. Saat ini harga beras paling murah Rp.3000/kg.Bisakah kita menghitung nilai inflasi/tahun untuk menentukan harga beras pada tahun 2020 ???
Ayo,kita harus merdeka bung.Jangan mau dikendalikan oleh zionis dan antek-anteknya.
Hadanallahu Wa iyyakum Ajma'in
29 June 2007
Komunitas Tarbawi,Komunitas Terjaga [2]
Andaikan Kanjeng Nabi Muhammad SAW tidak memberi contoh dalam pembentukan komunitas tarbawi ini,tidaklah mungkin para muassis dakwah menggunakan cara ini.
Kita ingat bagaimana seorang yang telah beberapa kali membunuh anak kandungnya sendiri,ternyata mendapatkan hidayah ketika mendengar lantunan tilawah ayat-ayat suci Al-Qur'an yang dibaca oleh adik perempuannya.Beliau adalah Umar Bin Khottob.ra.Kisah ini membuktikan bahwa komunitas tarbawi yang Created by Panglima Dakwah kita Muhammad SAW telah mampu membentuk pribadi-pribadi yang mampu menjaga diri dengan Al-Qur'an,dengan tilawah dan tadabbur, dan ternyata pribadi-pribadi ini pula yang mampu menjadi jalan datangnya hidayah dari Robbul Izzati.
Pada Saat itu, Rosulullah SAW masih memberikan konsep tarbawi,dan masing-masing sahabat yang telah mendapat hidayah baru mendapat tugas 'Ngaji' bersama Kanjeng Nabi SAW,itu artinya konsep dakwah saat itu masih Bi Sirri. Belum ada penugasan dakwah terang-terangan.
Disini tampak jelas bahwa pembentukan komunitas tarbawi tidak lain dan tidak bukan adalah awal dari suatu proses tandzhimi, karena kontinyuitas ngaji pada fase awal hanya untuk membentuk individu mandiri dalam menjaga diri.Individu yang mampu mengaktualisasikan dirinya 24 jam kepada islam.Namun, saat itu kondisi para sahabat masih belum diperintahkan melangkah ke konsep haroki,konsep pergerakan, yaitu fase selanjutnya setelah fase 'hanya ngaji'.
Nah......Jika kita mau mengikuti sunnah fase awal dakwah islam ini, insya4JJI untuk merintis komunitas 'khoiru ummah' tidaklah terlampau sulit. Walaupun hampir 90% media yang kita temui tiap hari adalah kepanjangan mulut dan tangan dari musuh yang menjadikan komunitas tarbawi adalah tembok besar yang mengancam dan menghalangi kerja mereka.
Yang perlu diingat, al-Mustamiro adalah kunci dari Fase ini, kontinyuitas adalah parameter kunci, karena terbukti ada beberapa murid yang gugur pada fase ini hanya karena tidak konsist dengan parameter ini. Hanya dengan Ngaji secara kontinyu maka setiap pribadi mampu menerima konsep islam secara Syumul.
Siapapun kita, kewajiban mempelajari Ilmu Islam adalah suatu keniscayaan,dan jangan lupa, akan ada pertanggung jawaban tentang ini besok.
Hadanallah Wa Iyyakum Ajma'in
Kita ingat bagaimana seorang yang telah beberapa kali membunuh anak kandungnya sendiri,ternyata mendapatkan hidayah ketika mendengar lantunan tilawah ayat-ayat suci Al-Qur'an yang dibaca oleh adik perempuannya.Beliau adalah Umar Bin Khottob.ra.Kisah ini membuktikan bahwa komunitas tarbawi yang Created by Panglima Dakwah kita Muhammad SAW telah mampu membentuk pribadi-pribadi yang mampu menjaga diri dengan Al-Qur'an,dengan tilawah dan tadabbur, dan ternyata pribadi-pribadi ini pula yang mampu menjadi jalan datangnya hidayah dari Robbul Izzati.
Pada Saat itu, Rosulullah SAW masih memberikan konsep tarbawi,dan masing-masing sahabat yang telah mendapat hidayah baru mendapat tugas 'Ngaji' bersama Kanjeng Nabi SAW,itu artinya konsep dakwah saat itu masih Bi Sirri. Belum ada penugasan dakwah terang-terangan.
Disini tampak jelas bahwa pembentukan komunitas tarbawi tidak lain dan tidak bukan adalah awal dari suatu proses tandzhimi, karena kontinyuitas ngaji pada fase awal hanya untuk membentuk individu mandiri dalam menjaga diri.Individu yang mampu mengaktualisasikan dirinya 24 jam kepada islam.Namun, saat itu kondisi para sahabat masih belum diperintahkan melangkah ke konsep haroki,konsep pergerakan, yaitu fase selanjutnya setelah fase 'hanya ngaji'.
Nah......Jika kita mau mengikuti sunnah fase awal dakwah islam ini, insya4JJI untuk merintis komunitas 'khoiru ummah' tidaklah terlampau sulit. Walaupun hampir 90% media yang kita temui tiap hari adalah kepanjangan mulut dan tangan dari musuh yang menjadikan komunitas tarbawi adalah tembok besar yang mengancam dan menghalangi kerja mereka.
Yang perlu diingat, al-Mustamiro adalah kunci dari Fase ini, kontinyuitas adalah parameter kunci, karena terbukti ada beberapa murid yang gugur pada fase ini hanya karena tidak konsist dengan parameter ini. Hanya dengan Ngaji secara kontinyu maka setiap pribadi mampu menerima konsep islam secara Syumul.
Siapapun kita, kewajiban mempelajari Ilmu Islam adalah suatu keniscayaan,dan jangan lupa, akan ada pertanggung jawaban tentang ini besok.
Hadanallah Wa Iyyakum Ajma'in
26 June 2007
Komunitas Tarbawi,Komunitas Terjaga [1]
Suatu ketika, seorang bapak curhat kepada teman saya.materi curhat pada saat itu cukup berat, hingga sang bapak ini menangis sambil mencurahkan isi hati dan pikirannya.
Bahkan sayapun yang mengetahui isi curhat sang bapak yang terhormat ini ikut trenyuh,rasanya hati saya dipenuhi dengan batu gunung seberat ratusan ton.
Sang bapak yang hanif ini bercerita bahwa beberapa hari sebelum curhat,anak gadisnya yang udah masuk usia SMU,diajak tidur oleh teman laki-laki sekelasnya.Beliau bercerita sambil menangis,menangisi keberhasilan anak gadisnya menolak ajakan tidur teman laki,menangisi nasib gadis-gadis lainnya yang 'tidak mampu' menolak ajakan tidur,bukan ajakan nikah.Menangisi realitas pergaulan para remaja abad 21 ini.Menangisi keberanian para remaja atas kesepakatannya melakukan perbuatan yang membuat 4JJI SWT murka,tapi membuat iblis tertawa terbahak-bahak.
Teman,itulah realita kehidupan saat ini.Bapak yang budiman tadi,melanjutkan menangis dirumah bersama istrinya.Masih beruntung anak gadisnya masih mau komunikasi 2arah dengan kedua orang tuanya yang sangat menyayanginya.
Saya pribadi merasakan hancurnya hati ketika mendengar fenomena gunung es ini.Saya yakin banyak cerita serupa yang tidak pernah terkuak,baik karena kesepakatan maupun karena paksaan.
Fenomena diatas hanya bisa diatasi jika masing-masing individu memahami konsep tarbawi dan konsep haroki, karena itulah sebenarnya tugas setiap manusia muslim selama hidup di dunia.
Konsep tarbawi terkait dengan kewajiban belajar hingga mati,dimana fokus belajar adalah agar kita mampu menjaga seluruh indra dan aurat kita dari segala keburukan,maksiat.di lain sisi kita mampu mendorong diri kita untuk selalu berbuat baik kepada diri kita dan orang lain.
Konsep haroki terkait dengan kewajiban kita untuk menyampaikan kebenaran kepada orang lain.Jangan lupa,ada kewajiban besar yang diberikan 4JJI dan Rosul-Nya kepada kita untuk mengajak orang lain berbuat baik dan mencegahnya untuk berbuat kerusakan.
Konsep haroki sangat tergantung dari keberhasilan konsep terbawi,karena tidaklah mungkin kita mampu menjadi pemberi infaq jika kita tidak mempunyai harta.Tidaklah mungkin kita menjadi tenaga penggerak yang mampu memberikan pencerahan kebaikan jika kita tidak mempunyai bekal hasil belajar,yang telah mampu mengajak diri sendiri untuk berbuat baik.Kita harus mampu menjaga diri kita,lalu memasuki komunitas yang terjaga dan akhirnya kita mampu menggerakkan orang lain agar ikut dalam komunitas terjaga.
Akhirul kalam, tentunya harapan besar bagi komunitas terjaga yang saling 'menjaga' ini, agar mampu mengurangi panjang,lebar dan tinggi dari fenomena gunung es pergaulan bebas para remaja. Tugas besar ini bukan hanya ada di pundak komunitas ini, tapi semua pihak seperti pihak sekolah,orang tua dan para pengambil keputusan di kota/kabupaten juga bertanggung jawab dihadapan 4JJI SWT,jika ternyata ada yang menghalangi atau membiarkan fenomena ini bertambah besar volumenya.
Wallauhu a'lam Bishowab
Hadanallah Wa iyyakum Ajmain
Bahkan sayapun yang mengetahui isi curhat sang bapak yang terhormat ini ikut trenyuh,rasanya hati saya dipenuhi dengan batu gunung seberat ratusan ton.
Sang bapak yang hanif ini bercerita bahwa beberapa hari sebelum curhat,anak gadisnya yang udah masuk usia SMU,diajak tidur oleh teman laki-laki sekelasnya.Beliau bercerita sambil menangis,menangisi keberhasilan anak gadisnya menolak ajakan tidur teman laki,menangisi nasib gadis-gadis lainnya yang 'tidak mampu' menolak ajakan tidur,bukan ajakan nikah.Menangisi realitas pergaulan para remaja abad 21 ini.Menangisi keberanian para remaja atas kesepakatannya melakukan perbuatan yang membuat 4JJI SWT murka,tapi membuat iblis tertawa terbahak-bahak.
Teman,itulah realita kehidupan saat ini.Bapak yang budiman tadi,melanjutkan menangis dirumah bersama istrinya.Masih beruntung anak gadisnya masih mau komunikasi 2arah dengan kedua orang tuanya yang sangat menyayanginya.
Saya pribadi merasakan hancurnya hati ketika mendengar fenomena gunung es ini.Saya yakin banyak cerita serupa yang tidak pernah terkuak,baik karena kesepakatan maupun karena paksaan.
Fenomena diatas hanya bisa diatasi jika masing-masing individu memahami konsep tarbawi dan konsep haroki, karena itulah sebenarnya tugas setiap manusia muslim selama hidup di dunia.
Konsep tarbawi terkait dengan kewajiban belajar hingga mati,dimana fokus belajar adalah agar kita mampu menjaga seluruh indra dan aurat kita dari segala keburukan,maksiat.di lain sisi kita mampu mendorong diri kita untuk selalu berbuat baik kepada diri kita dan orang lain.
Konsep haroki terkait dengan kewajiban kita untuk menyampaikan kebenaran kepada orang lain.Jangan lupa,ada kewajiban besar yang diberikan 4JJI dan Rosul-Nya kepada kita untuk mengajak orang lain berbuat baik dan mencegahnya untuk berbuat kerusakan.
Konsep haroki sangat tergantung dari keberhasilan konsep terbawi,karena tidaklah mungkin kita mampu menjadi pemberi infaq jika kita tidak mempunyai harta.Tidaklah mungkin kita menjadi tenaga penggerak yang mampu memberikan pencerahan kebaikan jika kita tidak mempunyai bekal hasil belajar,yang telah mampu mengajak diri sendiri untuk berbuat baik.Kita harus mampu menjaga diri kita,lalu memasuki komunitas yang terjaga dan akhirnya kita mampu menggerakkan orang lain agar ikut dalam komunitas terjaga.
Akhirul kalam, tentunya harapan besar bagi komunitas terjaga yang saling 'menjaga' ini, agar mampu mengurangi panjang,lebar dan tinggi dari fenomena gunung es pergaulan bebas para remaja. Tugas besar ini bukan hanya ada di pundak komunitas ini, tapi semua pihak seperti pihak sekolah,orang tua dan para pengambil keputusan di kota/kabupaten juga bertanggung jawab dihadapan 4JJI SWT,jika ternyata ada yang menghalangi atau membiarkan fenomena ini bertambah besar volumenya.
Wallauhu a'lam Bishowab
Hadanallah Wa iyyakum Ajmain
22 June 2007
Bayangkan Gelapnya
Suatu ketika saat saya mengantarkan jenazah kerabat menuju peristirahatan terakhirnya,saya berkesempatan turun ke liang lahat untuk mengatur posisi terakhir jenazah.Saat itu ada dua orang lain yang ikut turun ke liang lahat bersama saya.Setelah selesai mengatur jenazah untuk menghadap ke arah kiblat untuk selamanya, tubuh jenazah ditahan dengan papan kayu agar posisinya tetap menghadap kiblat.
Selanjutnya secara perlahan liang lahat dipenuhi oleh tanah hingga rata.
Sejenak saya membayangkan betapa gelapnya liang lahat setelah dipenuhi dengan tanah.
Betapa saya berusaha membayangkan jika saya tidur didalam tumpukan kayu tersebut, lalu dipenuhi dengan tanah hingga matahari-pun tidak mampu mencapai dasar liang lahat. Andai setiap jenazah boleh membawa GenSet agar bisa pasang lampu dibawah sana ??
Betapa saya membayangkan, tingkat kesepian sang jenazah ketika ditinggal para pengantar.
Selanjutnya,kita semua tahu bahwa kesepian - kegelapan - kesendirian [ dan berbagai macam yang lainnya ] dalam liang lahat akan sejenak sirna.ketika muncul petugas penanya.
Semuanya yang kita bayangkan akan berubah menjadi lebih baik atau lebih buruk setelah semua pengantar pulang.
Petugas penanya akan memberikan beberapa pertanyaan ringan.
Semua tergantung bagaimana kita melewati hidup kita sebelum meninggal.
Bagaimana cara pandang kita terhadap konsep akidah
Bagaimana cara kita menyikapi info tentang figur teladan kita
Bagaimana cara kita menyikapi perintah belajar dan mengamalkan Alqur'an
Bagaimana bentuk kita menghormati Kedua Orang Tua kita
Bagaimana cara kita bersuci
Bagaimana cara kita muamalah
Bagaimana,bagaimana,bagaimana dan bagaimana yang lain sangat menentukan nasib kita.
Berbagai pertanyaan itu hanya bisa kita jawab dengan amal dan gerakan kita selama hidup.
Pada saat itu kita tidak mempunyai kekuatan merekayasa jawaban,seperti halnya saat kita hidup.
Semua jawaban dari pertanyaan itulah yang akan menentukan level penerangan liang lahat kita yang tadinya gelap gulita.
Semua jawaban dari pertanyaan itulah yang akan menentukan level kelapangan liang lahat kita.
Dan semua jawaban itulah yang akhirnya menentukan level kenyamanan tidur panjang kita di Alam Kubur, hingga timeline dunia menyentuh Hari kiamat.
Mudah-mudahan semua langkah kita yang tersisa didepan,mampu kita arahkan untuk menaikkan level kenyamanan tidur panjang kita di alam kubur hingga mencapai level tertinggi.
Tentunya belajar kepada guru,kepada semua orang hukumnya wajib
Sekali lagi, saya mengajak kepada diri saya sendiri dan teman-teman semua,Jangan Pernah Berhenti Belajar, karena kita tidak pernah punya alasan kuat untuk berhenti belajar.
Hadanallah Wa Iyyakum Ajma'in
Wassalam
Selanjutnya secara perlahan liang lahat dipenuhi oleh tanah hingga rata.
Sejenak saya membayangkan betapa gelapnya liang lahat setelah dipenuhi dengan tanah.
Betapa saya berusaha membayangkan jika saya tidur didalam tumpukan kayu tersebut, lalu dipenuhi dengan tanah hingga matahari-pun tidak mampu mencapai dasar liang lahat. Andai setiap jenazah boleh membawa GenSet agar bisa pasang lampu dibawah sana ??
Betapa saya membayangkan, tingkat kesepian sang jenazah ketika ditinggal para pengantar.
Selanjutnya,kita semua tahu bahwa kesepian - kegelapan - kesendirian [ dan berbagai macam yang lainnya ] dalam liang lahat akan sejenak sirna.ketika muncul petugas penanya.
Semuanya yang kita bayangkan akan berubah menjadi lebih baik atau lebih buruk setelah semua pengantar pulang.
Petugas penanya akan memberikan beberapa pertanyaan ringan.
Semua tergantung bagaimana kita melewati hidup kita sebelum meninggal.
Bagaimana cara pandang kita terhadap konsep akidah
Bagaimana cara kita menyikapi info tentang figur teladan kita
Bagaimana cara kita menyikapi perintah belajar dan mengamalkan Alqur'an
Bagaimana bentuk kita menghormati Kedua Orang Tua kita
Bagaimana cara kita bersuci
Bagaimana cara kita muamalah
Bagaimana,bagaimana,bagaimana dan bagaimana yang lain sangat menentukan nasib kita.
Berbagai pertanyaan itu hanya bisa kita jawab dengan amal dan gerakan kita selama hidup.
Pada saat itu kita tidak mempunyai kekuatan merekayasa jawaban,seperti halnya saat kita hidup.
Semua jawaban dari pertanyaan itulah yang akan menentukan level penerangan liang lahat kita yang tadinya gelap gulita.
Semua jawaban dari pertanyaan itulah yang akan menentukan level kelapangan liang lahat kita.
Dan semua jawaban itulah yang akhirnya menentukan level kenyamanan tidur panjang kita di Alam Kubur, hingga timeline dunia menyentuh Hari kiamat.
Mudah-mudahan semua langkah kita yang tersisa didepan,mampu kita arahkan untuk menaikkan level kenyamanan tidur panjang kita di alam kubur hingga mencapai level tertinggi.
Tentunya belajar kepada guru,kepada semua orang hukumnya wajib
Sekali lagi, saya mengajak kepada diri saya sendiri dan teman-teman semua,Jangan Pernah Berhenti Belajar, karena kita tidak pernah punya alasan kuat untuk berhenti belajar.
Hadanallah Wa Iyyakum Ajma'in
Wassalam
21 June 2007
Hanya ada 2 Alasan
Hanya ada 2 alasan mengapa 4JJI SWT memberikan cobaan kepada kita. Dari kedua alasan tersebut, muaranya adalah kecintaan 4JJI SWT kepada kita.
Alasan Pertama : Kita diberi Cobaan berat,karena mungkin hanya dengan cara ini 4JJI SWT menjamin bahwa istighfar kita DITERIMA.Dengan kata lain,hanya dengan cobaan berat itu 4JJI SWT membersihkan Dosa-dosa berat kita,sehingga kita mampu melaju kembali dalam berinfaq diJalan 4JJI dengan hati lebih bersih dari sebelumnya.
Alasan Kedua : Kita diberi Cobaan berat,karena ada suatu /beberapa hal,bisa berupa rizki atau kesempatan [ ini juga rizki ] besar untuk berkarya,namun karena kecintaan 4JJI SWT kepada kita,maka kita diHARUSkan melalui cobaan ini.Dengan kata lain,Cobaan berat ini sebagai ujian sebelum kita menerima Rizki besar.
Saya bisa berkesimpulan seperti ini karena saya sendiri pernah melewati 2 Alasan diatas.
Mudah-mudahan setelah ini,kita mampu menerima cobaan berat dari Al-Aziz,Yang memiliki segalanya,Yang Menguasai Semua yang ada diLangit dan Bumi.
Hadanallah Wa Iyyakum Ajma'in
Wassalam
Alasan Pertama : Kita diberi Cobaan berat,karena mungkin hanya dengan cara ini 4JJI SWT menjamin bahwa istighfar kita DITERIMA.Dengan kata lain,hanya dengan cobaan berat itu 4JJI SWT membersihkan Dosa-dosa berat kita,sehingga kita mampu melaju kembali dalam berinfaq diJalan 4JJI dengan hati lebih bersih dari sebelumnya.
Alasan Kedua : Kita diberi Cobaan berat,karena ada suatu /beberapa hal,bisa berupa rizki atau kesempatan [ ini juga rizki ] besar untuk berkarya,namun karena kecintaan 4JJI SWT kepada kita,maka kita diHARUSkan melalui cobaan ini.Dengan kata lain,Cobaan berat ini sebagai ujian sebelum kita menerima Rizki besar.
Saya bisa berkesimpulan seperti ini karena saya sendiri pernah melewati 2 Alasan diatas.
Mudah-mudahan setelah ini,kita mampu menerima cobaan berat dari Al-Aziz,Yang memiliki segalanya,Yang Menguasai Semua yang ada diLangit dan Bumi.
Hadanallah Wa Iyyakum Ajma'in
Wassalam
18 June 2007
Berhenti 14 Hari
Assalamualaikum wr wb.
Alhamdulillah pada pagi yang cerah ini kesehatan saya udah mulai berangsur-angsur pulih.
Blog ini mulai saya tulis hanya beberapa hari setelah saya mulai bisa berpikir.
Beberapa hari yang lalu saya menderita demam tinggi hingga mencapai angka 41C. Beberapa hari berselang dengan diagnosa Infeksi tenggorokan, ternyata Saya terkena virus DBD. Pada hari ke-3 saya harus masuk RS, trombosit yang terbaca pada cek darah hanya 12.000,- angka yang sangat minim dan seharusnya saat itu ICCU adalah tempat terbaik untuk saya.[beberapa teman dengan angka TROMBOSIT diatas itu udah harus masuk ICCU]
Namun rupanya 4JJI SWT masih memberikan kekuatan untuk hamba-Nya yang lemah ini.Saya TIDAK harus masuk ICCU karena ternyata tidak ada pendarahan dalam tubuh.
Tiba-tiba 4JJI SWT mengirim seorang teman baik ke RS, untuk memberi tahu keluarga agar saya diberi obat herbal untuk meningkatkan TROMBOSIT dalam darah.SUBHANALLAH!!!
Maka mulai saat itu, setiap 4jam saya diberi obat herbal bernama PSIDII, yang hanya ada di kota saya.
Dan mulai saat itu TROMBOSIT dalam darah saya increasing 70.000/hari.Pendek kata, 'Teguran keras ' ini saya rasakan cukup mengena, Beruntung saat itu saya masih bisa sadar.
Hingga pada hari ke-3 di RS, saya kedatangan tamu, tamu itu bernama Bosan. Nah rupanya rasa bosan udah mulai datang dan mengajak saya untuk keluar dari RS.
Maka pada sore hari itu juga, saya kontak dokter yang menghandle saya, saya ajukan permintaan pulang,dengan alasan saat itu TROMBOSIT terbaca 181.000,suatu angka Fantastis yang memberikan saya alasan kuat untuk Go Home. Dokter Fatah, Dokter Spesialis Penyakit dalam yang mengawasi saya, beliau tidak punya alasan lagi untuk menahan saya di RS, Namun saya diminta datang ke RS 3hari lagi untuk kontrol.Permintaan beliau yang terakhir tetap kupenuhi, demi kesehatan saya.
Alhamdulillah,menurut Dokter Fatah saya dinyatakan sembuh dari DBD.sekarang tinggal Recovery saja.Badan masih lemas, Saya masih mengandalkan semangat untuk segera bisa belajar lagi.
Sekian.
Hadanallah Wa Iyyakum Ajma'in
Wassalam
Alhamdulillah pada pagi yang cerah ini kesehatan saya udah mulai berangsur-angsur pulih.
Blog ini mulai saya tulis hanya beberapa hari setelah saya mulai bisa berpikir.
Beberapa hari yang lalu saya menderita demam tinggi hingga mencapai angka 41C. Beberapa hari berselang dengan diagnosa Infeksi tenggorokan, ternyata Saya terkena virus DBD. Pada hari ke-3 saya harus masuk RS, trombosit yang terbaca pada cek darah hanya 12.000,- angka yang sangat minim dan seharusnya saat itu ICCU adalah tempat terbaik untuk saya.[beberapa teman dengan angka TROMBOSIT diatas itu udah harus masuk ICCU]
Namun rupanya 4JJI SWT masih memberikan kekuatan untuk hamba-Nya yang lemah ini.Saya TIDAK harus masuk ICCU karena ternyata tidak ada pendarahan dalam tubuh.
Tiba-tiba 4JJI SWT mengirim seorang teman baik ke RS, untuk memberi tahu keluarga agar saya diberi obat herbal untuk meningkatkan TROMBOSIT dalam darah.SUBHANALLAH!!!
Maka mulai saat itu, setiap 4jam saya diberi obat herbal bernama PSIDII, yang hanya ada di kota saya.
Dan mulai saat itu TROMBOSIT dalam darah saya increasing 70.000/hari.Pendek kata, 'Teguran keras ' ini saya rasakan cukup mengena, Beruntung saat itu saya masih bisa sadar.
Hingga pada hari ke-3 di RS, saya kedatangan tamu, tamu itu bernama Bosan. Nah rupanya rasa bosan udah mulai datang dan mengajak saya untuk keluar dari RS.
Maka pada sore hari itu juga, saya kontak dokter yang menghandle saya, saya ajukan permintaan pulang,dengan alasan saat itu TROMBOSIT terbaca 181.000,suatu angka Fantastis yang memberikan saya alasan kuat untuk Go Home. Dokter Fatah, Dokter Spesialis Penyakit dalam yang mengawasi saya, beliau tidak punya alasan lagi untuk menahan saya di RS, Namun saya diminta datang ke RS 3hari lagi untuk kontrol.Permintaan beliau yang terakhir tetap kupenuhi, demi kesehatan saya.
Alhamdulillah,menurut Dokter Fatah saya dinyatakan sembuh dari DBD.sekarang tinggal Recovery saja.Badan masih lemas, Saya masih mengandalkan semangat untuk segera bisa belajar lagi.
Sekian.
Hadanallah Wa Iyyakum Ajma'in
Wassalam
Subscribe to:
Posts (Atom)