26 August 2007

Masa Depan Aqidah keluarga

Jika kita mau jeli,mari kita perhatikan muatan acara pada televisi lokal kita,mulai dari ba'da shubuh hingga lepas tengah malam.Pada sesi ba'da shubuh,beberapa tv lokal menunjukan bahwa agama mereka adalah islam,dengan menayangkan acara kuliah subuh,walaupun kita semua tahu kuliah shubuh sepi akan pemasang iklan.Acara kuliah subuh ini hanya syarat saja,bukanlah komitmen beragama sebuah stasiun tv.
Beberapa acara setelah kuliah shubuh tampak menunjukkan bahwa tv lokal kita mempunyai agenda besar,agenda untuk mengacak-acak fikroh pemirsa tv yang 80% lebih adalah muslim.Melalui acara ini,mereka mengajarkan pola hidup hedonis,mereka mengajarkan sesuai tujuan dan arah gerakan zionis,'menghancurkan moral dan kepribadian muslim'.
Secara sadar atau tidak,perencanaan acara tv sarat dengan muatan penggesaran moral dan budaya muslim.Kita lihat,70% sinetron yang ada berisi cerita-cerita cinta anak muda,sepertinya generasi muda kita diajari cara bagaimaba membina cinta/pacaran,bukan diberi pengarahan untuk belajar dan memikirkan masa depannya.Memang jika bicara tentang cinta,isinya asyik-asyik saja.Jadi generasi muda kita diarahkan untuk memikirkan yang asyik-asyik tok.Kita bisa memperkirakan,10 tahun lagi akan jadi apa generasi muda kita.
Masa depan yang di-create oleh tv lokal kita,sebenarnya adalah penghancuran masa depan akidah generasi muda dan juga kita.
Masa muda yang seharusnya dijadikan sebagai landasan awal untuk menguatkan akidah islamiyah malah diusahakan untuk rusak melalui media-media kita.
Masa muda yang dipilih oleh Kanjeng Nabi Muhammad SAW sebagai landasan pokok untuk membina para sahabatnya kala itu,mampu menjadikan para sahabat tersebut menjadi pemimpin masa depan,pemimpin negara islam hingga menjadikan Islam menjadi sebuah negara besar.

Melalui tulisan ini saya mengajak saudara-saudara seiman untuk waspada,media lokal kita bukanlah pihak yang membela islam.Media lokal kita masih berorientasi ekonomi liberal,ekonomi yang tidak sesuai dengan kaidah ekonomi syariah yang diajarkan Kanjeng Nabi SAW.Mereka memilih ekonomi liberal sebagai pijakan karena mereka bukanlah pembela islam.
Mari kita selamatkan generasi penerus kita dari kehancuran moral
Mari kita rencakan keberhasilan Masa Depan Akidah Islam Keluarga kita

Hadanallah Wa Iyyakum 'Ajma'in

24 August 2007

Perbedaan ini adalah Bukti Cintamu

Pada awalnya memang berat, memahami perbedaan diantara kami.Setiap kali muncul, 2 hati ini seperti kutub utara dan selatan magnet batang,sepertinya ingin berjauhan saja.Tapi ketika memasuki umur 28 tahun, saya mulai bisa menerima perbedaan apa saja. Bahkan perbedaan yang terjadi diantara kami pada masa lampau bisa saya pahami, pada saat ini.
Sering kali perbedaan itu dipicu oleh keputusannya yang saya anggap tidak pas, bahkan pernah saya menganggap keputusan mama salah.
Tapi seiring waktu, setelah berusaha mempelajari setiap pemahaman seseorang, ternyata perbedaan ini adalah bukti cinta, tepatnya salah satu bukti cinta seorang ibu kepada anaknya, bukti konkret bahwa setiap orang tua menginginkan yang terbaik untuk kehidupan anaknya,terbaik dari sisi kemandirian dalam segala hal.
Kemandirian dalam komitmennya terhadap syari'at islam dan perintah menyampaikan kebenaran.
Kemandirian dalam ekonomi,yang mana sering dijadikan alat ampuh oleh musuh-musuh islam.
Kemandirian dalam perencanaan masa depan aqidah keluarga, dimana hal ini sering tidak diproses oleh saudara-saudara kita seiman.
Tanpa adanya perbedaan ini, rasanya setiap keputusan yang muncul tidak dapat dikontrol.
Melalui ruang perbedaan ini,kita bisa memahami ruang pemikiran orang tua,agar kita juga mampu bersikap kritis dan terarah untuk anak-anak kita kelak, Jundi-jundi kami.

Ya Robbi,Limpahkanlah keberkahan untuk kedua orang tua hamba,berikanlah kekuatan iman dan taqwa agar pada sisa hidupnya Engkau berikan ketenangan,kemapanan hati dan pikiran
Ya Robbi,Lindungilah kedua orang tua kami dari segala kesalahan dan dosa,dan hamba memohonkan ampun untuk keduanya,karena Engkau Maha Pengampun dan Maha Penyayang
Ya Robbi,Engkau Maha Mengetahui segala kebutuhan kedua orang tua hamba, dengan segala kekurangan dan kelemahan hamba memohon agar Engkau memenuhi seluruh kebutuhan orang tua hamba saat ini,di usia setengah abad lebih ini.
Ya Robbi,Jadikanlah seluruh anak dan menantu mampu memberikan ketenangan dan kebahagiaan kepada kedua orang tua kami,tanpa ada yang menyusahkan beliau berdua

Robbana Taqabbal minna,Innaka Anta Sami'ul 'Alim
Wa tub'alaina,Innaka Anta Tawwabur Rohim

20 August 2007

Persaingan Semu,Hubbud Dunia

Secara tidak sengaja, kemaren saya mendengar pembicaraan yang kurang enak didengar.Seseorang yang terlihat 'menguasai' pembicaraan itu adalah seorang gadis yang cukup sukses dalam mengumpulkan kekayaan dunia.Didalam forum tersebut dia bebas untuk menjawab ataupun tidak menjawab pembicaraan orang lain.Sesekali dia menyebut angka-angka harta keduniaan yang cukup fantastis.Sungguh saya miris mendengarkan ketinggian bicaranya.Belum lagi si gadis ini mengajarkan ke adik perempuannya yang kebetulan baru menikah, untuk menilai seseorang dari kekayaan harta dunianya,bukan dari ketulusan akhlaknya. Siapapun jika tidak tampak mempunyai harta cukup,maka kepadanya layak diberi cap kehinaan.Naudzubillah min dzalik, Dan sang adik ternyata sangat tunduk dengan pembinaan kakak yang 'hubbud dunia', sehingga dengan sangat berani menyebut/menghina pekerjaan kakak sepupunya yang kebetulan kurang beruntung dari sisi keduniaan," iya,Si Fulanah itu kerjanya emang bersih-bersih rumah dan nyuci baju dirumah mamaku " begitulah kira-kira ucapan sang adik ini.
Sesungguhnya banyak sekali persaingan didalam kolong dunia ini,dan persaingan yang paling hina dan tidak ada manfaatnya adalah persaingan dalam harta,karena secara langsung menunjukkan kesombongan akan kepemilikan harta.
Mari kita berpikir sejenak tentang harta yang kita punya.
Benarkah harta yang kita punya adalah milik kita?
Benarkah harta yang kita dapat adalah dari usaha kita sendiri?
Apakah anda wahai pemegang harta dunia, tidak mengakui peran keberkahan yang menentukan keberhasilan anda, yang sangat ditentukan oleh kemurahan Rizki Sang Pemilik Rizki ?
Apakah benar bahwa harta anda akan kekal ada ditangan anda?
Apakah anda tidak percaya kehidupan abadi setelah anda mati? Dimana harta anda bisa menjadi pendorong anda ke surga untuk selamanya,atau mampu menjamin keberadaan anda di dalam neraka?
Apakah dengan menghina saudara anda yang kurang beruntung,anda bisa puas ?
Tidak tahukah anda bahwa, hanya karena dosa akibat kesalahan bicara, anda akan dilempar kedalam neraka dengan kepala menghadap kebawah ?
Apakah anda begitu yakin bahwa penghinaan anda kepada saudara anda, akibat kesombongan anda, dibiarkan begitu saja oleh 4JJI SWT?

Sebelum semuanya terlambat,mari kita berdo'a agar 4JJI SWT selalu memberikan kekuatan kepada kita agar kita mampu menjaga hati dan lisan kita dari kesombongan dan penghinaan kepada saudara kita

Hamba berlindung kepadaMu Wahai pembolak-balik hati,dari segala kesombongan dan mulut yang berkata tiada guna dan menyakiti hati saudara hamba.
Hamba berlindung kepadaMu,dari persaingan semu yang digagas oleh syaitan Laknatullah ini.

Hadanallah Wa Iyyakum Ajma'in

16 August 2007

Merenung lagi: Tentang Loyalitas

Gemuruh peringatan HUT Kemerdekaan indonesia semakin menggema.Namun ada yang selalu mengganjal di hati dan pikiran saya setiap kali perayaan ini, walaupun udah lebih dari 60 kali dirayakan, kemerdekaan ini belum mampu memberikan jaminan kelayakan hidup untuk WNI.
Pada perayaan kali ini, ada hal baru yang muncul dipikiran saya.Setiap tahun, saya merasakan peringatan pesta rakyat dikampung-kampung bertambah ramai, bukan bertambah sepi.Namun tidak ada kreatifitas baru, baik dalam hal lomba-lombanya maupun kegiatan lainnya.
Jika diamati lebih dalam, secara sistematis perayaan tanpa esensi yang nyata ini telah dibikin agar bangsa indonesia merasa cukup dengan perayaan kemerdekaan ini, tanpa mampu bangun untuk sadar bahwa grand desain musuh-musuh bangsa, baik itu bangsa asing maupun WNI yang menggadaikan akidah dan nasionalitasnya, telah mengobok-obok sendi-sendi kekuatan sebuah bangsa indonesia.
Disini, loyalitas kembali menentukan bagaimana sebuah bangsa mampu bertahan tanpa takut ancaman dan gertakan musuh-musuh bangsa.
Jika kita mau jujur, loyalitas berbangsa dan bernegara hanya bisa dimulai dengan loyalitas kita kepada Dzat Yang Maha Agung,Maha Perkasa.
Loyalitas kepada Robbul Izzati adalah loyalitas tertinggi seorang muslim, karena sesungguhnya tidak pernah ada ajaran islam yang mengajak untuk menghancurkan dan mendukung kerusakan di muka bumi. Loyalitas kedua adalah loyalitas kepada Kanjeng Nabi Muhammad Saw,dan Akidah adalah kesimpulan dari 2 arah loyalitas diatas.Tanpa adanya akidah islam yang mantap, tidaklah mungkin ada warga negara yang mampu menahan godaan musuh bangsa yang sebenarnya sedang mengajak perang kepada kedaulatan negeri kita.
Siapapun anda, jika belum sadar tentang esensi perang ini, kami akan mengajak anda berpikir tentang masa depan, karena setiap pengkhianat sesungguhnya tidaklah mempunyai masa depan. Perang yang tidak anda sadari sedang terjadi, Indonesia vs Musuh ,dan pengkhianat bangsa adalah kepanjangan tangan dari musuh.Merekalah ini yang selama 62 tahun lebih telah menjalankan agenda grand desain bangsa penjajah untuk mengacak ketenangan Rakyat RI, sehingga ketenangan hidup WNI di Indonesia selalu terusik.
Lagi-lagi saya membawa kasus harga beras dan bahan pokok lainnya yang tidak pernah stabil. Padahal negeri ini adalah negeri yang subur,kok harga beras saja tidak bisa stabil.Tidak stabilnya harga beras dan bahan pokok lainnya,secara langsung akan mengganggu kestabilan ekonomi negara. Disaat ekonomi negara kacau, tawaran dari musuh mulai masuk dengan syarat tunduk atas kemauan penjajah.
Sampai peringatan ke 62 ini, saya belum merasakan kemerdakaan bisa dirasakan oleh rakyat, kalo sekedar merayakan memang setiap tahun,tapi jangan pernah menyebut kita udah merdeka.Penjajah bangsa ini sengaja membiarkan kita terlena agar tidak lagi berpikir nasionalisme, hanya mementingkan perutnya sendiri.
Pada Peringatan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia ke 62 ini, saya ingin menyampaikan beberapa patah kata : "Saudaraku tercinta, Perjuangan masih panjang, tanpa adanya komitmen untuk menjunjung tinggi akidah islam, tidaklah mungkin loyalitas terhadap bangsa dan negara Indonesia bisa tertanam di hati dan pikiran warga negara.Kepada anda yang hingga saat ini masih menukar jutaan rupiah dengan informasi bangsa anda sendiri, ketahuilah bahwa 4JJI SWT Maha Pengampun.Segeralah memohon ampun kepada 4JJI SWT,dan tunjukkan bahwa anda bukan lagi antek-antek Asing [ ZIONIS ] dengan memberikan koontribusi positif kepada Islam, kepada bangsa dan negara tercinta,Republik INDONESIA. Atau anda akan menyesal, karena 4JJI SWT tidak mungkin membiarkan anda bertemu dengan kondisi bahagia,kamipun tidak akan tinggal diam atas apa yang anda lakukan,kami tidak mungkin membiarkan siapapun menjual negara kami, kami akan memberikan pelajaran hingga kalian akan menyesal seumur hidup anda.Anda tidak lain adalah musuh kami,musuh islam,musuh bangsa indonesia dan kami bukanlah pengkhianat bangsa".

Hadanallah Wa iyyakum Ajma'in

15 August 2007

Renungan Kemerdekaan RI 2007

Untuk kesekian kalinya,tepatnya 62 kali indonesia merayakan kemerdekaannya.Namun kemerdekaan apa yang dimaksud, sampai sekarang saya masih mencari-cari.
Mari kita membuka buku sejarah, tepat pada 17 Agustus 1945 telah terjadi proklamasi kemerdekaan,bahasa sederhananya adalah pernyataan kemerdekaan dari pemimpin bangsa ini saat itu.Memang benar, sekedar mengeluarkan pernyataan saja sudah cukup memerlukan keberanian, tapi pernyataan saja tanpa follow up yang konkrit hanya akan menyebabkan pernyataan tersebut menjadi semu.
Sampai saat ini,Agustus tahun 2007, negara kita masih dijajah,bahkan lebih parah.Pada saat jaman penjajahan,hanya ada 3 negara yang menjajah kita,Portugis,Belanda dan Jepang.Pada saat itu zionis masih belum mempunyai wilayah negara tetap,namun para penjajah negeri kita telah berhasil disusupi oleh intelijen zionis.Sebagai bukti riil,organisasi budi oetomo yang sangat terkenal hingga saat ini,para petingginya adalah penganut agama yahudi,penganut ajaran kabbalah.
Namun,saat ini kita secara jelas telah dijajah oleh konsorsium penjajah ekonomi dunia, yang menghancurkan sendi-sendi ekonomi,yang memaksa negara kita melaksanakan sistem keuangan ribawi dengan uang kertas sebagai ikon utamanya.Secara sadar atau tidak, uang kertas dunia telah dikendalikan secara bebas oleh jaringan zionis dunia.Mereka memainkan inflasi negara-negara yang menjadi musuh mereka.Inflasi ini juga dijadikan ancaman untuk negara yang berani menantang mereka.
Yang paling aneh, mereka sendiri [zionis] tidak 100% percaya dengan uang kertas,karena mereka sampai sekarang bekerja keras untuk menimbun emas dari seluruh dunia,karena mereka tahu jika permainan inflasi yang mereka bikin mencapai klimaks,hanya dengan emas mereka bisa bertransaksi dengan nyaman dimanapun didunia ini,saat itu dunia kembali ke jaman sebelum kenabian Rosulullah Saw dimana semua transaksi didunia menggunakan uang emas.
Jika kita mampu menyadari ini,apakah kita harus menunggu uang kertas kita tidak laku sehingga dengan sangat terpaksa kita harus menggunakan emas untuk transaksi,sementara saat itu harga emas telah menjadi berlipat-lipat dari nilai sekarang,sehingga kita semua telah berubah status menjadi fakir miskin, karena tidak mampu beli apa-apa
Penjajahan ini telah membuat kita sengsara, ekonomi kita dikuasai oleh segelintir orang,tidak adanya kepastian untuk bekerja,dan yang paling berat untuk sebagian besar rakyat RI,harga bahan pokok makanan melonjak terus karena inflasi yang secara sengaja dibuat oleh zionis dan antek-anteknya.
Dari sini saya mengajak teman-teman sekalian untuk berpikir,apakah betul kita telah bebas dari penjajahan bangsa asing ????
Dahulu ketika saya masih duduk sekolah dasar,harga beras setahu saya hanya ada 2 macam.Rp.350/kg dan Rp.500/kg. Saat ini harga beras paling murah Rp.3000/kg.Bisakah kita menghitung nilai inflasi/tahun untuk menentukan harga beras pada tahun 2020 ???

Ayo,kita harus merdeka bung.Jangan mau dikendalikan oleh zionis dan antek-anteknya.

Hadanallahu Wa iyyakum Ajma'in