22 June 2007

Bayangkan Gelapnya

Suatu ketika saat saya mengantarkan jenazah kerabat menuju peristirahatan terakhirnya,saya berkesempatan turun ke liang lahat untuk mengatur posisi terakhir jenazah.Saat itu ada dua orang lain yang ikut turun ke liang lahat bersama saya.Setelah selesai mengatur jenazah untuk menghadap ke arah kiblat untuk selamanya, tubuh jenazah ditahan dengan papan kayu agar posisinya tetap menghadap kiblat.
Selanjutnya secara perlahan liang lahat dipenuhi oleh tanah hingga rata.
Sejenak saya membayangkan betapa gelapnya liang lahat setelah dipenuhi dengan tanah.
Betapa saya berusaha membayangkan jika saya tidur didalam tumpukan kayu tersebut, lalu dipenuhi dengan tanah hingga matahari-pun tidak mampu mencapai dasar liang lahat. Andai setiap jenazah boleh membawa GenSet agar bisa pasang lampu dibawah sana ??
Betapa saya membayangkan, tingkat kesepian sang jenazah ketika ditinggal para pengantar.
Selanjutnya,kita semua tahu bahwa kesepian - kegelapan - kesendirian [ dan berbagai macam yang lainnya ] dalam liang lahat akan sejenak sirna.ketika muncul petugas penanya.
Semuanya yang kita bayangkan akan berubah menjadi lebih baik atau lebih buruk setelah semua pengantar pulang.
Petugas penanya akan memberikan beberapa pertanyaan ringan.
Semua tergantung bagaimana kita melewati hidup kita sebelum meninggal.
Bagaimana cara pandang kita terhadap konsep akidah
Bagaimana cara kita menyikapi info tentang figur teladan kita
Bagaimana cara kita menyikapi perintah belajar dan mengamalkan Alqur'an
Bagaimana bentuk kita menghormati Kedua Orang Tua kita
Bagaimana cara kita bersuci
Bagaimana cara kita muamalah
Bagaimana,bagaimana,bagaimana dan bagaimana yang lain sangat menentukan nasib kita.
Berbagai pertanyaan itu hanya bisa kita jawab dengan amal dan gerakan kita selama hidup.
Pada saat itu kita tidak mempunyai kekuatan merekayasa jawaban,seperti halnya saat kita hidup.
Semua jawaban dari pertanyaan itulah yang akan menentukan level penerangan liang lahat kita yang tadinya gelap gulita.
Semua jawaban dari pertanyaan itulah yang akan menentukan level kelapangan liang lahat kita.
Dan semua jawaban itulah yang akhirnya menentukan level kenyamanan tidur panjang kita di Alam Kubur, hingga timeline dunia menyentuh Hari kiamat.
Mudah-mudahan semua langkah kita yang tersisa didepan,mampu kita arahkan untuk menaikkan level kenyamanan tidur panjang kita di alam kubur hingga mencapai level tertinggi.
Tentunya belajar kepada guru,kepada semua orang hukumnya wajib

Sekali lagi, saya mengajak kepada diri saya sendiri dan teman-teman semua,Jangan Pernah Berhenti Belajar, karena kita tidak pernah punya alasan kuat untuk berhenti belajar.
Hadanallah Wa Iyyakum Ajma'in
Wassalam

No comments: