19 September 2008

social network, Mobilisasi fikroh

Mobilisasi fikroh butuh kekuatan kebaikan, bukan kepopuleran

Mobilisasi fikroh butuh jamaah

Mobilisasi fikroh butuh cinta yang mengawalinya hingga tongkat estafet berpindah tangan

Mobilisasi fikroh tidak butuh da'i yang cepat merasa puas

Mobilisasi fikroh tidak butuh da'i yang merasa pandai

Mobilisasi fikroh mengajak anda untuk mau berbuat baik, tanpa pamrih

Tarbiyah --> Social Network --> Mobilisasi Fikroh --> Perubahan Mindset --> Kemenangan Islam

Social network adalah suatu keniscayaan. Diawali dengan proses tarbiyah yang cukup, ketika kita mulai dihadapkan dengan amanah di masyarakat tentunya kita tidak boleh dan tidak bisa menghindar dari kewajiban menjalankan social network.

Perencanaan sebelum perebutan kota makkah oleh Rosulullah Saw cukup waktu dan sangat matang. Sebelum datangnya pasukan islam, mindset penduduk makkah udah bergeser sedikit demi sedikit.Perubahan mindset ini tidak terjadi kebetulan. Pasukan intelijen Rosulullah telah berbaur dengan penduduk makkah dan menebar opini, memobilisasi fikroh tentang kekuatan besar pasukan Islam yang didasari dengan kemenangan demi kemenangan pada setiap perang sebelumnya.Ketika tiba saatnya pasukan islam akan datang, mental penduduk makkah telah drop.Mereka merasa tidak punya kekuatan lagi untuk melawan, tidak ada gunanya lagi melawan.

Mobilisasi fikroh telah berhasil. Opini telah terbentuk. Kemenangan udah didepan mata.Suatu kemenangan yang diharapkan Rosulullah, Kemenangan tanpa meneteskan darah kedua belah pihak. Kemenangan yang tidak menyisakan dendam dan sakit hati. Namun ketika kemenangan itu telah diraih, Rosulullah masih merasa perlu sedikit menata social network untuk menyempurnakannya. Ketika pasukan datang, Rosulullah menunjuk,salah satunya, rumah abu sofyan bagi siapa saja yang ingin selamat.

Disini Beliau memberikan penghormatan, salah satu tujuannya adalah agar pengikut abu sofyan merasa save baik dirinya, keluarganya maupun mata pencahariannya. Agar tidak ada gejolak sosial, agar semuanya mau secara damai tunduk kepada islam.

Di era perang pemikiran saat ini, siapapun yang mampu mempengaruhi opini masyarakat dia akan memenangkan kemenangan. Siapapun yang mempunyai kekuatan untuk memobilisasi fiqroh dia akan mampu mencapai cita-citanya. Kesuksesan social network berjamaah akan mempengaruhi kesuksesan mobilisasi fikroh.

Mobilisasi fikroh dilakukan berjamaah namun berpencar, setiap kader berada di simpul social network untuk selanjutnya bersama-sama kader lainnya memobilisasi fikroh. Contoh kecil simpul ini adalah media cetak. Media cetak merupakan lokasi tepat untuk mobilisasi fikroh yang paling murah, dibandingkan dengan media elektronik.

Jangan pernah bertanya tentang kekuatan besar dibelakang mobilisasi fikroh.

Jika anda masih ingin bertanya, mungkin lebih baiknya kita menyadarkan diri tentang mobilisasi ini yang telah dilakukan musuh islam selama ini. Mungkin dengan kesadaran tersebut kita bisa tahu seberapa besar kekuatan yang telah bekerja untuk memobilisasi fikroh untuk menyudutkan islam selama ini.

Hadanallah Wa Iyyakum Ajma'in

19 Ramadhan 1429
19 Semptember 2008
Sebelum berangkat Sholat Jum'at
On Kantor

No comments: