23 September 2008

Internal Social Network, Isti'ab 2

ISTI’AB INTERNAL

Isti’ab Dakhili (daya tampung internal) adalah kemempuan dan keahlian untuk menampung objek dakwah yg telah berada ditengah-tengah shaf dakwah. Baik oleh para pemimpin maupun para anggotanya. Tujuannya untuk mendayagunakan potensi mereka dalam melaksanakan tugas-tugas dakwah dan pergerakan.

Tahapan-tahapannya:
I. Isti’ab ’aqidi & Tarbawi
- Dalam Tahap ini para kader harus dibersihkan dari berbagai problem masa lalu, meluruskan aqidah, perilaku, akhlaq, mengarahkan kecenderungan, menentukan, menjelaskan arah sasaran & tujuan mereka.
- Isti’ab Tarbawi tidak boleh didikte oleh suatu fase atau situasi, tetapi mutlak diperlukan baik bagi para pemula ataupun para senior.
- Isti’ab Tarbawi harus memperhatikan berbagai perkembangan kehidupan tahapan-tahapan alami & khusus yg dilalui oleh para individu.
- Isti’ab Tarbawi harus memenuhi semua bidang tarbiyah, baik pemikiran, spiritual & kebutuhan fitrah manusia.
- Isti’ab Tarbawi harus terukur & menggunakan parameter syari’at dengan mengambil semua ’azimah (hukum asal)-nya & berbagai keringanannya bukan produk emosi & keinginan pribadi semata.

Aspek penting & mendasar yang harus dimiliki dalam pembentukan pribadi muslim :
1) Sunnah Rasul dalam pembentukan pribadi muslim.
Rasulullah saw menggunakan metode yg unik sesuai dengan kesempurnaan manhaj Islam & fitrah yg ditetapkan Allah SWT, memandang manusia apa adanyalayaknya manusia dengan memperhatikan kecenderungan & kebutuhan manusia.

2) Beberapa kaidah asasi dalam Sunnah
a. Memenangkan sisi positif atas sisi negatif
b. Memenangkan sikap proporsional atas sikap berlebih-lebihan
Dalam kaitannya dengan komitmen pribadi kepada Islam, sabda Rasulullah saw
”Ingatlah akan hancur orang yg berlebih-lebihan, akan hancur orang yg berlebih-lebihan” (HR Muslim, Abu Dawud & Ahmad)
”Sesungguhnya agama ini sangatlah keras, maka masuklah kedalamnya dengan lembut (HR Ahmad)
Dalam kaitannya dengan dakwah dan menarik orang kpd Islam, terdapat nash-nash Al-Qur’an & sabda Rasulullah:
QS. Ali-’Imran:159
QS. An Nahl:125
”Mudahkanlah & jangan mempersulit, senangkanlah & jangan membuat mereka lari”. (HR Bukhari-Muslim)
c. Sedikit & kontinyu lebih baik daripada banyak tapi terputus.
d. Sunnah Rasul & mendahulukan Prioritas dalam pembentukan
e. Pembentukan melalui keteladanan
f. Pembentukan yg menyeluruh & tidak parsial
g. Keshalihan lingkungan & pengaruhnya dalam pembentukan
h. Dampak Pahala & hukuman dalam pembentukan



II. Isti’ab Haroki
Adalah kemampuan sebuah pergerakan dalam menampung para anggotanya, pendukungnya, simpatisannya dan juga kemampuan gerakan & para anggotanya dalam menampung berbagai persoalan, prinsip & kaidah-kaidah pergerakan.

Permasalahan pokok yg berhubungan dengan isti’ab haroki:
1. Hal yg berkaitan dengan daya tampung gerakan terhadap para anggotanya
Syarat yang harus dipenuhi utk dapat menampung anggota:
a. Proses tarbiyah yang matang,
b. Tersedianya berbagai potensi & kapabilitas serta faktor pendukung lainnya dalam sebuah pergerakan, misalnya manajerial yg handal, perencanaan yg matang, konsep yg jelas dalam pendidikan, pemikiran, politik dsb.
c. Memahami semua anggotanya dengan benar, mengetahui potensi yg dimiliki, kecenderungan mereka,sisi positif & negatifnya dll. Sehingga akan sangat membantu utk menentukan tugas & tanggungjawab masing-masing individu & menempatkan pada posisi yg tepat, sehingga akan membuahkan hasil yg memuaskan.
d. Mengerahkan seluruh anggota & bukan sebagian saja/hanya orang2x yg berprestasi saja krn bgmnpun akan pelipatgandakan hasil & menghindari fitnah yg ditimbulkan oleh para penganggur/orang-orang yg tidak memiliki tugas & peran dakwah.

2. Terkait dengan isti’ab haraki
Beberapa masalah penting yg terkait dengan pergerakan yg harus dikuasai oleh para da’i sbb:
a. Pemahaman yg benar & sempurna ttg sasaran & sarana yg digunakan
b. Memahami tanzhim & tabiatnya dengan benar
c. Pemahaman yang benar & menyeluruh terhadap tabiat teman dan lawan berikut konsekuensinya
d. Pemahaman yg baik tentang berbagai aspek, tabiat & kebutuhan amal
e. Menjauhi fenomena istiknaf (keengganan utk bergabung dalam masyarakat/instansi/berbagai organisasi yg ada.

No comments: